Portal Berita Surabaya

Commposition 2026 UPN Veteran Jatim Kupas Masa Depan Branding, dari Industri Film hingga AI

Portal Berita Surabaya

Infosurabaya.com, SURABAYA – Perkembangan teknologi digital mengubah cara perusahaan, media, hingga industri kreatif membangun identitas dan menjalin hubungan dengan masyarakat. Makanya, branding kini tidak lagi sekadar persoalan logo, kemasan, atau promosi produk, tetapi juga kemampuan menghadirkan cerita yang membangun kedekatan emosional dengan konsumen.

Persoalan tersebut menjadi pembahasan dalam Communication Symposium & Convention (Commposition) 2026 yang digelar Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jawa Timur, Rabu (4/11/2026).

Mengusung tema “Beyond Branding: How Stories Shape Taste, Identity, and Culture”, kegiatan yang berlangsung di Auditorium Lantai 11 Twin Tower B tersebut mempertemukan akademisi dan praktisi industri untuk membedah perubahan strategi komunikasi di tengah perkembangan teknologi dan perilaku masyarakat.

Menariknya, pembahasan branding tidak hanya berkutat pada strategi pemasaran produk. Forum tersebut juga mengulas bagaimana industri radio mempertahankan pendengar, produser film mengelola karya hingga menjangkau penonton, serta bagaimana kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) memengaruhi cara manusia berkomunikasi dan membentuk identitas diri.

Pada kesempatan itu, Operational Manager Radio Kosmonita, Ratna Wina, menjelaskan bahwa perubahan perilaku audiens menjadi tantangan besar bagi industri penyiaran. Jika sebelumnya masyarakat menyesuaikan aktivitas dengan jadwal siaran, kini pendengar memiliki kebebasan memilih konten, waktu, dan platform yang ingin digunakan.

“Persaingan radio pun semakin luas. Radio tidak hanya berhadapan dengan sesama stasiun penyiaran, tetapi juga kreator konten, podcast, video digital, dan layanan musik berbasis internet,” kata Ratna.

Menghadapi perubahan tersebut, Radio Kosmonita melakukan transformasi melalui pembaruan identitas merek, pengembangan studio, pemanfaatan layanan streaming, serta optimalisasi media sosial seperti TikTok, Instagram, dan Threads. “Ratna memaparkan tiga pilar yang menjadi strategi adaptasi Radio Kosmonita, yakni on air, online, dan offline,” ujarnya.

Melalui siaran radio, Kosmonita mempertahankan program yang relevan dengan kebutuhan pendengar. Sementara itu, aktivitas digital digunakan untuk memperluas jangkauan audiens, sedangkan kegiatan luar jaringan diarahkan untuk membangun dan merawat komunitas.

Perspektif berbeda disampaikan produser film dari Rayu Films, Rifqi Ajir, yang membahas manajemen produksi film, mulai dari pengembangan ide hingga distribusi karya kepada penonton. Ia menjelaskan bahwa sebuah film harus melewati proses panjang sebelum akhirnya dapat dinikmati masyarakat. “Proses tersebut mencakup pengembangan cerita, perencanaan produksi, pengelolaan anggaran, pelaksanaan syuting, pascaproduksi, hingga pemasaran dan distribusi,” kata Rifqi.

Dalam industri film, keberhasilan sebuah karya tidak cukup hanya ditentukan oleh kualitas cerita dan visual. Pengelolaan produksi, kemampuan memperoleh pendanaan, serta strategi menjangkau penonton juga menjadi bagian penting.

Selain itu, industri film membutuhkan strategi pendanaan melalui hibah, sponsor, kerja sama merek, maupun dukungan pihak lain. “Dalam konteks branding, pembahasan tersebut menunjukkan bahwa sebuah film bukan hanya produk kreatif, tetapi juga karya yang harus memiliki identitas, nilai, dan strategi komunikasi agar dapat menjangkau penontonnya,” ujarnya.

