SURABAYA (( Info Surabaya)) – Wakil Ketua Komisi D DPRD Surabaya, Lutfiyah, menyoroti serius insiden ambruknya plafon di SMP Negeri 60 Surabaya yang menyebabkan sedikitnya 32 siswa mengalami trauma dan kepanikan. Peristiwa tersebut dinilainya sebagai bukti lemahnya pengawasan terhadap aspek keselamatan bangunan sekolah.
Lutfiyah menyayangkan kejadian itu terjadi di lingkungan pendidikan yang seharusnya menjadi ruang paling aman bagi anak-anak. Menurutnya, setiap bangunan sekolah semestinya dilengkapi sistem mitigasi bencana serta mendapatkan perawatan berkala yang memadai.
“Bangunan berbasis pendidikan tidak boleh abai terhadap aspek keselamatan. Sekolah adalah tempat anak-anak belajar, bukan tempat yang justru menimbulkan rasa takut dan trauma,” tegas Lutfiyah, Rabu (28/1/2026).
Politisi Partai Gerindra Surabaya itu menilai insiden ambruknya plafon tidak bisa dianggap sebagai kejadian sepele atau semata-mata akibat faktor teknis. Ia menyebut kejadian ini harus menjadi alarm keras bagi Pemerintah Kota Surabaya untuk lebih serius melakukan pengecekan kondisi fisik gedung sekolah.
Lutfiyah mendesak surabaya/” title=”pemkot surabaya”>Pemkot Surabaya melalui dinas terkait agar segera melakukan audit menyeluruh terhadap bangunan sekolah, khususnya sekolah negeri yang telah berusia lama. Langkah tersebut dinilai penting guna memastikan seluruh fasilitas pendidikan benar-benar aman dan layak digunakan.
Selain audit bangunan, ia juga menekankan pentingnya memasukkan aspek mitigasi bencana dalam setiap perencanaan, renovasi, maupun rehabilitasi gedung sekolah.
Menurutnya, sebagai kota besar, Surabaya tidak boleh lengah terhadap potensi risiko bangunan yang dapat membahayakan keselamatan siswa dan tenaga pendidik.
“Keselamatan peserta didik harus menjadi prioritas utama. Jangan menunggu ada korban baru kemudian bertindak,” tandasnya.
Di akhir pernyataannya, Lutfiyah berharap insiden di SMP Negeri 60 Surabaya ini menjadi momentum evaluasi serius bagi pemerintah daerah agar kejadian serupa tidak kembali terulang di sekolah-sekolah lain di Surabaya.
Continue Reading
- Dipublikasi Pada 30 Januari 2026
- Baru Saja di Update Pada Januari 30, 2026
- Temukan Kami di Google News
Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).
