Portal Berita Surabaya

Ribuan Maba Umsura Angkat Boneka, Pembalut, dan Popok untuk Korban Bencana NTT

Portal Berita Surabaya

infosurabaya.com-Ribuan mahasiswa baru Universitas Mummadiyah Surabaya (Umsura) mengangkat boneka, pembalut, dan popok secara bersamaan. Aksi tersebut menjadi simbol kepedulian terhadap perempuan dan anak-anak yang terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sebanyak 3.185 mahasiswa baru mengikuti aksi tersebut dalam pembukaan Mastama, Ordik, dan Expo UKM (MOX) 2026 di halaman kampus Umsura, Senin (14/9/2026). Sembari menyanyikan lagu Tanah Air, mereka mengangkat berbagai barang kebutuhan khusus perempuan dan anak.

Aksi ini tidak sekadar menjadi simbol dukungan. Ribuan boneka, pembalut, dan popok yang dikumpulkan mahasiswa akan disalurkan kepada korban bencana di NTT melalui Lazismu Jawa Timur.

Perempuan dan Anak Kerap Luput dalam Bantuan Bencana

Rektor Umsura Prof. Mundakir mengatakan, penggalangan bantuan tersebut berangkat dari perhatian terhadap kebutuhan kelompok rentan yang kerap luput dalam penanganan bencana.

Menurutnya, bantuan bencana selama ini umumnya berfokus pada makanan, air bersih, obat-obatan, dan kebutuhan pokok. Padahal, perempuan dan anak-anak memiliki kebutuhan spesifik yang tetap harus dipenuhi dalam situasi darurat.

“Perempuan memiliki kebutuhan biologis yang tetap berlangsung dalam bencana. Menstruasi, kehamilan, persalinan, menyusui, dan kebutuhan kesehatan reproduksi tidak berhenti ketika terjadi bencana,” ujar Mundakir.

Ia menjelaskan, kondisi darurat dapat memperburuk akses perempuan terhadap air bersih, toilet, ruang privat, perlengkapan kebersihan, dan layanan kesehatan. Situasi tersebut tidak hanya berpengaruh terhadap kesehatan, tetapi juga rasa aman dan martabat perempuan di pengungsian.

Karena itu, Mundakir menilai pembalut dan popok seharusnya menjadi bagian dari bantuan dasar dalam respons kebencanaan, bukan sekadar bantuan tambahan.

“Pembalut dan popok seharusnya masuk dalam bantuan dasar korban bencana, termasuk di NTT. Ini bukan hanya soal kenyamanan, tetapi menyangkut kesehatan, kebersihan, martabat, dan perlindungan kelompok rentan,” katanya.

Boneka untuk Dukungan Psikososial Anak

Selain kebutuhan perempuan, aksi mahasiswa baru Umsura juga menyoroti kondisi psikologis anak-anak korban bencana. Boneka yang dikumpulkan diharapkan dapat menjadi bagian dari dukungan psikososial bagi anak-anak yang menghadapi situasi traumatis.

Mundakir mengatakan, anak-anak korban bencana tidak hanya berhadapan dengan kehilangan tempat tinggal. Mereka juga berpotensi kehilangan rutinitas, lingkungan bermain, sekolah, rasa aman, hingga benda-benda yang selama ini memberikan kenyamanan.

Dalam konteks psikologi kebencanaan, boneka dapat menjadi media bagi anak untuk mengekspresikan perasaan melalui bermain dan bercerita.

“Boneka bisa menjadi media bagi anak untuk bercerita, bermain peran, memproyeksikan rasa takut atau marah, membuat cerita tentang bencana, atau sekadar memeluk ketika merasa cemas,” jelasnya.

Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa bantuan kemanusiaan tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan fisik, tetapi juga pemulihan kondisi emosional korban, khususnya anak-anak.

Mahasiswa Umsura Dikirim sebagai Relawan ke NTT

Komitmen Umsura dalam membantu korban bencana NTT juga diwujudkan melalui pengiriman mahasiswa sebagai relawan. Pada kesempatan yang sama, Rektor Prof. Mundakir melepas mahasiswa yang akan menjalankan tugas kemanusiaan di NTT selama satu bulan.

Mahasiswa yang diberangkatkan berasal dari berbagai jurusan. Mereka akan terlibat dalam kegiatan pendampingan masyarakat terdampak bencana.

“Di Umsura memang membuka open recruitment Aksi Mahasiswa Tanggap Bencana (Matana) untuk NTT, jadi yang diberangkatkan nanti dari beragam jurusan dan tentu kegiatan ini akan dikonversikan sebagai agenda KKN,” ujar Mundakir.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya kampus untuk menghadirkan mahasiswa secara langsung dalam proses pemulihan masyarakat, sekaligus memberikan pengalaman pembelajaran melalui kegiatan kemanusiaan.

Bantuan Bencana Perlu Berbasis Kebutuhan

Bencana di NTT telah menimbulkan dampak kemanusiaan dan kerusakan fisik dalam skala besar. Data yang menjadi rujukan penanganan bencana tersebut mencatat korban jiwa mencapai 136 orang, dengan 88 di antaranya meninggal dunia setelah sempat mendapatkan penanganan medis. Sebanyak 102.384 unit rumah warga juga terdampak dengan tingkat kerusakan berat, sedang, hingga ringan.

Di tengah besarnya kebutuhan penanganan bencana, Mundakir menegaskan pentingnya bantuan yang disusun berdasarkan kebutuhan spesifik korban.

Perempuan, anak-anak, bayi, dan kelompok rentan lainnya dapat menghadapi persoalan berbeda selama berada di lokasi bencana maupun pengungsian. Oleh sebab itu, bantuan perlu dirancang agar tepat sasaran dan tidak hanya mengandalkan jenis barang yang paling mudah dikumpulkan.

“Dalam situasi bencana, perempuan dan anak merupakan kelompok rentan yang harus mendapatkan perhatian khusus dalam setiap tahapan penanganan agar bantuan dan perlindungan dapat diberikan secara tepat sasaran,” pungkasnya.

Melalui aksi ribuan mahasiswa baru tersebut, Umsura mendorong agar perlindungan perempuan dan anak menjadi bagian penting dalam respons kebencanaan, mulai dari masa darurat hingga proses pemulihan.(bro)

  • Dipublikasi Pada 15 September 2026
  • Baru Saja di Update Pada September 15, 2026
  • Temukan Kami di Google News

Bagikan ke Media Sosial

Unduh slide siap posting untuk Instagram, TikTok, X & Koran digital

📸 5 slide sosmed 📰 Koran multi-slide 📝 Caption siap pakai 🎨 Format 4:5 HD

Social Publisher

Posting ke Instagram

REELS 9:16 Slide 1/5
INSTAGRAM REELS

0/2200
💡 Tips: Hasil slide konsisten di HP & desktop karena ukuran capture fixed di 320px.
Follow WhatsApp Channel Infosurabaya
Follow

Trust Verified On Google
Jadikan Infosurabaya sebagai sumber berita tepercaya Anda di Google.
Add as a preferred source on Google
Disclaimer
Konten Ribuan Maba Umsura Angkat Boneka, Pembalut, dan Popok untuk Korban Bencana NTT disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).
Powered By Infosurabaya
Portal Berita Surabaya
Portal Berita Surabaya