Surabaya Bangkit dari Kekosongan Percasi, Cap Kapal Checkmate Angkat Pamor Kota Pahlawan

Oplus_16908290

Infosurabaya.com, Surabaya – Turnamen catur Piala Wali Kota Surabaya Cap Kapal Checkmate Rapid FIDE Rated & Blitz sukses digelar dengan kemasan bertaraf internasional. Kejuaraan yang diikuti sekitar 480 peserta dari Indonesia, Uzbekistan, dan Australia ini menjadi magnet bagi pecatur dari berbagai kalangan, mulai kelompok usia 10 tahun hingga kategori veteran, untuk menguji kemampuan sekaligus mengejar perolehan **rating internasional FIDE.

 

Selama penyelenggaraannya, turnamen berlangsung kompetitif dan menghadirkan pertandingan berkualitas karena diikuti sejumlah pecatur bergelar master internasional. Kehadiran para atlet dari luar negeri juga memberikan pengalaman berharga bagi pecatur Indonesia untuk berhadapan dengan lawan yang memiliki gaya permainan berbeda.

 

Mantan Ketua Percasi Surabaya,Budi Leksono, mengatakan bahwa penyelenggaraan kejuaraan ini bukan sekadar kompetisi memperebutkan gelar juara, melainkan menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas atlet catur Indonesia agar mampu bersaing di level internasional.

 

“Event ini bertujuan untuk menstimulasi atlet agar bisa memperoleh rating internasional. Peserta yang ikut sangat beragam, mulai usia 10 tahun hingga kategori veteran. Bahkan beberapa master internasional juga hadir dan ikut bertanding sehingga menjadi pengalaman berharga bagi para pecatur muda,” ujar Budi.

 

Menurutnya, Piala Wali Kota Surabaya tahun ini memiliki nilai sejarah tersendiri karena untuk pertama kalinya dikemas dengan standar **Federasi Catur Dunia (FIDE)** dalam format **Rapid FIDE Rated & Blitz Open**, sehingga hasil pertandingan dapat memengaruhi peringkat internasional para peserta.

 

Ia menjelaskan, dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya yang mampu menjaring sekitar seribu peserta, kali ini panitia memilih menghadirkan kualitas kompetisi bertaraf internasional dengan sistem yang memenuhi standar FIDE.

 

“Kalau sebelumnya jumlah peserta mencapai sekitar seribu orang, sekarang formatnya berbeda karena dikemas secara internasional dengan standar FIDE dan bersifat terbuka atau open. Ini menjadi kesempatan yang sangat baik bagi atlet Surabaya maupun daerah lain untuk mengukur kemampuan melawan pecatur dari berbagai daerah bahkan negara,” katanya.

 

Budi menilai kehadiran turnamen internasional seperti ini sangat penting dalam proses pembinaan atlet. Menurutnya, pengalaman bertanding melawan lawan yang memiliki kekuatan lebih tinggi akan mempercepat peningkatan kualitas permainan sekaligus mental bertanding para pecatur.

 

Ia juga menegaskan bahwa kondisi kekosongan kepengurusan Percasi Surabaya saat ini tidak boleh menjadi alasan terhambatnya pembinaan olahraga catur di Kota Pahlawan.

 

“Kita tidak melihat adanya kekosongan kepengurusan sebagai hambatan. Yang terpenting adalah bagaimana catur di Surabaya tetap bergerak dan tetap eksis. Pembinaan harus terus berjalan agar lahir bibit-bibit pecatur baru yang mampu berprestasi,” tegasnya.

 

Budi berharap persoalan organisasi dapat segera memperoleh solusi sehingga roda pembinaan atlet dapat berjalan lebih maksimal. Menurutnya, Surabaya selama ini dikenal sebagai salah satu barometer perkembangan olahraga catur nasional sehingga kesinambungan pembinaan harus menjadi perhatian bersama.

 

Hal senada disampaikan mantan Bidang Organisasi Percasi Surabaya, Tri Indrawanto, yang menilai potensi atlet catur Surabaya sangat besar dan membutuhkan kompetisi yang berkelanjutan sebagai sarana meningkatkan kemampuan.

 

“Atlet catur Surabaya memiliki potensi yang sangat tinggi. Apapun kondisinya, mereka harus memiliki wadah untuk menyalurkan sekaligus menguji kemampuan. Setiap event, baik tingkat lokal, nasional maupun internasional, menjadi kesempatan yang sangat baik untuk melihat perkembangan para atlet,” ungkap Tri.

 

Menurutnya, turnamen seperti Piala Wali Kota Surabaya bukan hanya menghasilkan para juara, tetapi juga menjadi media evaluasi kemampuan atlet sekaligus membangun mental bertanding melalui persaingan yang sehat.

 

Tri menambahkan, semakin sering seorang atlet mengikuti pertandingan berkualitas, maka semakin besar pula peluang mereka berkembang dan siap menghadapi kejuaraan yang lebih tinggi.

 

“Yang paling penting adalah para atlet memiliki kesempatan untuk terus berkembang. Dengan adanya turnamen seperti ini, mereka bisa mengukur kemampuan, meningkatkan jam terbang, sekaligus mempersiapkan diri menghadapi kejuaraan yang lebih tinggi, baik tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.

 

Selain memberikan dampak positif terhadap pembinaan olahraga, penyelenggaraan Piala Wali Kota Surabaya Cap Kapal Checkmate Rapid FIDE Rated & Blitz juga memberikan manfaat bagi sektor ekonomi. Kehadiran ratusan peserta dari berbagai daerah dan mancanegara turut menggerakkan sektor perhotelan, kuliner, transportasi, serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Surabaya.

 

Dukungan dari sponsor, komunitas pecatur, pelaku usaha, hingga berbagai pihak lainnya menjadi bukti bahwa olahraga catur memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai sport tourism sekaligus ajang pembinaan prestasi.

 

Keberhasilan penyelenggaraan turnamen bertaraf internasional ini diharapkan menjadi langkah awal agar Surabaya semakin rutin menjadi tuan rumah kejuaraan catur berstandar FIDE. Dengan semakin banyak kompetisi internasional yang digelar, peluang lahirnya pecatur-pecatur muda berprestasi dari Surabaya maupun Indonesia untuk bersaing di panggung dunia diyakini akan semakin terbuka.(Dn)

  • Dipublikasi Pada 28 Juni 2026
  • Baru Saja di Update Pada Juni 28, 2026
  • Temukan Kami di Google News
Follow WhatsApp Channel Infosurabaya
Follow

Trust Verified On Google
Jadikan Infosurabaya sebagai sumber berita tepercaya Anda di Google.
Add as a preferred source on Google
Disclaimer
Konten Surabaya Bangkit dari Kekosongan Percasi, Cap Kapal Checkmate Angkat Pamor Kota Pahlawan disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).
Powered By Infosurabaya