Mahasiswa UNAIR Bangun Pembangkit Pikohidro untuk Dukung UMKM Desa

SRE UNAIR Pelopori Pembangkit Listrik Pikohidro Ramah Lingkungan untuk Dukung UMKM Desa.(ist)

infosurabaya.com-Society of Renewable Energy (SRE) Universitas Airlangga (UNAIR) menghadirkan inovasi energi terbarukan melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Pikohidro (PLTPH) untuk mendukung operasional usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Desa Ngerong, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan. Program pengabdian masyarakat bertajuk Tirta Pelita ini berlangsung sejak 17 Mei hingga awal Agustus 2026.

Program tersebut mengusung konsep socio-techno empowerment, yakni menggabungkan penerapan teknologi dengan pemberdayaan masyarakat agar tercipta sistem energi mandiri yang berkelanjutan.

Ketua Pelaksana Tirta Pelita, Mei Nor Hafizal, menjelaskan program ini berangkat dari keterbatasan akses listrik yang dialami kedai UMKM milik Remaja Masjid Roudhotul Hidayah. Lokasi kedai yang jauh dari jaringan listrik utama, namun berada di dekat saluran irigasi dengan debit air yang stabil, menjadi potensi untuk dikembangkan sebagai sumber energi ramah lingkungan.

“Kami berfokus pada penerapan Energi Baru Terbarukan melalui implementasi Pembangkit Listrik Tenaga Pikohidro yang nantinya juga dapat dikembangkan bersama masyarakat untuk menerangi akses jalan menuju lahan pertanian,” ujarnya.

PLTPH memanfaatkan aliran irigasi di Dusun Karang Ploso sebagai sumber energi listrik. Kehadiran pembangkit ini diharapkan tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan listrik kedai UMKM, tetapi juga mendukung aktivitas masyarakat di sekitar desa.

Selain membangun infrastruktur energi, tim SRE UNAIR juga memberikan edukasi mengenai pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT) dan pentingnya penerapan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-7 tentang energi bersih dan terjangkau, tujuan ke-11 mengenai permukiman berkelanjutan, tujuan ke-13 tentang penanganan perubahan iklim, serta tujuan ke-17 terkait kemitraan.

Sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan program, tim juga membentuk kelompok kader yang terdiri atas anggota Remaja Masjid Roudhotul Hidayah. Mereka mendapatkan pelatihan operasional, perawatan, hingga pengelolaan instalasi PLTPH agar mampu mengoperasikan pembangkit secara mandiri setelah program pengabdian selesai.

Menurut Hafizal, meskipun sempat menghadapi sejumlah tantangan teknis dalam proses instalasi, keterlibatan aktif masyarakat pada setiap tahapan menjadi kunci keberhasilan program. Pendekatan tersebut diharapkan mampu menumbuhkan rasa memiliki sehingga masyarakat terdorong menjaga dan mengembangkan fasilitas yang telah dibangun.

Program Tirta Pelita yang berada di bawah naungan SDGs Center UNAIR ini diharapkan menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis energi terbarukan. Dengan dukungan pemerintah desa, kapasitas kader lokal, serta partisipasi masyarakat, pembangkit listrik pikohidro tersebut diharapkan memberikan manfaat jangka panjang bagi pengembangan UMKM, ketahanan energi desa, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

  • Dipublikasi Pada 29 Juli 2026
  • Baru Saja di Update Pada Juli 29, 2026
  • Temukan Kami di Google News
Follow WhatsApp Channel Infosurabaya
Follow

Trust Verified On Google
Jadikan Infosurabaya sebagai sumber berita tepercaya Anda di Google.
Add as a preferred source on Google
Disclaimer
Konten Mahasiswa UNAIR Bangun Pembangkit Pikohidro untuk Dukung UMKM Desa disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).
Powered By Infosurabaya