Infosurabaya.com – Surabaya ISOPLUS Marathon 2026 tak sekadar mengajak lebih dari 11 ribu pelari berlari di Kota Pahlawan. Ajang yang digelar Minggu (4/10/2026) itu juga menggerakkan ekonomi hingga Rp74,78 miliar dalam tiga hari.
Namun, di balik dampak ekonomi tersebut, gelaran maraton juga memunculkan keluhan dari warga dan pengguna jalan. Penutupan sejumlah ruas jalan untuk jalur lomba membuat perjalanan warga terganggu, terutama di ruas yang menjadi bagian dari rute peserta.
Sejumlah pengguna jalan memprotes pengaturan lalu lintas selama kegiatan. Mereka menilai penutupan banyak ruas jalan membuat akses warga menjadi lebih sulit dan memicu kepadatan di jalur alternatif.
Kondisi tersebut menjadi sisi lain dari penyelenggaraan event olahraga berskala besar di tengah kota. Di satu sisi, maraton mendatangkan ribuan peserta dan menggerakkan sektor pariwisata. Di sisi lain, mobilitas warga harus menyesuaikan dengan rekayasa lalu lintas selama perlombaan.
Dari sisi ekonomi, kajian Lembaga Pengembangan Ekonomi Pembangunan (LPEP) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (FEB UNAIR) mencatat perputaran aktivitas ekonomi mencapai Rp74,78 miliar selama tiga hari.
Kajian menggunakan data primer dan sekunder serta analisis input-output. Dampaknya terhadap perekonomian daerah diperkirakan mencapai Rp41,42 miliar terhadap PDRB Kota Surabaya.
Kepala Bidang Penelitian dan Pengabdian Masyarakat LPEP FEB UNAIR Atik Purmiyati mengatakan perputaran tersebut berasal dari berbagai aktivitas peserta selama berada di Surabaya.
“Berdasarkan olahan data primer dan sekunder, kegiatan Surabaya ISOPLUS Marathon menciptakan perputaran aktivitas ekonomi sebesar Rp74,78 miliar selama tiga hari,” kata Atik dalam keterangannya, Senin (5/10/2026).
Pengeluaran peserta antara lain untuk hotel, makanan, oleh-oleh hingga transportasi lokal.
Dampak tersebut juga terlihat pada sektor perhotelan. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyebut tingkat okupansi hotel selama gelaran mencapai 80-90 persen.
Menurut Eri, sekitar 40 persen peserta berasal dari luar Surabaya. Peserta mancanegara antara lain datang dari Australia, Jepang, Filipina dan India.
“Partisipasinya mencapai 11 ribu peserta lebih dan dampaknya sangat luar biasa, terutama pada peningkatan okupansi hotel dan sektor pariwisata,” ujar Eri.
Surabaya ISOPLUS Marathon 2026 merupakan pelaksanaan tahun ketiga. Pemerintah Kota Surabaya menilai ajang tersebut ikut memperkuat posisi Surabaya sebagai tujuan sport tourism.
Namun, penyelenggaraan event dengan ribuan peserta di tengah kota juga menjadi tantangan tersendiri. Penutupan jalan untuk memastikan keselamatan pelari harus berhadapan dengan kebutuhan mobilitas masyarakat yang tetap berjalan seperti biasa.
Untuk mendukung ekosistem sport tourism, Pemkot Surabaya bersama Wings Group dan ISOPLUS juga membangun jogging track di sepanjang bantaran Sungai Kalimas yang dapat dimanfaatkan warga maupun wisatawan.
Sementara itu, Head of RTD Beverage WINGS Food Joshua Gunawan menyebut Surabaya memiliki posisi strategis sebagai pusat ekonomi dan bisnis Indonesia bagian timur serta mendapat dukungan pemerintah daerah.
“Surabaya dan Pemkot memberikan sambutan serta kerja sama yang sangat baik, sehingga event ini dapat terselenggara secara maksimal,” ujar Joshua.
ISOPLUS Marathon mengusung konsep Complete and Big Experience, dengan pendampingan peserta sejak masa persiapan hingga hari perlombaan melalui edukasi dari pelatih profesional dan dokter spesialis nutrisi.
Pada akhirnya, ISOPLUS Marathon membawa dua cerita bagi Surabaya. Ribuan pelari menggerakkan hotel, kuliner, oleh-oleh dan transportasi hingga menciptakan perputaran ekonomi puluhan miliar rupiah. Namun, di saat bersamaan, penutupan sejumlah ruas jalan membuat sebagian warga dan pengguna jalan harus menghadapi gangguan mobilitas. ((red))
- Dipublikasi Pada 5 Oktober 2026
- Baru Saja di Update Pada Oktober 5, 2026
- Temukan Kami di Google News
Bagikan ke Media Sosial
Unduh slide siap posting untuk Instagram, TikTok, X & Koran digital

