Infosurabaya.com – Pemkot Surabaya meraih penghargaan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Award 2026 sebagai kota terbaik wilayah Jawa-Bali. Penghargaan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) itu diberikan atas upaya memperluas akses keuangan bagi masyarakat, pekerja, dan pelaku UMKM.
Penghargaan diserahkan Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi kepada Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi di Jakarta, Kamis (22/10/2026). Penyerahan berlangsung dalam Rapat Koordinasi Nasional TPAKD 2026 yang turut dihadiri Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.
Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Kota Surabaya, Vykka Anggradevi Kusuma, mengatakan penghargaan tersebut merupakan hasil pelaksanaan tujuh program unggulan TPAKD sepanjang 2025.
“Tim ini bertugas memberikan literasi dan inklusi keuangan kepada warga Surabaya,” kata Vykka, Jumat (23/10/2026).
Tujuh program tersebut mencakup penguatan data digital, pendampingan akses keuangan, perlindungan pekerja, pembiayaan UMKM, pemberdayaan ekonomi lokal, edukasi investasi, hingga digitalisasi pembayaran.
Kredit Murah hingga Omzet UMKM Rp 216 Miliar
Salah satu program yang menjadi andalan adalah Pemberdayaan dan Ketahanan Ekonomi Nang Suroboyo (PEKEN). Platform digital melalui peken.surabaya.go.id itu digunakan untuk memperluas pemasaran produk UMKM lokal.
Hingga akhir 2025, PEKEN melibatkan 5.734 UMKM dengan omzet mencapai Rp 216 miliar.
Pemkot Surabaya juga menjalankan program Kredit Melawan Rentenir (K/PMR) PUSPITA melalui PT BPR Surya Artha Utama. Program tersebut tercatat telah menjangkau 2.138 debitur.
Selain PUSPITA, tersedia program Si-Kumis untuk mendukung akses pembiayaan usaha. Menurut Vykka, PUSPITA menawarkan pinjaman dengan bunga 3% per tahun, sedangkan Si-Kumis memiliki bunga 5% per tahun.
Di bidang perlindungan pekerja, program BPJS Ketenagakerjaan mencakup 99.724 peserta, termasuk pekerja, pengemudi ojek online (ojol), dan warga yang bertugas melayani masyarakat.
Program lainnya meliputi Satu Data Surabaya untuk mendukung pengambilan kebijakan dan penyaluran bantuan sosial, PASTI LAKU untuk pendampingan serta edukasi keuangan, Galeri Investasi Pasar Modal di Mal Pelayanan Publik (MPP) Siola, serta digitalisasi pembayaran melalui Kartu Identitas Anak (KATEPAY) dan Simpanan Pelajar (Simpel).
Nilai transaksi atau simpanan dalam program digitalisasi pembayaran tersebut dilaporkan mencapai sekitar Rp 158 miliar.
Pertumbuhan Ekonomi Surabaya Capai 5,87%
Vykka menyebut pelaksanaan program TPAKD berjalan seiring dengan pencapaian sejumlah indikator pembangunan Surabaya pada 2025. Pertumbuhan ekonomi tercatat 5,87%, melampaui target 5,77%.
Indeks pembangunan mencapai 85,65 dari target 85,26. Sementara tingkat kemiskinan tercatat 3,56%, lebih rendah dibandingkan target 3,9%.
Pemkot Surabaya juga bersinergi dengan OJK dan lembaga jasa keuangan untuk memperluas literasi dan inklusi keuangan, termasuk bagi pelajar, pelaku UMKM, dan kelompok perempuan.
Pada 2026, pemkot berencana melanjutkan program yang sudah berjalan, sekaligus memperkuat basis data dan literasi keuangan melalui program SOMASI PINJOL.
Pemkot juga menyiapkan sejumlah program baru, antara lain digitalisasi pembayaran parkir, pajak, dan retribusi, serta pengembangan ekosistem digital untuk pasar tradisional dan sektor pariwisata. ((red))
- Dipublikasi Pada 23 Oktober 2026
- Baru Saja di Update Pada Oktober 23, 2026
- Temukan Kami di Google News
Bagikan ke Media Sosial
Unduh slide siap posting untuk Instagram, TikTok, X & Koran digital

