infosurabaya.com-Universitas Airlangga (UNAIR) menerjunkan 171 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Belajar Bersama Komunitas (KKN BBK) ke Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Senin (13/7/2026). Program ini menyasar dua wilayah yang masuk kategori kantong kemiskinan, yakni Kecamatan Pitu dan Kecamatan Kasreman, sebagai upaya mendukung percepatan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Mahasiswa yang berasal dari berbagai fakultas tersebut akan menjalankan program pengabdian masyarakat dengan fokus pada sektor pendidikan, ekonomi, lingkungan hidup, dan kesejahteraan sosial. Selama satu bulan ke depan, mereka akan melakukan pemetaan potensi dan permasalahan desa sebagai dasar penyusunan program pemberdayaan masyarakat.
Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UNAIR, M Muttaqien, mengatakan seluruh peserta telah dibekali pemahaman mengenai kondisi wilayah dan karakteristik masyarakat Ngawi sebelum diterjunkan ke lapangan.
“Mahasiswa telah mendapatkan pembekalan secara daring maupun luring terkait kondisi sosial, ekonomi, dan geografis wilayah sasaran,” ujarnya.
Tak hanya berlangsung selama masa KKN, program tersebut dirancang berkelanjutan hingga tiga tahun ke depan melalui skema desa binaan UNAIR. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan dampak yang lebih nyata dan berkesinambungan bagi masyarakat.
Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono menyambut baik kehadiran mahasiswa UNAIR. Menurutnya, Kecamatan Pitu dan Kasreman menjadi prioritas karena termasuk wilayah dengan tingkat kesejahteraan masyarakat yang masih relatif rendah akibat kondisi geografis.
Ia menjelaskan wilayah utara Kabupaten Ngawi memiliki karakteristik pegunungan karst yang cenderung kering dan panas. Mayoritas warga bekerja sebagai petani penggarap lahan hutan melalui program perhutanan sosial dengan komoditas utama jagung, ketela, dan tembakau.
“Karena bukan wilayah pertanian sawah, tingkat kesejahteraan masyarakat di kawasan utara masih relatif lebih rendah dibanding wilayah lainnya,” kata Ony.
Menurut Ony, program KKN UNAIR sejalan dengan target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Ngawi. Setelah fokus pada pembangunan infrastruktur dasar pada periode sebelumnya, pemerintah daerah kini memprioritaskan penguatan kualitas sumber daya manusia.
Kolaborasi dengan perguruan tinggi dinilai penting untuk mempercepat peningkatan kapasitas masyarakat. Mahasiswa diharapkan mampu memberikan transfer pengetahuan yang aplikatif, mulai dari manajemen keuangan bagi petani hingga edukasi kesehatan dan sosial.
“Masukan dan strategi yang dihasilkan mahasiswa dari lapangan akan sangat membantu pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan yang lebih tepat sasaran,” ujarnya.
Melalui program KKN tematik ini, UNAIR dan Pemerintah Kabupaten Ngawi berharap dapat mempercepat pengentasan kemiskinan, meningkatkan kualitas SDM, serta mendorong pembangunan desa yang lebih berkelanjutan di wilayah utara Ngawi.(bro)
- Dipublikasi Pada 15 Juli 2026
- Baru Saja di Update Pada Juli 15, 2026
- Temukan Kami di Google News
