Portal Berita Surabaya

EJAVEC 2026 Terima 559 Paper, Bahas Strategi Ekonomi Jatim

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur bekerja sama dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga serta Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Surabaya Koordinator Jawa Timur menyelenggarakan The 13th East Java Economic (EJAVEC) Forum 2026, dengan tema “Mengakselerasi Pembangunan Wilayah untuk Pertumbuhan Ekonomi Jawa Timur yang Unggul, Inklusif, serta Berkelanjutan, Menuju Ketahanan dan Kemandirian Ekonomi Nasional".(ist)
Portal Berita Surabaya

infosurabaya.com-Sebanyak 559 karya ilmiah masuk dalam ajang The 13th East Java Economic (EJAVEC) Forum 2026. Jumlah tersebut meningkat 48,67 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Forum ini menjadi wadah bagi akademisi, pemerintah, dan pelaku usaha untuk merumuskan rekomendasi kebijakan guna mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Timur.

EJAVEC 2026 diselenggarakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Timur bersama Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga serta Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Surabaya Koordinator Jawa Timur. Rangkaian kegiatan Conference and Winner Announcement digelar di Surabaya, Selasa (21/10/2026).

Forum tahun ini mengangkat tema percepatan pembangunan wilayah untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi Jawa Timur yang unggul, inklusif, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat ketahanan serta kemandirian ekonomi nasional.

Kepala Perwakilan BI Jawa Timur, Ibrahim, mengatakan riset berbasis bukti diperlukan agar kebijakan pembangunan daerah dapat menjawab persoalan ekonomi secara tepat. Pemahaman terhadap kondisi lapangan, menurutnya, perlu diperkuat dengan analisis ilmiah yang objektif dan terukur.

“Pemahaman terhadap kondisi dan permasalahan ekonomi di lapangan merupakan modal penting dalam perumusan kebijakan. Namun, pemahaman tersebut perlu dilengkapi dengan riset dan analisis ilmiah yang kuat,” ujar Ibrahim.

Dia berharap EJAVEC menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan perspektif akademisi, pemerintah, dan dunia usaha. Melalui kolaborasi tersebut, berbagai gagasan penelitian diharapkan dapat diterjemahkan menjadi rekomendasi yang relevan dengan kebutuhan pembangunan Jawa Timur.

Jawa Timur Perlu Perkuat Sumber Pertumbuhan Baru

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menyoroti posisi Jawa Timur sebagai salah satu penopang utama perekonomian nasional. Provinsi ini merupakan penyumbang ekonomi terbesar kedua di Indonesia.

Besarnya kontribusi tersebut perlu diikuti strategi pembangunan yang mempertimbangkan karakteristik setiap wilayah, potensi ekonomi daerah, serta perubahan kondisi ekonomi global.

Karena itu, riset dan kajian ekonomi dinilai penting untuk membantu pemerintah menentukan arah kebijakan, memperkuat produktivitas, serta meningkatkan daya saing daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Ibrahim menyerahkan Prosiding Finalis EJAVEC 2026 dan Laporan Perekonomian Provinsi Jawa Timur Triwulan II 2026 kepada Emil. Penyerahan ini menjadi bagian dari upaya BI menyediakan kajian ekonomi sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan daerah.

Memasuki penyelenggaraan ke-13 sejak 2014, EJAVEC mencatat peningkatan partisipasi peneliti. Sebanyak 559 paper diterima pada 2026, dengan penulis berasal dari dalam dan luar negeri, termasuk Inggris, Australia, dan Taiwan.

Seluruh karya ilmiah diseleksi oleh dewan juri yang melibatkan akademisi dari berbagai perguruan tinggi, lembaga riset, serta Bank Indonesia.

Enam subtema menjadi fokus pembahasan, yakni daya saing industri, hilirisasi dan investasi; ketahanan pangan dan stabilitas harga; perdagangan dan konektivitas regional; pariwisata dan sumber ekonomi baru; pengembangan UMKM dan inklusi keuangan; serta kesiapan pasar tenaga kerja dan kesejahteraan sosial.

Riset Didorong Jadi Inovasi Ekonomi

Selain konferensi ilmiah, EJAVEC 2026 menghadirkan seminar yang membahas prospek ekonomi Jawa Timur dan strategi menghadapi tantangan global.

Dekan FEB Universitas Airlangga, Prof. Dr. Rudi Purwono, S.E., M.SE., memaparkan pentingnya penguatan produktivitas, daya saing, pemerataan pertumbuhan antardaerah, dan ketahanan ekonomi.

Sementara itu, ekonom senior sekaligus pendiri CORE Indonesia, Hendri Saparini, menekankan peran riset dalam mendukung kebijakan berbasis bukti, transformasi struktural, serta penguatan industrialisasi dan hilirisasi.

Founder PT Disway National Network, Dahlan Iskan, menyoroti perlunya menghubungkan hasil penelitian dengan kebutuhan pasar. Menurutnya, riset perlu dikembangkan menjadi inovasi yang memiliki nilai ekonomi, memperkuat daya saing usaha, dan membantu UMKM naik kelas melalui digitalisasi.

Berbagai pandangan tersebut menegaskan pentingnya menjembatani dunia akademik dengan kebutuhan pemerintah dan pelaku usaha. Dengan begitu, penelitian tidak berhenti sebagai publikasi, tetapi dapat dimanfaatkan untuk menjawab persoalan ekonomi.

Ke depan, BI Jawa Timur berkomitmen memperkuat EJAVEC sebagai forum pengembangan pemikiran ekonomi dan kolaborasi lintas sektor. Hasil kajian yang dihasilkan diharapkan dapat mendukung fungsi pemberian rekomendasi BI kepada pemerintah daerah, mengoptimalkan sumber pertumbuhan baru, serta mendorong ekonomi Jawa Timur yang inklusif dan berkelanjutan.(bro)

  • Dipublikasi Pada 23 Oktober 2026
  • Baru Saja di Update Pada Oktober 23, 2026
  • Temukan Kami di Google News

Bagikan ke Media Sosial

Unduh slide siap posting untuk Instagram, TikTok, X & Koran digital

📸 5 slide sosmed 📰 Koran multi-slide 📝 Caption siap pakai 🎨 Format 4:5 HD

Social Publisher

Posting ke Instagram

REELS 9:16 Slide 1/5
INSTAGRAM REELS

0/2200
💡 Tips: Hasil slide konsisten di HP & desktop karena ukuran capture fixed di 320px.
Follow WhatsApp Channel Infosurabaya
Follow

Trust Verified On Google
Jadikan Infosurabaya sebagai sumber berita tepercaya Anda di Google.
Add as a preferred source on Google
Disclaimer
Konten EJAVEC 2026 Terima 559 Paper, Bahas Strategi Ekonomi Jatim disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).
Powered By Infosurabaya
Portal Berita Surabaya
Portal Berita Surabaya