Quantcast

Sepanjang 2025 Surabaya Fokus Bangun Rumah Pompa dan Drainase, Titik Banjir Turun Jadi 38

Infosurabaya.com – Perbaikan jalan dan pengendalian banjir sebagai prioritas utama surabaya/” title=”Kota Surabaya”>Kota Surabaya sepanjang 2025. Hasilnya, jumlah titik genangan di kota ini berhasil ditekan hingga tersisa 38 lokasi.

Wali surabaya/” title=”Kota Surabaya”>Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan, pembangunan infrastruktur dasar sejalan dengan RPJMD Surabaya 2021–2026 dan dilakukan melalui sinergi Pemkot bersama DPRD.

“Dengan anggaran yang ada, titik banjir bisa terus berkurang. Harapannya, masyarakat makin merasakan kehadiran pemerintah,” kata Eri, Rabu (31/12/2025).

Sepanjang 2025, surabaya/” title=”pemkot surabaya”>Pemkot Surabaya membangun lima rumah pompa, saluran drainase di 233 titik, serta melakukan pengaspalan jalan di 24 lokasi dengan total panjang mencapai 10,28 kilometer.

Lima rumah pompa baru tersebut masing-masing berkapasitas 3,5 meter kubik per detik dan tersebar di kawasan Gayungan, Jambangan, Wonocolo, Gunung Anyar, hingga Margorejo. Menurut Eri, rumah pompa menjadi kunci percepatan surutnya genangan.

“Kalau hanya mengandalkan gravitasi, air lama surut. Karena itu rumah pompa menjadi solusi,” ujarnya.

Selain itu, Pemkot juga membangun dan memperbaiki saluran drainase sepanjang 56,36 kilometer di berbagai kawasan rawan genangan, termasuk Karah, Pagesangan, Sambikerep, Gayungsari, Tambak Wedi, hingga Jemursari. Perbaikan tersebut berkontribusi langsung pada penurunan titik genangan di Surabaya.

Pemkot turut mempercepat pengerjaan proyek drainase di kawasan langganan banjir agar rampung sebelum puncak musim hujan Januari–Februari 2026. Salah satunya di Pakal, yang kini dinilai lebih aman setelah sistem drainase dibenahi. Tahun depan, pembangunan drainase akan difokuskan di Sukomanunggal.

Eri juga meminta dukungan warga, termasuk memastikan bangunan tidak menutup saluran air. “Masih ada saluran yang tertutup bangunan. Ini perlu kesadaran bersama,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Surabaya Syamsul Hariadi menyebut, sepanjang 2025 ratusan proyek saluran air dikerjakan, baik pembangunan baru maupun pelebaran saluran lama.

Saluran lama yang dulu pakai batu kali kini diganti box culvert agar kapasitasnya lebih besar,” jelas Syamsul.

Saat ini Surabaya memiliki 81 rumah pompa, dengan lima unit dibangun pada 2025. Pemkot juga menyiagakan petugas dan satgas kebersihan selama 24 jam untuk mengantisipasi sampah yang menyumbat saluran air.

Dari sisi legislatif, Wakil Ketua DPRD Surabaya Fathoni menilai pengendalian banjir masih menjadi pekerjaan jangka menengah. Meski begitu, ia mengapresiasi hasil yang mulai dirasakan warga.

“Di beberapa kawasan yang dulu langganan banjir, sekarang sudah tidak lagi. Program ini terbukti efektif meski belum sepenuhnya tuntas,” ujarnya.

DPRD dan Pemkot pun menyiapkan skema pembiayaan berkelanjutan agar proyek infrastruktur jalan dan pengendalian banjir dapat dituntaskan hingga 2027–2028. ((Red))

  • Dipublikasi Pada 31 Desember 2025
  • Baru Saja di Update Pada Desember 31, 2025
  • Temukan Kami di Google News

Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).


Follow WhatsApp Channel Infosurabaya.com
Follow