Eri Minta Warga Surabaya Jaga KTP agar Bansos Tepat Sasaran. (Foto: dok Diskominfo Surabaya)
Infosurabaya.com – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meminta warga tidak meminjamkan KTP untuk pembelian mobil atau sepeda motor. Sebab, kepemilikan kendaraan yang tercatat atas nama warga bisa membuat data perlindungan sosial (perlinsos) tidak sesuai kondisi sebenarnya.
Eri mengatakan Pemkot Surabaya menemukan kasus warga yang secara ekonomi tergolong membutuhkan bantuan, tetapi dalam sistem tercatat memiliki kendaraan bermotor. Setelah ditelusuri, kendaraan tersebut ternyata bukan milik warga yang bersangkutan.
“Ada nama warga yang digunakan, padahal sebenarnya tidak memiliki mobil atau motor. Setelah diklarifikasi, KTP-nya ternyata dipinjam orang lain,” kata Eri, Senin (5/10/2026).
Karena itu, Eri meminta warga menjaga KTP dan tidak meminjamkannya untuk transaksi pembelian kendaraan maupun barang mahal.
“Nyuwun tulung warga Suroboyo, KTP-nya jangan dipinjamkan untuk pembelian mobil atau motor,” ujarnya.
Menurut Eri, ketidaksesuaian data kepemilikan aset menjadi salah satu hal yang ditemukan saat Pemkot melakukan penelusuran data perlinsos di lapangan. Data tersebut penting karena digunakan untuk menentukan warga yang diprioritaskan menerima bantuan.
Untuk meningkatkan ketepatan sasaran bansos, Pemkot Surabaya kini tidak hanya mengandalkan data desil. Penentuan penerima bantuan juga dilakukan melalui musyawarah di tingkat RT.
Dalam mekanisme tersebut, lurah, camat, ketua RT/RW, tokoh masyarakat, serta sedikitnya tiga perempat warga RT dilibatkan untuk melihat kondisi ekonomi warga secara langsung.
Eri mengatakan warga nantinya bersama-sama menentukan tiga tingkat prioritas penerima bantuan.
“Surabaya tidak lagi hanya melihat desil. Kita menentukan prioritas 1, 2, dan 3 secara bersama-sama. Yang menentukan bukan hanya Pemkot, tapi seluruh warga di RT tersebut,” jelasnya.
Warga, lanjut Eri, bisa memprioritaskan lansia yang belum pernah menerima bantuan dan tidak memiliki aset maupun sumber penghidupan memadai.
Dengan pola tersebut, Eri berharap warga ikut mengawasi penyaluran bantuan di lingkungannya. Pemkot juga mendorong masyarakat memanfaatkan kanal pengaduan dan pengecekan, termasuk aplikasi Cek Wargaku.
“Ayo kita pastikan bantuan ini benar-benar jatuh ke tangan warga yang membutuhkan. KTP-ne tulung dijogo, ojo disilihno gawe tuku mobil,” pungkas Eri. ((red))
- Dipublikasi Pada 5 Oktober 2026
- Baru Saja di Update Pada Oktober 5, 2026
- Temukan Kami di Google News
Bagikan ke Media Sosial
Unduh slide siap posting untuk Instagram, TikTok, X & Koran digital