Sementara itu, Dosen Prodi Ilmu Komunikasi UPN Veteran Jatim yang sekaligus kandidat doktor di Goldsmiths, University of London, Oktifani Winarti, menghadirkan perspektif kritis mengenai perkembangan komunikasi manusia dengan AI chatbot. Dengan menggunakan perspektif Anthony Giddens dalam Modernity and Self-Identity, ia membahas bagaimana teknologi percakapan berbasis AI semakin terlibat dalam proses manusia memahami pengalaman, mengelola emosi, dan membentuk identitas dirinya.

“Kemampuan chatbot memberikan respons personal, tersedia sepanjang waktu, dan menghadirkan kesan sebagai teman bicara membuat teknologi tersebut semakin dekat dengan kehidupan penggunanya. Namun, kedekatan tersebut juga memunculkan persoalan kritis,” kata dia

Personalisasi yang dirasakan pengguna sebagai bentuk perhatian dapat berkaitan dengan kepentingan komersial perusahaan teknologi, termasuk pemanfaatan data dan upaya mempertahankan keterlibatan pengguna pada platform.

“Chatbot itu tidak sekadar menyampaikan informasi, tetapi juga dapat membingkai suatu persoalan, menawarkan solusi, dan memengaruhi cara pengguna memahami dirinya. Perspektif tersebut memperluas pembahasan branding ke persoalan yang lebih mendasar, yakni bagaimana teknologi dan narasi digital membentuk persepsi, pengalaman, serta identitas manusia,” katanya

Selain ketiga pembicara tersebut, Commposition 2026 juga menghadirkan Product Group Manager PT Jamu Iboe Jaya, Perry Angglishartono, yang membahas strategi komunikasi korporat melalui industri produk herbal dan jamu. Kehadiran praktisi dari industri kesehatan dan wellness tersebut melengkapi pembahasan mengenai bagaimana identitas produk, komunikasi perusahaan, dan strategi branding diterapkan dalam dunia bisnis.

Di samping itu, Commposition 2026 juga menjadi momentum penting bagi pengembangan kelembagaan Program Studi Ilmu Komunikasi UPN Veteran Jawa Timur. Pasalnya, pada kesempatan itu, dilakukan juga peluncuran Program Doktor (S3) Ilmu Komunikasi, memperkenalkan rebranding logo program studi S1, S2, dan S3, serta mengumumkan capaian akreditasi unggul yang baru saja diperoleh S1.
Kegiatan tersebut sekaligus dirangkai dengan peringatan Dies Natalis ke-32 Ilmu Komunikasi UPN Veteran Jawa Timur yang ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Dekan Fakultas Ilmu Sosial Budaya dan Politik (FISIBPOL) UPN Veteran Jawa Timur, Prof. Dr. Catur Suratnoaji, M.Si., beserta para dosen Ilmu Komunikasi UPN Veteran Jawa Timur. (ST06)

  • Dipublikasi Pada 4 November 2026
  • Baru Saja di Update Pada November 4, 2026
  • Temukan Kami di Google News

Bagikan ke Media Sosial

Unduh slide siap posting untuk Instagram, TikTok, X & Koran digital

📸 5 slide sosmed 📰 Koran multi-slide 📝 Caption siap pakai 🎨 Format 4:5 HD

Social Publisher

Posting ke Instagram

REELS 9:16 Slide 1/5
INSTAGRAM REELS

0/2200
💡 Tips: Hasil slide konsisten di HP & desktop karena ukuran capture fixed di 320px.
Follow WhatsApp Channel Infosurabaya
Follow

Trust Verified On Google
Jadikan Infosurabaya sebagai sumber berita tepercaya Anda di Google.
Add as a preferred source on Google
Disclaimer
Konten Commposition 2026 UPN Veteran Jatim Kupas Masa Depan Branding, dari Industri Film hingga AI disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).
Powered By Infosurabaya
Portal Berita Surabaya
Portal Berita Surabaya