Quantcast

Plafon SMPN 60 Surabaya Ambruk, Pemkot Bentuk Satgas Evaluasi Sekolah

Infosurabaya.com, Surabaya – Pasca ambruknya plafon ruang kelas SMPN 60, Wali Kota Eri Cahyadi minta pendidikan-surabaya/” title=”Dinas Pendidikan Surabaya”>Dinas Pendidikan Surabaya melakukan evaluasi menyekiruh terhadap kondisi fisik bangunan.

Menurut Eri, kewenangan pengelolaan fisik bangunan sekolah kini berada di bawah Dinas Pendidikan (Dispendik), seiring perubahan aturan dan struktur organisasi perangkat daerah.

“Sekarang pengelolaan fisik sekolah melekat di Dinas Pendidikan, bukan lagi di DPRKPP. Ini mengikuti aturan dan nomenklatur baru,” kata Eri, Jumat (30/1/2026).

Meski begitu, Eri mengakui Dispendik bukan dinas teknis. Karena itu, Pemkot tetap melibatkan tenaga ahli dari Dinas Cipta Karya/DPRKPP untuk memperkuat pengawasan dan perbaikan infrastruktur sekolah.

Pemkot pun membentuk satuan tugas (Satgas) khusus yang berada di bawah koordinasi Dispendik. Satgas ini bertugas melakukan evaluasi kondisi bangunan sekaligus mempercepat proses perbaikan.

“Satgas ini fokus mengevaluasi dan memperbaiki fisik sekolah. Walaupun berada di bawah Dispendik, tenaga teknis tetap turun langsung ke lapangan,” ujarnya.

Untuk memperkuat sistem pengelolaan sarana pendidikan, Pemkot juga membentuk struktur baru di internal Dispendik dengan menunjuk Kepala Bidang Sarana dan Prasarana (Kabid Sarpras) berlatar belakang teknis.

“Kami bentuk Kabid Sarpras dari unsur teknis. Tidak mungkin urusan plafon dan bangunan ditangani tenaga pengajar,” tegas Eri.

Terkait aktivitas belajar mengajar di SMPN 60 Surabaya, Pemkot mengambil langkah sementara dengan menggabungkan siswa kelas terdampak ke kelas lain yang sejenjang. Kebijakan ini berlaku hingga proses perbaikan ruang kelas selesai.

“Sementara digabung dengan kelas VII lainnya. Jumlah siswa memang bertambah, tapi perbaikan kami percepat,” tambahnya.

Diketahui, plafon ruang kelas VIIE SMP Negeri 60 Surabaya runtuh saat kegiatan belajar berlangsung. Peristiwa ini diduga dipicu hembusan angin kencang serta kondisi plafon berbahan gypsum yang sudah rapuh.

Tidak ada korban luka dalam kejadian tersebut. Para siswa langsung dievakuasi, sementara kegiatan pembelajaran dipindahkan sementara ke ruang laboratorium dan perpustakaan.((Red)) 

  • Dipublikasi Pada 30 Januari 2026
  • Baru Saja di Update Pada Januari 30, 2026
  • Temukan Kami di Google News

Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).


Follow WhatsApp Channel Infosurabaya.com
Follow