Wali Kota Eri sidak saluran drainase di Jalan Raya Prapen. (Foto: Humas Pemkot/BS)
Infosurabaya.com – Wali surabaya/” title=”Kota Surabaya”>Kota Surabaya Eri Cahyadi melakukan inspeksi mendadak di enam proyek pembangunan rumah pompa di wilayah Surabaya timur dan selatan. Sidak ini mengungkap adanya pekerjaan yang molor dari target dan berpotensi menghambat penanganan genangan jelang musim hujan.
Eri meninjau enam titik sekaligus, yakni Rumah Pompa Prapen, Margorejo, Gayungan, Ahmad Yani, Karah, dan Ketintang Madya. Ia didampingi Kepala DSDABM surabaya/” title=”Kota Surabaya”>Kota Surabaya Syamsul Hariadi dan Kabid Drainase Windo Gusman Prasetyo. Dari hasil pengecekan, beberapa proyek yang seharusnya bisa dipercepat justru masih tertunda.
Melihat kondisi itu, Eri memerintahkan kontraktor menambah tenaga kerja sekaligus menerapkan sistem kerja 24 jam.
“Semua harus dipercepat. Ada yang harus selesai tanggal 10 dan ada yang tanggal 15 Desember. Itu adalah batas maksimal,” ujarnya, Kamis (27/11/2025).
Eri menambahkan, tidak ada ruang untuk meminta perpanjangan waktu. Jika proyek tetap meleset dan rumah pompa tidak bisa beroperasi sesuai target, Pemkot tidak segan memutus kontrak.
“Tidak ada perpanjangan. Kalau terlambat, ada jaminan pelaksanaan 30 hari dan denda keterlambatan harus dibayar. Selama tidak ada force majeure, setiap hari terlambat ada konsekuensinya,” tegasnya.
Ia menegaskan proyek hanya diberi toleransi untuk pekerjaan finishing. Sementara operasional rumah pompa wajib berjalan sesuai jadwal yang ditetapkan.
“Kontraktor harus memaparkan berapa jumlah pekerja, berapa jam kerja, dan kapan material tiba. Tidak bisa hanya menyebut selesai tanggal sekian tanpa perhitungan jelas,” tegasnya.
Beberapa kontraktor mengeluhkan temuan pipa PDAM dan utilitas lain saat pengerukan. Namun Eri menilai hal tersebut bukan alasan untuk memperlambat pekerjaan. Menurutnya, potensi hambatan seharusnya sudah dipetakan sejak awal.((Red))
- Dipublikasi Pada 27 November 2025
- Baru Saja di Update Pada November 27, 2025
- Temukan Kami di Google News
Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).
