Pesantren Ramadan MAN Kota Surabaya, Kelas XII Didorong Tingkatkan Ibadah Raih Kemenangan

Infosurabaya.com – Suasana religius terasa kuat di Aula MAN Kota Surabaya. Dalam rangka mengisi bulan suci Ramadan, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kota Surabaya menggelar Pesantren Ramadan yang melibatkan seluruh siswa, khususnya kelas XII. Melalui kegiatan ini, pihak madrasah mendorong siswa meningkatkan kualitas ibadah sekaligus meraih kemenangan di bulan penuh berkah.

Komitmen Pembinaan Karakter Religius
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Surabaya, Dr. H. Muhammad Muslim, S.Ag., M.Sy., menegaskan bahwa Pesantren Ramadan menjadi bagian penting dari pembinaan karakter religius di madrasah.

“Ini adalah kegiatan rutin setiap tahun di madrasah, khususnya di MAN Kota Surabaya. Tujuannya untuk meningkatkan pengetahuan dan pengamalan keagamaan siswa,” ujarnya, Senin (23/2/2026).

Ia menjelaskan, selama beberapa hari pihak madrasah mengubah suasana sekolah menyerupai pondok pesantren. Para siswa mengikuti kajian keislaman, pembelajaran kitab kuning, tadarus Al-Qur’an, hingga salat malam berjamaah.

“Melalui pondok Ramadan ini, kami ingin membiasakan anak-anak untuk terus melaksanakan ibadah, tidak hanya saat Ramadan, tetapi juga di luar Ramadan. Seperti salat dhuha, salat malam, rutin membaca Al-Qur’an, serta memperdalam ilmu agama,” jelasnya.

Selain itu, ia menekankan pentingnya kepedulian sosial. Menurutnya, Ramadan menjadi momentum strategis untuk menumbuhkan empati dan solidaritas antarsesama.

“Nilai keagamaan harus tumbuh dan berkembang dalam diri siswa. Di sisi lain, kepedulian sosial juga harus ditingkatkan. Semua materi itu kami rangkum dalam kegiatan Pesantren Ramadan ini,” tambahnya.

Program Unggulan Baca Kitab Kuning

Sementara itu, Kepala MAN Kota Surabaya, Drs. Fathorrakhman, M.Pd., memaparkan salah satu program unggulan tahun ini, yakni pembelajaran cepat membaca kitab kuning melalui metode Miyasaro (Woyasara). Program tersebut kini memasuki tahun kedua.

“Tahun pertama kami sukses. Sebanyak 25 siswa mampu membaca kitab kuning hanya dalam 15 hari pembelajaran. Tahun ini kembali diikuti 25 siswa, terdiri dari 8 siswa kelas XI dan sisanya kelas X,” ungkapnya.

Madrasah menjalankan program ini selama 15 hari, lalu menutupnya dengan uji publik setelah Hari Raya Idulfitri. Pihak sekolah juga berencana mengundang orang tua siswa, perwakilan Kemenag, KUA, serta pihak terkait agar mereka dapat menyaksikan langsung kemampuan siswa membaca kitab kuning.

“Kami batasi satu kelas karena keterbatasan sarana dan tenaga pengajar. Harapannya, 25 siswa ini sukses dan nantinya bisa menjadi penggerak kegiatan keagamaan di madrasah, seperti mengisi kultum setelah salat dhuha atau zuhur dengan membaca dan menjelaskan kitab kuning kepada teman-temannya,” jelasnya.

Antusiasme Siswa Ikuti Pesantren Ramadan

Salah satu peserta, Anisafak, mengaku sempat mengalami kesulitan saat mempelajari metode baca cepat kitab kuning. Namun, ia terus berlatih hingga akhirnya mulai menikmati proses pembelajaran.

“Awalnya saya kurang paham, tapi lama-lama ternyata seru dan menyenangkan. Cara belajarnya lebih mudah dan cepat dipahami. Ini baru hari ketiga, dan insya Allah dua minggu ke depan sudah bisa membaca kitab,” tuturnya penuh semangat.

Melalui Pesantren Ramadan ini, MAN Kota Surabaya berharap siswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kokoh dalam keimanan dan berakhlak mulia. Dengan demikian, Ramadan benar-benar menjadi momentum pembentukan karakter agar para siswa istiqamah dalam beribadah dan meraih kemenangan hakiki di sisi Allah SWT.

  • Dipublikasi Pada 24 Februari 2026
  • Baru Saja di Update Pada Februari 24, 2026
  • Temukan Kami di Google News
Follow WhatsApp Channel Infosurabaya
Follow

Trust Verified On Google
Jadikan Infosurabaya sebagai sumber berita tepercaya Anda di Google.
Add as a preferred source on Google
Disclaimer
Konten Pesantren Ramadan MAN Kota Surabaya, Kelas XII Didorong Tingkatkan Ibadah Raih Kemenangan disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).
Powered By Infosurabaya