Surabaya (( Info Surabaya)) – Pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Reformasi Agraria oleh Pemerintah Kota Surabaya mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Langkah yang diambil Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi tersebut dinilai sebagai wujud komitmen pemerintah kota dalam menangani persoalan sengketa tanah yang selama ini kerap berlarut-larut di tengah masyarakat.
Ketua Fraksi PSI DPRD surabaya/” title=”Kota Surabaya”>Kota Surabaya, Josiah Michael, menyampaikan bahwa pembentukan Satgas Reformasi Agraria sejatinya merupakan gagasan yang telah lama ia dorong. Usulan tersebut pernah disuarakan sekitar empat tahun lalu saat dirinya menjabat sebagai Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Surabaya.
“Sejak awal kami melihat persoalan sengketa tanah di Surabaya membutuhkan penanganan khusus melalui satgas lintas sektor, agar ada kepastian hukum dan rasa keadilan bagi warga,” ujar Josiah dalam keterangan tertulisnya minggu 4 Januari 2026
Menurutnya, terealisasinya Satgas Reformasi Agraria menunjukkan keseriusan surabaya/” title=”pemkot surabaya”>Pemkot Surabaya dalam merespons kebutuhan masyarakat, khususnya warga yang selama ini terjebak dalam konflik pertanahan berkepanjangan.
“Pembentukan Satgas Reformasi Agraria ini membuktikan komitmen surabaya/” title=”pemkot surabaya”>Pemkot Surabaya dalam memberikan perlindungan hukum kepada warga. Harapannya, satgas ini tidak hanya ada secara administratif, tetapi benar-benar bekerja efektif di lapangan,” tegas Anggota Komisi C DPRD Surabaya
Sebagaimana diketahui, Satgas Reformasi Agraria dibentuk untuk mempercepat penanganan konflik pertanahan dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari perangkat daerah, aparat penegak hukum, hingga Badan Pertanahan Nasional (BPN). Melalui satgas tersebut, masyarakat yang menghadapi sengketa tanah dapat memperoleh pendampingan dan penyelesaian yang lebih terpadu.
Dengan terbentuknya Satgas Reformasi Agraria, diharapkan penyelesaian persoalan agraria di surabaya/” title=”Kota Surabaya”>Kota Surabaya dapat berjalan lebih adil, transparan, dan berkeadilan sosial, sekaligus meminimalkan potensi konflik berkepanjangan di tengah masyarakat.
Continue Reading
- Dipublikasi Pada 4 Januari 2026
- Baru Saja di Update Pada Januari 4, 2026
- Temukan Kami di Google News
Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).
