Portal Berita Surabaya

Hijab CIARRA Hidupkan Motif Batik Ciamis

Melalui CIARRA, mahasiswa S1 Manajemen Unusa mencoba memperlihatkan bahwa budaya dan bisnis dapat berjalan beriringan.(ist)
Portal Berita Surabaya

infosurabaya.com-Melestarikan budaya tidak selalu harus dilakukan melalui cara-cara konvensional. Lima mahasiswa Program Studi S1 Manajemen Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) mencoba membawa motif Batik Ciamis ke ruang yang lebih dekat dengan generasi muda melalui produk fashion muslimah.

Melalui brand CIARRA, mereka mengembangkan hijab segiempat berbahan Voal Ultrasoft dengan teknologi printing yang mengadaptasi sejumlah motif khas Batik Ciamis.

Tiga motif menjadi inspirasi utama, yakni Rereng Eneng, Sulur Anggrek, dan Cupat Manggu. Motif-motif tersebut kemudian dikembangkan menjadi desain hijab yang lebih modern tanpa meninggalkan karakter budaya asalnya.

Bagi tim CIARRA, gagasan tersebut bukan hanya tentang menciptakan produk fashion. Mereka ingin menjadikan hijab sebagai media untuk memperkenalkan kembali kekayaan budaya lokal kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

Ide itu berangkat dari keprihatinan terhadap keberadaan Batik Ciamis yang sempat mengalami kemunduran. Batik khas daerah tersebut bahkan disebut sempat hilang dari peredaran selama sekitar 20 tahun akibat persaingan dengan batik cetak dan tekstil bermotif batik.

Kondisi tersebut mendorong mahasiswa Unusa mencari cara baru agar motif Batik Ciamis tetap dikenal dan relevan dengan perkembangan zaman.

Semangat itu kemudian dirangkum melalui tagline CIARRA, “Cantik Berbudaya, Anggun Bermakna”.

Melalui produk hijab, tim CIARRA berusaha mempertemukan identitas budaya lokal dengan kebutuhan fashion muslimah yang modern, nyaman, sekaligus mudah digunakan dalam aktivitas sehari-hari.

CIARRA dikembangkan oleh Putri Salsabila Az Zahra dan Lailatul Fitriani dari angkatan 2023, serta Siti Hidayah, Tasya Ananta, dan Sahda Naila Alim dari angkatan 2024. Kelimanya merupakan mahasiswa S1 Manajemen Unusa di bawah bimbingan dosen Rachma Rizqina Mardhotillah, S.T., M.M.

Empat Motif Jadi Koleksi Hijab

Dalam proses pengembangannya, CIARRA telah menghasilkan empat koleksi hijab, yakni Sajunta Series, Rereng Series, Asri Series, dan Mustika Series.

Setiap koleksi memiliki karakter visual berbeda, namun tetap mengambil inspirasi dari kekayaan motif Batik Ciamis.

Rereng Series, misalnya, memadukan motif Rereng Eneng dan Lepaan Kembang. Pola dinamis dipadukan dengan unsur floral sehingga menghasilkan tampilan feminin yang sesuai untuk produk hijab.

Sementara Sajunta Series terinspirasi dari motif Sulur Anggrek. Karakter flora yang lembut dan anggun diterjemahkan ke dalam desain bernuansa earthy sehingga memberikan kesan tenang dan elegan.

Pengembangan produk dilakukan dari tahap pemilihan bahan, perancangan desain, proses printing, penjahitan label, pengemasan hingga distribusi.

Tidak hanya mengembangkan produk, mahasiswa tersebut juga mengikuti berbagai bimbingan dan pelatihan untuk memperkuat kemampuan bisnis. Materinya antara lain digital marketing, pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB), hingga pengembangan desain media dan produk.

Dari Tugas Mahasiswa Menjadi Rintisan Usaha

CIARRA kini tidak berhenti sebagai proyek mahasiswa. Produk tersebut mulai diarahkan menjadi rintisan usaha dengan membangun aspek legalitas, pemasaran dan jaringan distribusi.

Dari sisi legalitas, tim telah memiliki NPWP dan NIB. Mereka juga sedang mengajukan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) untuk melindungi identitas dan inovasi produk.

Untuk pemasaran, CIARRA menggunakan dua pendekatan, yakni Business-to-Business (B2B) dan Business-to-Customer (B2C).

Jalur B2B dilakukan melalui kerja sama dengan Ibu PKK di Ciamis, konsinyasi melalui Koperasi Mahasiswa Unusa, bazar, serta corporate sales.

Sementara pemasaran langsung kepada konsumen dikembangkan melalui sejumlah platform digital, seperti Instagram, TikTok, WhatsApp, Pinterest, TikTok Shop, Shopee dan WhatsApp Business.

Jaringan kemitraan juga mulai diperluas. Di antaranya dengan Koperasi Mahasiswa Unusa, PKK Desa Kertajaya-Ciamis, PKK Desa Karangpawitan-Ciamis, USG Unusa, ToBe Shop Surabaya, serta Asrama Al Khadijah Ponpes Darul Hidayah, Mojokerto.

Kerja sama tersebut tidak hanya ditujukan untuk memperluas pemasaran, tetapi juga membangun ekosistem pengembangan produk CIARRA.

Bagi tim CIARRA, pengalaman mengembangkan hijab dengan motif Batik Ciamis menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat dilakukan melalui pendekatan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Motif tradisional tidak harus berhenti sebagai bagian dari sejarah. Dengan kreativitas, motif tersebut dapat dikembangkan menjadi produk fashion yang memiliki nilai estetika sekaligus nilai ekonomi.

Melalui CIARRA, mahasiswa S1 Manajemen Unusa mencoba memperlihatkan bahwa budaya dan bisnis dapat berjalan beriringan. Kekayaan motif lokal menjadi sumber inspirasi kreativitas, sementara produk fashion menjadi salah satu cara agar warisan budaya tetap hadir dan digunakan oleh masyarakat masa kini.(bro)

  • Dipublikasi Pada 10 September 2026
  • Baru Saja di Update Pada September 10, 2026
  • Temukan Kami di Google News
Follow WhatsApp Channel Infosurabaya
Follow

Trust Verified On Google
Jadikan Infosurabaya sebagai sumber berita tepercaya Anda di Google.
Add as a preferred source on Google
Disclaimer
Konten Hijab CIARRA Hidupkan Motif Batik Ciamis disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).
Powered By Infosurabaya
Portal Berita Surabaya
Portal Berita Surabaya