Infosurabaya.com – Jawa Timur“>Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima kunjungan kehormatan Universiti Malaya, Kuala Lumpur, Malaysia, di grahadi/” title=”Gedung Negara Grahadi”>Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (27/1) malam. Dalam pertemuan tersebut, Khofifah membuka peluang kerja sama pendidikan dan penguatan sumber daya manusia (SDM) berkelanjutan.
Kunjungan ini merupakan bagian dari Program Outbound Malang Intellectual Journey Universiti Malaya. Khofifah berharap lawatan akademik ini menjadi pintu awal kolaborasi jangka panjang antara Jawa Timur dan Malaysia, khususnya di bidang pendidikan, riset, dan pengembangan SDM.
“Kami berharap kunjungan ini tidak berhenti sebagai silaturahmi, tetapi berlanjut pada kerja sama konkret yang saling menguatkan,” ujar Khofifah.
Menurut Khofifah, program pertukaran akademik dan kolaborasi lintas negara penting untuk menyiapkan SDM yang adaptif dan berdaya saing global. Selain memperkuat jejaring antarpelajar dan perguruan tinggi, kerja sama internasional juga membuka ruang pertukaran perspektif dan budaya.
Dalam kesempatan itu, Khofifah memaparkan posisi strategis Jawa Timur sebagai salah satu penggerak utama perekonomian nasional. Dengan jumlah penduduk hampir 15 persen dari total penduduk Indonesia dan didominasi usia produktif, Jawa Timur memiliki modal demografis yang kuat.
Khofifah menyebut, pertumbuhan ekonomi Jawa Timur pada Triwulan III-2025 mencapai 5,22 persen (year on year), lebih tinggi dari rata-rata nasional sebesar 5,04 persen. Jawa Timur juga menjadi penyumbang ekonomi terbesar kedua di Pulau Jawa dengan kontribusi 25,65 persen, serta menyumbang 14,54 persen terhadap perekonomian nasional.
Peran Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara ditopang Pelabuhan Tanjung Perak yang melayani sekitar 80 persen distribusi logistik ke kawasan Indonesia Timur. Selain itu, terdapat 13 kawasan industri dan dua Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), yakni KEK Gresik dan KEK Singhasari.
Selain potensi ekonomi, Khofifah menegaskan karakter Jawa Timur sebagai wilayah yang menjunjung nilai Islam moderat dan toleransi. Fondasi moderasi beragama ini, menurutnya, tidak lepas dari peran Wali Songo, lima di antaranya berada di Jawa Timur.
“Nilai moderasi dan toleransi ini menjadi perekat kuat hubungan Indonesia dan Malaysia sebagai bangsa serumpun,” katanya.
Sementara itu, Pensyarah Kanan Jabatan Usuluddin dan Dakwah Universiti Malaya Dr. Muhammad Hazim bin Mohd Azhar mengapresiasi sambutan Jawa Timur“>Gubernur Jawa Timur. Ia mengaku terkesan dengan paparan mengenai nilai moderasi Islam yang masih terjaga di Jawa Timur.((Red))
- Dipublikasi Pada 28 Januari 2026
- Baru Saja di Update Pada Januari 28, 2026
- Temukan Kami di Google News
Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).
