Infosurabaya.com – Ratusan pedagang daging sapi menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Surabaya, Senin (12/1/2026). Mereka menolak rencana Pemerintah Kota Surabaya merelokasi Rumah Potong Hewan (RPH) Pegirian ke kawasan Tambak Oso Wilangun.
Foto: Istimewa
Massa membawa poster penolakan dan seekor sapi sebagai simbol protes. Para pedagang menilai relokasi tersebut tidak realistis dan berpotensi mematikan mata pencaharian mereka yang selama ini bergantung pada aktivitas RPH Pegirian.
Seorang pedagang, Baihaqi, menyebut rencana pemindahan RPH justru menambah beban pelaku usaha kecil. “Penutupan RPH Pegirian tanpa solusi konkret akan berdampak langsung pada keberlangsungan usaha pedagang daging,” katanya.
Para pedagang juga mengaku kecewa karena merasa tidak dilibatkan dalam proses perencanaan relokasi. “Sejumlah usulan yang pernah disampaikan tidak pernah ditindaklanjuti oleh surabaya/” title=”pemkot surabaya”>Pemkot Surabaya,” ungkapnya dengan nada kesal.
Kekecewaan itu, lanjut Baihaqi, memuncak setelah rapat dengar pendapat bersama DPRD Surabaya yang turut dihadiri perwakilan Pemkot tidak menghasilkan kesepakatan. Kondisi tersebut mendorong pedagang turun langsung ke jalan menyuarakan penolakan.
Sekitar pukul 13.25 WIB, perwakilan massa diterima pimpinan DPRD Surabaya untuk melakukan musyawarah. Sementara itu, sebagian peserta aksi tetap bertahan di luar gedung.
Aksi unjuk rasa sempat menyebabkan kepadatan lalu lintas di Jalan Yos Sudarso hingga kawasan Jalan Tunjungan. Ratusan sepeda motor peserta aksi dan sebuah mobil komando memakan sebagian badan jalan.
Hingga siang hari, aksi berlangsung kondusif dengan pengamanan ketat dari aparat kepolisian yang berjaga di sekitar Kantor DPRD Surabaya.((Red))
- Dipublikasi Pada 12 Januari 2026
- Baru Saja di Update Pada Januari 12, 2026
- Temukan Kami di Google News
Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).
