Infosurabaya.com – Manajemen Balehinggil Apartemen menggelar pelatihan mitigasi risiko bencana dan kebakaran dengan melibatkan seluruh penghuni. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen pengelola dalam meningkatkan keselamatan serta kenyamanan lingkungan hunian vertikal.
Pelatihan tersebut tidak hanya diikuti tim operasional, namun juga mendapat partisipasi aktif dari para penghuni. Langkah ini dinilai penting untuk membangun kesadaran kolektif bahwa keamanan dan keselamatan merupakan tanggung jawab bersama.
Kegiatan ini merupakan bentuk layanan prima (excellent service) sekaligus upaya edukasi agar seluruh penghuni memahami potensi risiko bencana, khususnya kebakaran, serta mampu melakukan penanganan secara cepat dan tepat.
Kegiatan ini juga dilatarbelakangi oleh insiden yang sempat terjadi di salah satu unit apartemen, di mana penghuni meninggalkan kompor dalam kondisi menyala hingga memicu percikan api. Berkat respons cepat tim pengelola, potensi kebakaran berhasil ditangani sebelum menimbulkan dampak lebih besar.
“Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa risiko bisa muncul dari hal sederhana dalam aktivitas sehari-hari. Karena itu, pelatihan ini penting untuk meningkatkan kewaspadaan seluruh penghuni,” ujar Aldo
Pelatihan dirancang secara komprehensif, meliputi identifikasi potensi risiko di hunian vertikal, pencegahan kebakaran, simulasi evakuasi darurat, praktik penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), hingga prosedur pelaporan dan koordinasi saat kondisi darurat.
Direktur PT Tata Kelola Sarana (TKS), Emeraldo Muhammad Elsyaputera, menegaskan bahwa keselamatan tidak hanya menjadi tanggung jawab pengelola, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif seluruh penghuni.
“Melalui pelatihan ini, kami ingin membangun budaya tanggap bencana di lingkungan apartemen,” ujarnya Senin,(27/4/2026).
Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan Kebakaran, Ridlo Noor Wahab., menjelaskan pentingnya penanganan kebakaran sejak tahap awal. Menurutnya, api yang tidak segera ditangani dalam tiga menit pertama berpotensi berkembang menjadi kebakaran besar.
Ia menyebutkan, waktu respons Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Surabaya rata-rata mencapai 6,5 menit sejak menerima laporan hingga tiba di lokasi.
“Karena itu, masyarakat sejatinya adalah garda terdepan. Upaya preventif harus lebih kuat dibandingkan tindakan represif,” tegasnya.
Ridlo juga menambahkan, sebuah gedung dinyatakan aman apabila memenuhi unsur keselamatan, kenyamanan, kesehatan, dan kemudahan, termasuk dilengkapi sistem proteksi kebakaran yang sesuai standar serta mendapat rekomendasi dari Pemerintah Kota Surabaya.
Salah satu penghuni, Shelly Tiara Alinda Maesa, mengaku pelatihan tersebut sangat bermanfaat, terutama bagi penghuni yang baru pertama kali mengikuti simulasi evakuasi.
“Pastinya menegangkan, tapi sangat membantu. Kita jadi tahu cara menyelamatkan diri dan pentingnya mengutamakan keselamatan,” ujarnya.
Ke depan, Manajemen Balehinggil Apartemen memastikan kegiatan serupa akan terus dilakukan secara berkala guna memperkuat budaya safety awareness di lingkungan hunian.
Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan seluruh penghuni dapat hidup lebih waspada, siap menghadapi kondisi darurat, serta bersama-sama menciptakan lingkungan hunian yang aman, nyaman, dan berkelanjutan.
- Dipublikasi Pada 27 April 2026
- Baru Saja di Update Pada April 27, 2026
- Temukan Kami di Google News
