Tips Minum Obat Saat Puasa: Dosen Farmasi Ubaya Ungkap Makanan dan Minuman yang Harus Dihindari Selama Ramadan

Dosen Fakultas Farmasi Universitas Surabaya (Ubaya), apt. Steven Victoria Halim, M.Farm.(ist)

infosurabaya.com-Ibadah puasa menuntut penyesuaian pola makan sekaligus jadwal konsumsi obat. Perubahan waktu makan dari pagi–siang–malam menjadi hanya saat berbuka dan sahur membuat efektivitas obat berpotensi terpengaruh jika tidak diatur dengan tepat.

Dosen Fakultas Farmasi Universitas Surabaya (Ubaya), apt. Steven Victoria Halim, M.Farm., menjelaskan bahwa terdapat sejumlah makanan dan minuman yang sebaiknya dihindari agar penyerapan obat tetap optimal selama Ramadan.

“Secara garis besar, ada beberapa jenis makanan yang perlu dihindari. Pertama, makanan tinggi lemak seperti gorengan, makanan bersantan kental, dan jeroan karena dapat memperlambat pengosongan lambung dan menghambat penyerapan obat di usus,” jelasnya.

Ia menambahkan, makanan pedas dan asam seperti sambal, acar, maupun minuman asam juga perlu dibatasi. Jenis makanan ini berisiko meningkatkan iritasi lambung, terutama bila dikonsumsi bersamaan dengan obat yang memiliki efek samping pada saluran cerna.

Tak hanya makanan, minuman berkafein seperti kopi, teh kental, dan minuman bersoda juga perlu diwaspadai. Kandungan kafein dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil sehingga berpotensi memicu dehidrasi. Selain itu, kafein juga merangsang produksi asam lambung yang bisa memperparah gangguan lambung saat mengonsumsi obat tertentu.

Produk susu dan olahannya, seperti susu, keju, dan yoghurt, juga harus diperhatikan. Kandungan kalsium dalam produk tersebut dapat mengikat obat tertentu dan menghambat proses penyerapannya di usus.

Steven juga mengingatkan soal makanan penghasil gas seperti kol, sawi, nangka, dan durian yang dapat menyebabkan kembung. Kondisi ini bisa mengganggu kenyamanan, terutama bagi penderita gangguan lambung. Sementara itu, konsumsi makanan dan minuman manis berlebihan seperti kolak, sirup, dan kue manis dapat memicu lonjakan gula darah, khususnya bagi pasien diabetes yang sedang menjalani terapi obat penurun gula darah.

Di sisi lain, ia menyarankan konsumsi makanan yang dapat membantu menjaga kinerja obat selama puasa. Makanan kaya protein seperti telur, ikan, ayam, tahu, dan tempe dianjurkan karena memberikan rasa kenyang lebih lama dan energi yang stabil.

“Kurma juga baik dikonsumsi karena mengandung karbohidrat kompleks yang melepaskan energi secara bertahap tanpa lonjakan gula darah yang drastis. Selain itu, kurma kaya serat dan mineral yang dibutuhkan tubuh selama puasa,” imbuhnya.

Yang tak kalah penting, konsumsi air putih secara bertahap sejak berbuka hingga sahur perlu diperhatikan untuk mencegah dehidrasi ringan. Kondisi kekurangan cairan dapat berdampak tidak langsung terhadap distribusi dan kerja obat dalam tubuh.

Melihat kompleksitas penyesuaian jadwal minum obat selama puasa, Steven merekomendasikan masyarakat untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.

“Konsultasikan ke dokter atau apoteker, terutama untuk obat dengan interval waktu ketat seperti antibiotik atau obat penyakit kronis. Jangan pernah menghentikan atau mengubah dosis obat tanpa konsultasi karena dapat membahayakan kondisi kesehatan,” tegasnya.

Dengan pengaturan yang tepat antara pola makan dan jadwal konsumsi obat, ibadah puasa tetap dapat dijalankan tanpa mengabaikan aspek kesehatan.(bro)

  • Dipublikasi Pada 25 Februari 2026
  • Baru Saja di Update Pada Februari 25, 2026
  • Temukan Kami di Google News
Follow WhatsApp Channel Infosurabaya
Follow

Trust Verified On Google
Jadikan Infosurabaya sebagai sumber berita tepercaya Anda di Google.
Add as a preferred source on Google
Disclaimer
Konten Tips Minum Obat Saat Puasa: Dosen Farmasi Ubaya Ungkap Makanan dan Minuman yang Harus Dihindari Selama Ramadan disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).
Powered By Infosurabaya