Infosurabaya.com – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyoroti dua persoalan di sekolah negeri: harga perlengkapan seragam yang masih dikeluhkan mahal dan fasilitas sekolah yang tidak layak. Padahal, sekolah mendapat dukungan anggaran melalui Bantuan Operasional Pendidikan Daerah (BOPDA).
Sorotan itu disampaikan Eri saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di SMPN 47 Surabaya, Jumat (2/10/2026). Dalam sidak tersebut, ia menemukan dua kamar mandi sekolah dalam kondisi terkunci karena tidak dapat digunakan.
Eri juga melihat persoalan fasilitas lainnya, mulai dari air yang menggenang hingga saluran air yang tidak berfungsi. Kondisi itu membuatnya meminta penggunaan anggaran sekolah dievaluasi dan dioptimalkan untuk pemeliharaan fasilitas.
“Kamar mandi ini adalah hal yang paling penting. Ada dua kamar mandi yang dikunci, digembok, karena tidak bisa digunakan,” kata Eri.
Menurut Eri, kondisi tersebut tidak seharusnya terjadi di sekolah negeri. Ia meminta anggaran BOPDA dan Bantuan Operasional Sekolah Nasional (BOSNAS) dimanfaatkan untuk memastikan fasilitas dasar sekolah berfungsi dengan baik.
“Cek semua anggaran sekolah BOPDA dan BOSNAS. Masa sekolah seperti ini, kamar mandi rusak semua,” tegasnya.
Selain fasilitas, Eri kembali menyoroti harga perlengkapan seragam sekolah. Ia meminta tidak ada lagi keluhan orang tua mengenai harga topi, dasi, kaus kaki, sabuk maupun perlengkapan lainnya yang dinilai terlalu mahal.
Eri mengatakan aturan terkait seragam akan diperketat mulai tahun depan. Dinas Pendidikan Surabaya diminta menyebarkan edaran kepada seluruh kepala sekolah SD dan SMP negeri.
“Tahun depan aturan tersebut wajib ditaati seluruh SD-SMP Negeri,” ujarnya.
Eri juga membuka ruang bagi masyarakat untuk melaporkan apabila masih menemukan persoalan harga perlengkapan sekolah. Ia bahkan mengancam memberikan sanksi kepada pihak sekolah yang terbukti melanggar.
“Sampai masih ada laporan, saya pastikan kepala sekolahnya saya ganti, Kepala Dinas Pendidikan saya beri sanksi,” tegas Eri.
Eri tidak hanya meminta perbaikan kamar mandi. Seluruh SD dan SMP negeri juga diminta memastikan tidak ada barang bekas yang menumpuk di lingkungan sekolah.
Ia memberikan tenggat hingga akhir pekan untuk pembenahan dan menyatakan akan kembali melakukan pengecekan.
Eri juga mendorong agar fasilitas yang sudah diperbaiki tidak kembali rusak karena minim perawatan. Salah satu usulnya ialah menyediakan petugas khusus untuk menjaga kebersihan kamar mandi sekolah.
“Nanti di situ diberikan penjaga. Kalau yang perempuan ya perempuan, yang laki-laki ya laki-laki. Jadi setelah anak-anak keluar, langsung dibersihkan,” katanya.
Eri berharap pembenahan fasilitas dan pengawasan terhadap perlengkapan sekolah berjalan bersamaan. Dengan begitu, anggaran pendidikan tidak hanya terserap, tetapi benar-benar terasa manfaatnya bagi siswa dan orang tua. ((red))
- Dipublikasi Pada 2 Oktober 2026
- Baru Saja di Update Pada Oktober 2, 2026
- Temukan Kami di Google News
Bagikan ke Media Sosial
Unduh slide siap posting untuk Instagram, TikTok, X & Koran digital

