Portal Berita Surabaya

Munas Tarjih Muhammadiyah Bahas Lima Isu Strategis

Portal Berita Surabaya

infosurabaya-Musyawarah Nasional (Munas) XXXIII Tarjih Muhammadiyah membahas lima agenda strategis yang berkaitan dengan persoalan keagamaan, sosial, dan kebangsaan. Isu yang menjadi pembahasan meliputi fikih lansia, kedaulatan pangan, Risalah Akidah Islam, Risalah Akhlak Islam Praktis, serta pengembangan Himpunan Putusan Tarjih (HPT).

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan, lima agenda tersebut mencerminkan komitmen Muhammadiyah dalam merespons berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.

Hal itu disampaikan Haedar saat memberikan pidato iftitah dalam pembukaan Munas XXXIII Tarjih Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura), Kamis (5/11/2026).

Menurut Haedar, Munas Tarjih kali ini diarahkan untuk meneguhkan akidah, memperindah akhlak, menguatkan ibadah, serta memberdayakan umat dalam membangun peradaban berkemajuan.

Salah satu isu yang mendapat perhatian ialah fikih lansia. Pembahasan ini dinilai penting seiring meningkatnya kebutuhan pelayanan dan pendampingan bagi kelompok lanjut usia dari berbagai lapisan masyarakat.

Selain persoalan keagamaan, kedaulatan pangan juga menjadi agenda strategis. Haedar mengapresiasi perkembangan pemenuhan kebutuhan pangan nasional, termasuk capaian swasembada beras. Namun, menurut dia, capaian tersebut perlu diikuti dengan kebijakan pertanian dan pangan yang semakin baik.

“Ke depan tentu bagaimana kebijakan-kebijakan negara lebih bagus lagi mengenai pertanian dan basic pangan kita,” kata Haedar.

Ia menegaskan, kemandirian pangan harus berjalan seiring dengan kemampuan bangsa mengelola sumber daya alam secara mandiri dan bertanggung jawab.

Haedar mengingatkan, besarnya potensi sumber daya alam Indonesia belum cukup tanpa dukungan sumber daya manusia yang kompeten dan memiliki karakter kuat.

“Karena kalau tidak, kita ini dengan penduduk 281 juta tapi kekayaan alam yang sebenarnya besar, kita tidak bisa mengolah alam ini dengan kemandirian dan kedaulatan kita, jika bangsa kita juga tidak punya kemampuan, termasuk generasi mudanya tidak punya karakter yang kuat,” ujarnya.

Ia menambahkan, Muhammadiyah terus berkontribusi dalam pembangunan umat dan bangsa melalui sektor pendidikan, kesehatan, sosial, ekonomi, serta pencerahan keagamaan.

Sementara itu, Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah Ustadi Hamsah mengatakan, penyelenggaraan Munas Tarjih XXXIII di Surabaya memiliki makna historis bagi Muhammadiyah.

Surabaya merupakan kota kelahiran KH Mas Mansur, Pahlawan Nasional yang juga menjadi Ketua Majelis Tarjih pertama pada 1927.

Menurut Ustadi, momentum tersebut menjadi kesempatan untuk menghidupkan kembali semangat perjuangan dan pemikiran KH Mas Mansur dalam menggerakkan Muhammadiyah serta membangun bangsa.

“Isu-isu yang berkembang akan kita sambungkan dengan spirit KH Mas Mansur yang luar biasa menggerakkan Muhammadiyah, menggerakkan bangsa untuk terus berkembang maju sebagai bangsa yang bermartabat dan terhormat,” ungkapnya.

Dalam pembahasan lima agenda, Risalah Akidah Islam diarahkan untuk merumuskan pemahaman akidah Muhammadiyah yang bersumber dari Al-Qur’an dan Sunah serta mencerminkan karakter Islam Berkemajuan.

Adapun Risalah Akhlak Islam Praktis merupakan pengembangan dari Risalah Akhlak Islam Filosofis. Rumusan ini diharapkan mampu menerjemahkan prinsip-prinsip akhlak Islam ke dalam perilaku dan kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, pengembangan Himpunan Putusan Tarjih (HPT) turut membahas sejumlah persoalan keagamaan. Salah satunya mengenai hukum taswib, yakni bacaan al-shalātu khairum minan naum dalam azan Subuh.

Selain sidang komisi, Munas Tarjih XXXIII juga menggelar seminar tentang kedaulatan pangan dan legasi KH Mas Mansur dalam bidang tarjih, kebangsaan, sosial, serta budaya.

Rangkaian kegiatan dilengkapi dengan Muhammadiyah Heritage Walk atau napak tilas perjalanan perjuangan KH Mas Mansur di Surabaya. Peserta dijadwalkan mengunjungi Masjid KH Mas Mansur, rumah beliau, hingga makam KH Mas Mansur.

Ustadi menjelaskan, napak tilas tersebut bukan sekadar mengenang sejarah, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mendoakan dan mengambil inspirasi dari pemikiran serta perjuangan tokoh Muhammadiyah tersebut.

Munas Tarjih XXXIII diikuti sekitar 320 peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Sejumlah peserta dari luar negeri, antara lain Malaysia, Singapura, dan Kamboja, juga turut ambil bagian.

Seluruh peserta dibagi ke dalam lima komisi untuk membahas masing-masing agenda. Melalui forum ini, Muhammadiyah berharap dapat menghasilkan keputusan dan rumusan pemikiran yang relevan dengan perkembangan zaman serta memberikan kontribusi nyata bagi umat Islam dan bangsa Indonesia.(bro)

  • Dipublikasi Pada 5 November 2026
  • Baru Saja di Update Pada November 5, 2026
  • Temukan Kami di Google News

Bagikan ke Media Sosial

Unduh slide siap posting untuk Instagram, TikTok, X & Koran digital

📸 5 slide sosmed 📰 Koran multi-slide 📝 Caption siap pakai 🎨 Format 4:5 HD

Social Publisher

Posting ke Instagram

REELS 9:16 Slide 1/5
INSTAGRAM REELS

0/2200
💡 Tips: Hasil slide konsisten di HP & desktop karena ukuran capture fixed di 320px.
Follow WhatsApp Channel Infosurabaya
Follow

Trust Verified On Google
Jadikan Infosurabaya sebagai sumber berita tepercaya Anda di Google.
Add as a preferred source on Google
Disclaimer
Konten Munas Tarjih Muhammadiyah Bahas Lima Isu Strategis disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).
Powered By Infosurabaya
Portal Berita Surabaya
Portal Berita Surabaya