Infosurabaya | Kedalaman Pipa Sumur Bor, Pagi itu, di sebuah gang sempit di kawasan Kenjeran, Surabaya, saya berdiri di samping tumpukan pipa paralon. Panjangnya bervariasi, mulai dari dua meter hingga empat meter. Seorang pekerja mengenakan sarung tangan karet sedang menyambung pipa dengan lem PVC. Bau lem menyengat bercampur aroma lumpur basah.
Di sebelahnya, sebuah mesin bor tua berdebu. Pemilik rumah, seorang nelayan paruh baya, duduk di bangku kayu sambil memandangi lubang sumur yang sudah dibor sejak pagi.
“Ini sumur lama, Mas. Dulu airnya tawar. Sekarang sudah asin. Katanya harus ditambah kedalamannya,” ujarnya sambil menunjuk pipa yang hendak dimasukkan.
Dari situlah saya mulai menelusuri: berapa sebenarnya biaya penambahan kedalaman pipa sumur bor di Kenjeran, dan apa yang membuat harga bisa berbeda-beda antar penyedia jasa?
Mengapa Sumur di Kenjeran Harus Ditambah Kedalamannya?
Kenjeran adalah salah satu wilayah pesisir Surabaya yang paling rentan terhadap intrusi air laut. Pengambilan air tanah yang berlebihan selama bertahun-tahun membuat lapisan air tawar semakin dalam. Sumur yang dulu cukup di kedalaman 30 meter, kini harus mencapai 60 meter atau lebih untuk mendapatkan air tawar.
Menurut seorang teknisi sumur bor yang akrab disapa Pak M, yang sudah 15 tahun bekerja di kawasan pesisir Surabaya, penambahan kedalaman adalah solusi paling umum.
“Kalau sumurnya masih bagus, pipanya masih kuat, tinggal ditambah. Tapi kalau pipanya sudah keropos atau miring, ya harus dibor ulang,” jelasnya saat ditemui di kawasan Kenjeran.
Ia menambahkan, banyak warga yang memilih menambah kedalaman karena biayanya lebih murah dibanding membuat sumur baru.
“Tapi tetap harus dilihat dulu kondisinya. Jangan asal tambah,” ujarnya.
Rincian Biaya Penambahan Kedalaman
Dari penelusuran di beberapa penyedia jasa di Kenjeran dan sekitarnya, berikut rentang biaya penambahan kedalaman pipa sumur bor.
Biaya berdasarkan penambahan kedalaman:
-
Penambahan 10 meter: Rp2.500.000–Rp4.000.000
-
Penambahan 20 meter: Rp5.000.000–Rp7.500.000
-
Penambahan 30 meter: Rp7.500.000–Rp11.000.000
-
Penambahan 40 meter ke atas: Rp11.000.000–Rp15.000.000
Biaya komponen:
-
Pipa paralon (per meter): Rp30.000–Rp50.000
-
Sambungan dan lem PVC: Rp100.000–Rp250.000
-
Mesin pompa baru (jika diperlukan): Rp1.500.000–Rp4.000.000
-
Kabel listrik pompa (per meter): Rp15.000–Rp30.000
-
Jasa pengeboran (per meter): Rp150.000–Rp300.000
Harga bisa berbeda tergantung jenis tanah, tingkat kesulitan, dan akses lokasi.
Tips Orang Dalam: Menghindari Mark-up Biaya Penambahan
Pak M memberikan beberapa kiat agar konsumen tidak terjebak harga yang tidak wajar.
-
Minta rincian per meter. Jangan terima harga borongan tanpa rincian pipa, jasa, dan sambungan.
-
Tanyakan kedalaman target. Pastikan penyedia jasa tahu di kedalaman berapa air tawar ditemukan.
-
Cek kondisi pipa lama. Jika masih layak, penambahan bisa dilakukan tanpa mengganti seluruh pipa.
-
Waspadai biaya tak terduga. Pastikan ada kesepakatan tertulis sebelum pekerjaan dimulai.
-
Minta garansi. Beberapa penyedia memberi garansi debit air atau kualitas air setelah penambahan.
-
Bandingkan minimal tiga penyedia. Harga di Kenjeran bisa berbeda hingga 30 persen untuk pekerjaan serupa.
“Kalau penyedia jasa bilang ‘nanti aja dihitung pas selesai’, itu red flag. Bisa jadi biaya membengkak,” tegas Pak M.
Kapan Penambahan Kedalaman Tidak Cukup?
Dari pengamatan di Kenjeran, tidak semua sumur bisa diperbaiki dengan penambahan kedalaman. Jika pipa sudah keropos, miring, atau sumur sudah lama tidak dipakai, penambahan justru bisa merusak sumur.
Sang nelayan di gang sempit itu mengaku sempat ragu. Sumurnya sudah berumur delapan tahun. Pipa paralonnya mulai berwarna kecokelatan. Namun, setelah diperiksa, pipanya masih cukup kuat.
“Katanya masih bisa ditambah 20 meter. Semoga airnya tawar lagi,” ujarnya.
Perbandingan Biaya Penambahan Kedalaman
Berikut tabel perbandingan biaya berdasarkan penambahan kedalaman dan komponen.
| Penambahan | Estimasi Biaya Total | Pipa (per meter) | Jasa Bor (per meter) | Garansi | Risiko Air Payau |
|---|---|---|---|---|---|
| 10 meter | Rp2.500.000–Rp4.000.000 | Rp30.000–Rp40.000 | Rp150.000–Rp200.000 | 3 bulan | Sedang |
| 20 meter | Rp5.000.000–Rp7.500.000 | Rp35.000–Rp45.000 | Rp180.000–Rp250.000 | 3–6 bulan | Sedang |
| 30 meter | Rp7.500.000–Rp11.000.000 | Rp40.000–Rp50.000 | Rp200.000–Rp300.000 | 6 bulan | Rendah |
| 40 meter+ | Rp11.000.000–Rp15.000.000 | Rp40.000–Rp50.000 | Rp250.000–Rp300.000 | 6–12 bulan | Rendah |
Air yang Ditunggu di Ujung Pipa
Sore itu, di gang sempit Kenjeran, pipa baru akhirnya masuk ke dalam lubang sumur. Mesin bor kembali menyala. Lumpur mengalir keluar. Sang nelayan berdiri di dekat lubang, menunggu air pertama mengucur.
“Kalau tawar, malam ini saya syukuran kecil-kecilan,” katanya sambil tersenyum tipis.
Di wilayah pesisir seperti Kenjeran, sumur bor bukan sekadar sumber air. Ia adalah harapan yang ditanam puluhan meter di bawah tanah—dan biaya untuk mencapainya harus dihitung dengan jujur, bukan dengan janji manis di awal.
Catatan Redaksi: Artikel ini murni hasil liputan investigasi lapangan tim infosurabaya.com demi transparansi publik, dan tidak disponsori oleh pihak penyedia jasa mana pun. Tarif dan layanan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan vendor.
- Dipublikasi Pada 3 Oktober 2026
- Baru Saja di Update Pada Oktober 3, 2026
- Temukan Kami di Google News
Bagikan ke Media Sosial
Unduh slide siap posting untuk Instagram, TikTok, X & Koran digital

