infosurabaya.com-Di tengah isu ketidakpastian keberangkatan haji tahun 2026 akibat konflik geopolitik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat, calon jemaah haji diimbau untuk tetap menjaga kondisi kesehatan dan tidak terbebani oleh kabar yang belum pasti.
Pelaksana Tugas Kementerian Haji dan Umrah Jawa Timur, Muhammad Ashadul Anam, menyampaikan hingga saat ini belum ada keputusan resmi terkait pembatalan keberangkatan haji. Pemerintah Arab Saudi juga masih menyatakan bahwa pelaksanaan ibadah haji tetap aman.
Menurutnya, informasi mengenai pembatalan haji yang beredar di media sosial belum dapat dipastikan kebenarannya. Oleh karena itu, para calon jemaah diharapkan tidak menjadikannya sebagai beban pikiran yang dapat memengaruhi kondisi kesehatan.
“Pembatalan keberangkatan haji masih dalam tahap mitigasi antara kementerian terkait dan anggota DPR RI. Hingga saat ini belum ada keputusan final karena pemerintah Arab Saudi masih membuka pelaksanaan haji dan menyatakan kondisinya aman,” ujarnya, Minggu (14/3).
Ia menegaskan, menjelang masa keberangkatan yang tinggal sekitar satu bulan lagi, calon jemaah haji perlu lebih fokus mempersiapkan kondisi fisik. Terlebih saat ini sedang berlangsung bulan Ramadan, di mana pola makan dan waktu istirahat sering mengalami perubahan.
Para calon jemaah diminta menjaga keseimbangan asupan gizi, mengatur pola istirahat, serta tetap melakukan aktivitas fisik ringan agar tubuh tetap bugar. Hal ini penting karena rangkaian ibadah haji membutuhkan kondisi fisik yang prima, mulai dari perjalanan jauh hingga pelaksanaan berbagai ritual di Tanah Suci.
Selama menjalankan ibadah puasa, banyak orang merasa lebih mudah lelah. Namun kondisi tersebut dapat dihindari dengan menerapkan pola hidup sehat, seperti memilih makanan bergizi sesuai kebutuhan tubuh serta menjaga aktivitas harian secara seimbang.
Calon jemaah juga diingatkan agar tidak terlalu banyak beristirahat tanpa aktivitas. Pasalnya, kondisi tersebut justru dapat membuat tubuh menjadi lemas. Sebaliknya, aktivitas ringan yang disertai dengan waktu istirahat cukup akan membantu menjaga daya tahan tubuh.
Selain itu, pengaturan waktu tidur juga penting dilakukan. Misalnya dengan beristirahat setelah salat Subuh atau memastikan waktu tidur cukup sebelum memulai aktivitas di pagi hari.
Dengan pola makan dan istirahat yang teratur, kondisi fisik calon jemaah haji diharapkan tetap terjaga sehingga mereka dapat mempersiapkan diri secara optimal untuk menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Sementara itu, keberangkatan haji tahun 2026 untuk wilayah Jawa Timur melalui Embarkasi Surabaya dijadwalkan dimulai pada 22 April 2026 melalui Bandar Udara Internasional Juanda.
Sebanyak 42.409 jemaah haji dari Jawa Timur akan diberangkatkan secara bertahap. Kloter pertama dijadwalkan berasal dari Kabupaten Probolinggo, sementara rangkaian keberangkatan akan dibuka oleh wilayah kerja Malang dan ditutup oleh wilayah Kediri.(bro)
- Dipublikasi Pada 15 Maret 2026
- Baru Saja di Update Pada Maret 15, 2026
- Temukan Kami di Google News
