Infosurabaya | Biaya Jasa Pembuatan Sumur Bor Surabaya, Siang itu, di sebuah rumah di kawasan Wonocolo, Surabaya, saya berdiri di halaman belakang yang sempit. Sebuah rig bor sederhana berdiri di atas tanah. Lumpur bercampur air mengalir keluar dari pipa, membasahi paving. Dua pekerja sibuk menyambung pipa paralon. Seorang bapak paruh baya, pemilik rumah, mengawasi dari teras sambil sesekali mengelap keringat.
“Ini sumur kedua, Mas. Yang pertama airnya asin. Nggak bisa dipakai mandi, apalagi minum,” ujarnya.
Ia bercerita, sumur bor pertamanya dibuat setahun lalu dengan harga murah. Tapi begitu dipakai, airnya terasa asin dan berbau. Ia pun harus mengeluarkan biaya lagi untuk membuat sumur baru dengan kedalaman lebih.
Dari situlah saya mulai menelusuri: berapa standar harga jasa sumur bor di Surabaya, dan bagaimana menghindari jebakan air payau?
Mengapa Air Payau Muncul di Surabaya?
Air payau adalah campuran air tawar dan air laut. Di Surabaya, kondisi ini umum terjadi karena beberapa faktor:
-
Intrusi air laut. Pengambilan air tanah berlebihan membuat air laut masuk ke akuifer.
-
Jarak ke laut. Wilayah pesisir seperti Kenjeran, Bulak, dan Tambaksari lebih rentan.
-
Kedalaman sumur. Sumur yang terlalu dangkal bisa berada di lapisan air payau.
-
Kondisi tanah. Tanah lempung dan pasir bercampur membuat air mudah tercemar.
Menurut seorang teknisi sumur bor yang akrab disapa Pak M, yang sudah 15 tahun bekerja di Surabaya, kedalaman adalah kunci.
“Kalau di daerah pesisir, minimal 60 sampai 80 meter baru dapat air tawar. Kalau cuma 30 meter, ya airnya payau,” jelasnya saat ditemui di kawasan Kenjeran.
Ia menambahkan, banyak penyedia jasa murah mengabaikan survei geolistrik.
“Yang penting bor, dapat air, selesai. Padahal kalau nggak disurvei dulu, bisa salah kedalaman,” ujarnya.
Rincian Biaya Sumur Bor di Surabaya
Dari penelusuran di beberapa penyedia jasa di Surabaya, berikut rentang biaya yang muncul di pasaran.
Berdasarkan kedalaman:
-
20–30 meter: Rp3.000.000–Rp5.000.000
-
40–50 meter: Rp6.000.000–Rp9.000.000
-
60–80 meter: Rp10.000.000–Rp15.000.000
-
100 meter ke atas: Rp18.000.000–Rp25.000.000
Biaya tambahan:
-
Survei geolistrik: Rp500.000–Rp1.500.000
-
Pipa paralon (per meter): Rp25.000–Rp50.000
-
Mesin pompa: Rp1.500.000–Rp5.000.000
-
Tandon air: Rp800.000–Rp2.500.000
-
Instalasi listrik: Rp500.000–Rp1.500.000
Harga bisa berbeda tergantung lokasi, jenis tanah, dan tingkat kesulitan pengeboran.
Tips Orang Dalam: Menghindari Sumur Air Payau
Pak M memberikan beberapa kiat agar konsumen tidak salah investasi.
-
Minta survei geolistrik. Ini untuk mengetahui kedalaman lapisan air tawar.
-
Tanyakan kedalaman target. Pastikan penyedia jasa memahami kondisi tanah setempat.
-
Cek riwayat sumur tetangga. Jika banyak yang payau, kemungkinan besar sama.
-
Jangan tergiur harga murah. Sumur bor murah sering kali dangkal dan cepat kering.
-
Pastikan ada garansi. Beberapa penyedia memberi garansi debit air atau kualitas air.
-
Minta uji kualitas air. Lakukan tes salinitas sebelum sumur dipakai.
“Kalau penyedia jasa nggak mau survei dulu, itu tanda bahaya. Mereka cuma mau cepat dapat uang,” tegas Pak M.
Kapan Sumur Bor Perlu Dikerjakan Ulang?
Dari pengamatan di Wonocolo, sumur kedua akhirnya mencapai kedalaman 70 meter. Airnya jernih dan tidak asin. Namun, biaya yang dikeluarkan hampir dua kali lipat dari sumur pertama.
Sang pemilik rumah mengaku kapok memilih jasa murah.
“Sekarang saya paham, sumur bor itu bukan soal bor saja. Tapi soal tahu di mana airnya,” katanya.
Perbandingan Paket Sumur Bor
Berikut tabel perbandingan paket sumur bor berdasarkan kedalaman dan kelengkapan.
| Paket | Kedalaman | Estimasi Biaya | Survei Geolistrik | Garansi | Risiko Air Payau |
|---|---|---|---|---|---|
| Ekonomis | 20–30 m | Rp3.000.000–Rp5.000.000 | Tidak | Tidak ada | Tinggi |
| Standar | 40–50 m | Rp6.000.000–Rp9.000.000 | Kadang | 3 bulan | Sedang |
| Premium | 60–80 m | Rp10.000.000–Rp15.000.000 | Ya | 6–12 bulan | Rendah |
| Dalam | 100 m+ | Rp18.000.000–Rp25.000.000 | Ya | 1 tahun | Sangat rendah |
Air yang Akhirnya Tawar
Sore itu, di halaman rumah Wonocolo, air mengucur deras dari keran baru. Sang pemilik menampungnya di ember, lalu mencelupkan tangan. Ia tersenyum.
“Tawar, Mas. Akhirnya,” ujarnya.
Di kota pesisir seperti Surabaya, air tanah adalah harta yang tidak selalu mudah didapat. Sumur bor bukan sekadar soal menancapkan pipa ke tanah, tapi soal memahami di kedalaman berapa air tawar bersembunyi—dan berapa biaya jujur untuk mencapainya.
Catatan Redaksi: Artikel ini murni hasil liputan investigasi lapangan tim infosurabaya.com demi transparansi publik, dan tidak disponsori oleh pihak penyedia jasa mana pun. Tarif dan layanan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan vendor.
- Dipublikasi Pada 2 Oktober 2026
- Baru Saja di Update Pada Oktober 3, 2026
- Temukan Kami di Google News
Bagikan ke Media Sosial
Unduh slide siap posting untuk Instagram, TikTok, X & Koran digital

