infosuarabaya.com-Diduga teledor, puluhan pasien rehabilitasi narkoba Yayasan Omah Sehat Bersinar di Jalan Pucang Taman Nomor 2, Kertajaya, Surabaya, dikabarkan kabur secara massal pada Senin (12/10/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Kejadian ini, jelas memicu keresahan warga sekitar .
Informasi yang dihimpun, ada sekitar 20 pasien yang menjalani rehabilitasi narkotika di Yayasan Omah Sehat Bersinar, Jalan Pucang Taman, Kecamatan Gubeng, Surabaya, kabur secara bersamaan. Peristiwa yang mengejutkan warga ini karena para pasien terlihat berhamburan keluar dari area yayasan menyebar permukiman sekitar.
Sejumlah warga mengaku menyaksikan langsung kejadian tersebut. Mereka sempat mengira terjadi keributan atau tawuran, sebelum mengetahui bahwa orang-orang yang berlarian itu merupakan pasien rehabilitasi narkotika.
Salah seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan mengatakan, para pasien melarikan diri dengan kondisi pakaian yang beragam. Sebagian di antaranya hanya mengenakan sarung dan celana pendek.
“Awalnya saya pikir ada kejadian pencurian, ternyata orang-orang kabur dari rumah rehab. Ada yang cuma pakai sarung, ada yang pakai celana pendek. Mereka lari berhamburan ke arah Jalan Pucang Adi. Jumlahnya sekitar 20 orang lebih,” ujarnya, Senin malam.
Warga lainnya, Suyono, juga mengaku melihat banyak orang berlarian di sekitar lokasi. Ia sempat menduga terjadi tawuran karena jumlah orang yang keluar dari area tersebut cukup banyak.
Ketua RT setempat, Santoso, menyebut jumlah pasien yang dikabarkan melarikan diri diperkirakan mencapai 20 orang. Menurut dia, kejadian serupa belum pernah terjadi selama lebih dari satu tahun terakhir.
“Kalau yang saya dengar, sekitar 20 orang. Sebelumnya belum pernah terjadi seperti ini. Ini baru pertama kali,” kata Santoso.
Pengelola Belum Beri Keterangan
Peristiwa tersebut memunculkan pertanyaan mengenai sistem pengawasan dan keamanan di tempat rehabilitasi tersebut. Dugaan sementara yang berkembang di kalangan warga menyebutkan para pasien memanfaatkan kondisi pintu gerbang yang tidak terkunci atau kurang terjaga. Namun, penyebab pasti kejadian itu masih perlu dikonfirmasi kepada pihak pengelola.
Saat ditemui di lokasi, petugas keamanan yayasan berinisial A belum memberikan penjelasan terperinci mengenai kronologi kaburnya para pasien.
“Bisa langsung ditanyakan ke pimpinan, Pak Slamet. Saya barusan sampai, tadi sempat lepas piket,” ujarnya.
Upaya konfirmasi juga telah dilakukan kepada pengelola Yayasan Omah Sehat Bersinar, Slamet, melalui pesan WhatsApp pada Senin malam. Namun, hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan yang diberikan.
Polisi Masih Melakukan Koordinasi
Kanitreskrim Polsek Gubeng, Ipda Dwi Santoso, membenarkan adanya informasi mengenai pasien rehabilitasi yang melarikan diri dari yayasan tersebut.
Menurut dia, kepolisian masih melakukan koordinasi untuk menentukan penanganan lebih lanjut, termasuk kemungkinan penanganan oleh Polsek Gubeng atau Polrestabes Surabaya.
“Kami masih menunggu koordinasi, apakah penanganannya nanti oleh kami atau langsung dari pihak Polrestabes Surabaya. Mohon ditunggu,” kata Dwi Santoso melalui sambungan telepon, Senin malam.
Ia menambahkan, pendataan masih dilakukan untuk memastikan jumlah pasti pasien yang melarikan diri.
Hingga kini, kronologi lengkap dan penyebab kejadian tersebut belum diketahui secara pasti. Klarifikasi dari pihak yayasan serta hasil pendataan kepolisian diharapkan dapat menjelaskan bagaimana puluhan pasien tersebut bisa meninggalkan tempat rehabilitasi secara bersamaan.
Peristiwa ini juga menjadi perhatian terhadap pentingnya pengawasan, keamanan fasilitas, dan penerapan standar pelayanan rehabilitasi narkotika. Meski demikian, dugaan kelalaian pengelola belum dapat disimpulkan sebelum ada hasil pemeriksaan dari pihak berwenang.(bro)
- Dipublikasi Pada 13 Oktober 2026
- Baru Saja di Update Pada Oktober 13, 2026
- Temukan Kami di Google News
Bagikan ke Media Sosial
Unduh slide siap posting untuk Instagram, TikTok, X & Koran digital

