Mahasiswa UPN Veteran Jatim foto bersama dengan pelaku UMKM Batik/dok.bicarasurabaya.com
Infosurabaya.com — Sejumlah mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur menggagas kampanye budaya bertajuk “Wear Your Culture, Spread Your Pattern” sebagai upaya mendorong normalisasi penggunaan batik dan pakaian tradisional di kalangan generasi muda. Kampanye ini lahir dari keprihatinan terhadap menurunnya pemakaian batik dalam keseharian, yang selama ini lebih sering dibatasi pada acara formal dan seremonial.
Batik dan kain tradisional Indonesia dipandang bukan sekadar produk fesyen, melainkan warisan budaya yang sarat nilai sejarah, filosofi, dan identitas bangsa. Melalui kampanye ini, mahasiswa berupaya mengajak anak muda menjadikan batik sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari, sekaligus meningkatkan pemahaman tentang motif, teknik pembuatan, serta keragaman kain tradisional Nusantara.
Kampanye dilaksanakan secara digital melalui media sosial Instagram dengan pendekatan komunikasi yang ringan dan interaktif. Pada hari pertama, mahasiswa memulai kampanye dengan konten Add Yours bertajuk “Wear Your Culture” yang mengajak pengguna membagikan pengalaman mengenakan batik dan pakaian tradisional. Respons publik terbilang positif, ditandai dengan meningkatnya partisipasi dan unggahan dari kalangan anak muda.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini mendapat pendampingan dari Herlina Suksmawati, dosen Ilmu Komunikasi, yang berperan sebagai dosen pembimbing. Ia menekankan pentingnya strategi komunikasi kreatif dalam upaya pelestarian budaya, khususnya di kalangan generasi muda.
Menurut Herlina, pendekatan kampanye berbasis digital menjadi pilihan yang relevan karena mampu menjangkau audiens muda secara lebih luas dan kontekstual. “Pelestarian budaya tidak harus selalu dilakukan melalui cara-cara formal. Ketika dikemas dengan narasi yang dekat dengan keseharian anak muda, batik justru bisa tampil sebagai simbol identitas yang membanggakan,” ujarnya.
Sebagai bagian dari penguatan materi edukasi, mahasiswa juga menggandeng pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), yakni Mirota Batik & Handicraft Surabaya. Melalui sesi wawancara, pihak UMKM berbagi pengetahuan seputar tren pembelian batik, perbedaan batik tulis, cap, dan print, hingga cara perawatan kain agar tetap awet. Hasil wawancara tersebut kemudian dikemas menjadi konten edukatif yang disebarluaskan kepada publik.
Pihak Mirota Batik & Handicraft Surabaya mengapresiasi kolaborasi ini. Menurut mereka, keterlibatan mahasiswa dan generasi muda sangat dibutuhkan untuk menjaga keberlanjutan batik di tengah ketatnya persaingan industri fesyen modern.
Selain itu, kampanye ini juga melibatkan Adynda Putri Salsabila, Duta Batik dan Pariwisata Kota Sidoarjo, untuk menghadirkan perspektif anak muda dalam pelestarian budaya. Adynda menegaskan bahwa batik tidak seharusnya dipandang sebagai busana yang kaku dan eksklusif, melainkan dapat dikreasikan secara modern agar sesuai dengan selera generasi muda.
Melalui kampanye “Wear Your Culture, Spread Your Pattern”, mahasiswa menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat dilakukan secara kreatif, inklusif, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Selain berdampak pada penguatan identitas budaya, kegiatan ini juga menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk mengasah kepemimpinan, komunikasi publik, serta kepedulian sosial terhadap warisan budaya Indonesia.
(Penulis: Herlina Suksmawati/Dosen Ilmu Komunikasi UPN Veteran Jawa Timur)
- Dipublikasi Pada 10 Februari 2026
- Baru Saja di Update Pada Februari 10, 2026
- Temukan Kami di Google News
