Portal Berita Surabaya

Surabaya Dilirik Singapura, 3 Sektor Tata Kota Jadi Sorotan

Portal Berita Surabaya

Pengolahan sampah di TPA Benowo diolah menjadi sumber energi terbarukan. (Foto: dok Dikominfo)

Infosurabaya.com – Pengelolaan air bersih, sampah, dan ruang terbuka hijau (RTH) menjadi tiga sektor yang menarik perhatian delegasi Centre for Liveable Cities (CLC) Singapura saat membahas Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Surabaya 2025-2045. Pertemuan tersebut juga menjadi ajang pertukaran pengalaman dalam merancang kota yang lebih layak huni.

Sebanyak 20 delegasi CLC Singapura mengunjungi Surabaya pada Senin (12/10/2026). Mereka berdiskusi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengenai arah penataan kota untuk 20 tahun ke depan.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Surabaya, Maria Theresia Ekawati Rahayu, mengatakan delegasi Singapura menaruh perhatian pada rencana pemenuhan kebutuhan air baku, penyediaan air bersih, hingga pengolahan air limbah.

“Mereka tertarik pada perencanaan pemenuhan air baku untuk Kota Surabaya. Mereka juga menanyakan rencana pemenuhan kebutuhan air bersih dan pengolahan air limbah sampai 2045,” kata Maria dalam keterangannya, Rabu (14/10/2026).

Selain sektor air, delegasi tersebut menyoroti penyediaan RTH di Surabaya. Pemkot kemudian mengajak rombongan meninjau sejumlah lokasi, termasuk Kebun Raya Mangrove dan Taman Harmoni.

Pengelolaan sampah juga masuk dalam agenda kunjungan. Delegasi diajak melihat Bank Sampah Induk di kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya serta berdiskusi mengenai pengembangan sistem pengolahan sampah, termasuk keberadaan 12 tempat pengolahan sampah reduce, reuse, recycle (TPS 3R) yang disebut Maria.

Surabaya Ingin Belajar Pengelolaan Sampah dan Permukiman

Pertemuan tersebut tak hanya membahas rencana tata ruang. Pemkot Surabaya juga menggali pengalaman Singapura dalam mengelola sampah dan menata kawasan permukiman agar lebih layak huni.

Menurut Maria, pengelolaan sampah dan penataan permukiman masih menjadi tantangan bagi kota besar seperti Surabaya. Saat ini, Surabaya memiliki fasilitas insinerator pengolahan sampah di kawasan Benowo. Pemkot juga merencanakan pembangunan fasilitas serupa di wilayah Surabaya Barat.

Di sisi lain, penataan permukiman membutuhkan perhatian khusus, terutama di kawasan dengan jalan sempit, saluran drainase yang tersumbat, dan keterbatasan akses mobilitas.

Maria menyebut penataan kawasan prioritas perlu dipikirkan agar permukiman memenuhi standar kelayakan. Salah satu opsi yang dapat dikaji ialah pembangunan hunian bertingkat, dengan mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan setiap kawasan.

Pemkot berharap pertukaran pengalaman dengan Singapura dapat menjadi masukan untuk menyempurnakan perencanaan kota Surabaya hingga 2045.

“Harapan kita, Singapura bisa memberikan ilmu dan praktik-praktik keberhasilan perencanaan kota yang mereka terapkan di sana. Kota Surabaya juga bisa mengacu dan menerapkannya di sini,” ujarnya.

Pemkot Surabaya berharap kerja sama pertukaran pengetahuan tersebut dapat mendukung pengembangan kota yang lebih tertata, ramah lingkungan, dan layak huni bagi masyarakat. ((red))

  • Dipublikasi Pada 14 Oktober 2026
  • Baru Saja di Update Pada Oktober 14, 2026
  • Temukan Kami di Google News

Bagikan ke Media Sosial

Unduh slide siap posting untuk Instagram, TikTok, X & Koran digital

📸 5 slide sosmed 📰 Koran multi-slide 📝 Caption siap pakai 🎨 Format 4:5 HD

Social Publisher

Posting ke Instagram

REELS 9:16 Slide 1/5
INSTAGRAM REELS

0/2200
💡 Tips: Hasil slide konsisten di HP & desktop karena ukuran capture fixed di 320px.
Follow WhatsApp Channel Infosurabaya
Follow

Trust Verified On Google
Jadikan Infosurabaya sebagai sumber berita tepercaya Anda di Google.
Add as a preferred source on Google
Disclaimer
Konten Surabaya Dilirik Singapura, 3 Sektor Tata Kota Jadi Sorotan disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).
Powered By Infosurabaya
Portal Berita Surabaya
Portal Berita Surabaya