Qoimam, Alumni FK Unusa Raih Gelar Magister Kesehatan Lewat Beasiswa Erasmus Mundus

Qoimam, Alumni FK Unusa Raih Gelar Magister Kesehatan Lewat Beasiswa Erasmus Mundus (foto : ist)

infosurabaya.com | SURABAYA – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh alumni Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa). Mohammad Qoimam Bilqisthi Zulfikar, biasa dipanggil Qoimam, lulusan Pendidikan Dokter dan Profesi Dokter FK Unusa, berhasil menyelesaikan studi Magister Kesehatan Masyarakat (European Public Health Master – Europubhealth+) di dua negara Eropa, yakni Belgia dan Prancis, dengan dukungan penuh beasiswa bergengsi Erasmus Mundus Excellence Scholarship dari Uni Eropa.

Qoimam menempuh pendidikan dokter di unusa/” title=”FK Unusa”>FK Unusa selama lebih dari enam tahun. Ia menyelesaikan tahap Sarjana Pendidikan Dokter selama empat tahun, kemudian melanjutkan Profesi Dokter selama dua tahun tujuh bulan.

Proses pendidikan profesi sempat mengalami penyesuaian akibat pandemi COVID-19, namun hal tersebut tidak menyurutkan semangatnya untuk terus melangkah ke jenjang akademik yang lebih tinggi.

Pada studi magisternya, Qoimam menjalani tahun pertama di University of Liège, Belgia, dan tahun kedua di EHESP French School of Public Health, Prancis. Program ini dikenal memiliki ritme akademik yang sangat intens, dengan kurikulum lintas negara, lintas budaya, dan lintas disiplin.

“Di Belgia, saya dituntut sangat serius secara akademik. Biostat*redk menggunakan software R, ujian oral, hingga simulasi perancangan undang-undang kesehatan menjadi pengalaman yang sangat menantang,” ungkapnya.

Sementara itu, di Prancis, sistem pembelajaran menggunakan model alternate, yaitu kombinasi perkuliahan dan magang profesional berbayar. Qoimam sendiri menjalani magang riset selama 11 bulan bersama Fondation MNH Prancis, berfokus pada isu kesehatan tenaga kesehatan.

Qoimam menegaskan bahwa bekal ilmu yang ia peroleh selama menempuh pendidikan di unusa/” title=”FK Unusa”>FK Unusa sangat membantunya beradaptasi dengan tuntutan akademik internasional.

“Fondasi metodologi dan ilmu Kesehatan Masyarakat yang saya dapatkan di Unusa sangat kuat. Itu membuat saya tidak terlalu kesulitan mengikuti perkuliahan magister yang materinya jauh lebih mendalam,” jelasnya.

Ia juga menyoroti suasana klinis di University of Liège yang mengingatkannya pada pengalaman kuliah dan praktik di RSI Jemursari, rumah sakit pendidikan unusa/” title=”FK Unusa”>FK Unusa.

“Atmosfer klinisnya terasa familiar, pasien lalu-lalang, dosen mengajar dengan jas dokter. Itu membuat saya merasa seperti kembali ke Unusa,” tambahnya.

Qoimam berpesan kepada mahasiswa unusa/” title=”FK Unusa”>FK Unusa agar sejak dini menaruh perhatian besar pada penguasaan bahasa Inggris.

Menurutnya, hampir seluruh literatur kedokteran dan jurnal ilmiah internasional menggunakan bahasa Inggris, sehingga kemampuan ini menjadi kunci untuk bersaing, baik di dalam maupun luar negeri.

Ia juga mendorong mahasiswa untuk aktif mengikuti kegiatan di luar kelas, seperti Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), penelitian, pengabdian masyarakat, dan organisasi kemahasiswaan.

“Soft skills seperti kepemimpinan, komunikasi, dan kerja tim sangat penting, dan itu banyak ditempa lewat organisasi,” ujarnya.

Prestasi Qoimam menjadi bukti bahwa lulusan unusa/” title=”FK Unusa”>FK UNUSA mampu berkiprah di tingkat global, sekaligus menegaskan komitmen FK UNUSA dalam mencetak dokter yang unggul secara akademik, profesional, dan berdaya saing internasional.(*red)

  • Dipublikasi Pada 15 Januari 2026
  • Baru Saja di Update Pada Januari 15, 2026
  • Temukan Kami di Google News
Follow WhatsApp Channel Infosurabaya
Follow

Trust Verified On Google
Jadikan Infosurabaya sebagai sumber berita tepercaya Anda di Google.
Add as a preferred source on Google
Disclaimer
Konten Qoimam, Alumni FK Unusa Raih Gelar Magister Kesehatan Lewat Beasiswa Erasmus Mundus disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).
Powered By Infosurabaya