Kondisi indoor Hi-Tech Mall yang akan direvitalisasi Pemkot Surabaya. (Foto: dok Diskominfo Surabaya)
Infosurabaya.com – Revitalisasi gedung eks Hi-Tech Mal di kawasan Taman Hiburan Rakyat (THR) dikebut, target Mei 2026 sudah bisa digunakan. Tahap awal difokuskan pada basement dan lantai dasar, termasuk pembenahan total fasad dan pilar gedung yang lama terbengkalai.
Revitalisasi ini merupakan tindak lanjut arahan langsung Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi untuk menghidupkan kembali kawasan THR sebagai ruang produktif dan ramah bagi generasi muda.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Surabaya, Iman Kristian, mengatakan wali kota rutin meninjau lokasi agar proses berjalan sesuai konsep besar yang direncanakan.
“Tujuannya mengaktifkan kembali kawasan ini supaya bisa dimanfaatkan anak-anak muda. Sejak awal kami libatkan banyak OPD dan komunitas,” ujar Iman, Kamis (5/2/2026).
Pemkot menargetkan aktivitas awal bisa dimulai pada Mei 2026, meski revitalisasi dilakukan bertahap mengingat kondisi bangunan yang sudah lama tidak digunakan.
Pada tahap awal, pengerjaan difokuskan di basement, lantai dasar, dan lantai tiga, sementara lantai satu dan dua menyusul.
Secara fungsi, basement akan diisi toko modern, food court, dan multifunction hall. Lantai dasar tetap mempertahankan toko IT dan area F&B. Lantai satu dan dua direncanakan untuk organisasi kepemudaan, studio musik, dan industri kreatif, sementara lantai tiga akan menjadi immersive space untuk pameran dan pertunjukan seni.
Fasilitas olahraga seperti padel, biliar, hingga pemanfaatan bekas bioskop sebagai teater pemutaran film karya sineas lokal juga disiapkan.
Di bagian belakang kawasan, Surabaya Expo Center (SBEC) sudah aktif sebagai area konser. Sementara bekas kolam renang tengah diproses untuk dialihfungsikan menjadi lapangan mini soccer dan fasilitas olahraga lainnya.
Eks Hi-Tech Mal akan dikembangkan dengan konsep Science, Creative, and Technology Hub, yang menggabungkan aktivitas teknologi informasi, riset, dan industri kreatif dalam satu kawasan.
Pemkot juga membuka kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Universitas Ciputra melalui Apple University, ITS dengan dukungan Microsoft, serta BRIN untuk mendukung kegiatan riset dan inovasi.
“Konsep ini kami siapkan agar THR kembali hidup dan relevan dengan kebutuhan zaman,” kata Iman.
Sebagai penguatan ekosistem kreatif, Pemkot berencana memindahkan KORIDOR Coworking & Creative Space dari Gedung Siola ke eks Hi-Tech Mal. Rumah Bahasa yang saat ini berada di Balai Pemuda juga akan dipindahkan dan dilengkapi fasilitas perpustakaan.
Sejumlah organisasi kepemudaan, seperti Komunitas Cak & Ning, KONI, KORMI, dan Karang Taruna, juga akan berkantor di kawasan tersebut.
“Eks Hi-Tech Mal ini kami arahkan menjadi self improvement center, khususnya bagi anak muda Surabaya,” ujarnya.
Pemkot optimistis, dengan konsep tersebut, eks Hi-Tech Mal akan kembali hidup sebagai ruang publik modern, pusat kreativitas, dan destinasi baru keluarga di pusat Kota Surabaya. ((Red))
- Dipublikasi Pada 5 Februari 2026
- Baru Saja di Update Pada Februari 5, 2026
- Temukan Kami di Google News
Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).
