Wali Kota Eri Cahyadi melakukan serah terima 100 unit rumah. (Foto: dok Diskominfo Surabaya)
Infosurabaya.com – Pemerintah Kota Surabaya bersama Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia menyerahkan 100 unit rumah hasil program Bebenah Kampung “Gotong Royong Renovasi Rumah Merah Putih”, Senin (9/2/2026). Program ini menjadi bagian dari upaya percepatan penanganan rumah tidak layak huni (Rutilahu) bagi warga kurang mampu.
Penyerahan dilakukan di Kantor Kecamatan Wonokromo dan dihadiri Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.
Dalam sambutannya, Eri menegaskan pembangunan kota tak bisa berjalan tanpa kolaborasi. Ia menekankan pentingnya persatuan warga di tengah keberagaman.
“Hari ini warga Surabaya harus berdiri dengan kakinya. Jangan mau dipecah belah,” ujar Eri.
Eri memastikan, mulai 2026 kriteria penerima bantuan Rutilahu akan diperketat. Mengikuti arahan pemerintah pusat, bantuan diprioritaskan bagi warga kategori desil 1 hingga 5 atau keluarga pra-sejahtera.
“Kalau ada rumah mau roboh tapi pemiliknya mampu, mohon maaf, kita utamakan yang benar-benar tidak mampu dulu. Kita ingin bantuan tepat sasaran,” tegasnya.
Ia juga mengajak warga yang mampu untuk ikut bergotong royong melalui zakat, infak, dan sedekah agar program sosial terus berkelanjutan.
Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Surabaya, Vivian Fan, mengatakan program ini merupakan bagian dari target nasional renovasi 5.000 rumah di 13 kota.
Untuk Surabaya, yayasan menargetkan 500 unit. Dari jumlah itu, 100 unit telah diserahterimakan, 118 unit masih dalam proses dan ditargetkan selesai sebelum Lebaran, sedangkan 282 unit lainnya menyusul.
“Kami berharap kolaborasi ini terus berjalan untuk membantu lebih banyak warga,” ujarnya.
Salah satu penerima manfaat, Trianto Santosa, warga Ngagel Rejo, mengaku rumahnya sebelumnya dalam kondisi bocor dan tidak layak huni.
“Dulu rumah saya bocor semua, sekarang sudah layak. Terima kasih,” katanya singkat.
Secara keseluruhan, Pemkot Surabaya menargetkan perbaikan 3.242 unit Rutilahu pada 2026. Sebanyak 2.240 unit dibiayai APBD, sementara 1.002 unit berasal dari non-APBD, termasuk dukungan yayasan dan sektor swasta.
Kolaborasi pemerintah dan masyarakat ini diharapkan mempercepat pengentasan kemiskinan sekaligus memastikan warga Surabaya memiliki hunian yang aman dan layak. ((Red))
- Dipublikasi Pada 9 Februari 2026
- Baru Saja di Update Pada Februari 9, 2026
- Temukan Kami di Google News
Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).
