Peta kekeringan dan panas panjang yang diprediksi BMKG terjadi di 36 kabupaten/kota di Jawa Timur terjadi hingga awal Desember 2026. (Foto: BMKG)
Infosurabaya.com – Sebanyak 36 dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur masuk kategori Awas kekeringan meteorologis pada periode 11-20 Oktober 2026. BMKG mengingatkan ancaman kekeringan berpotensi berdampak pada sektor pertanian, sumber daya air, hingga meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Berdasarkan peringatan dini kekeringan meteorologis BMKG untuk Dasarian II Oktober 2026, status Awas merupakan tingkat peringatan tertinggi dalam sistem pemantauan tersebut.
Pengamat Meteorologi dan Geofisika (PMG) Ahli Madya BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Timur, Maksum Purwanto, mengatakan daerah yang masuk kategori Awas berada pada tingkat peringatan kekeringan meteorologis tertinggi.
“Kriteria kekeringan meteorologis BMKG paling tinggi adalah Awas,” kata Maksum saat dikonfirmasi detikJatim, Selasa (13/10/2026).
Secara nasional, BMKG mencatat sekitar 76% wilayah Indonesia masih mengalami musim kemarau. Selain Jawa Timur, sejumlah wilayah di Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua juga masuk dalam peta peringatan dini kekeringan.
Ancaman Kekeringan dan Karhutla
Maksum menjelaskan, kekeringan berpotensi memengaruhi berbagai sektor, mulai dari pertanian hingga ketersediaan sumber daya air. Risiko lain yang perlu diwaspadai adalah kebakaran hutan dan lahan.
“Yang paling terlihat dampaknya kebakaran hutan dan lahan,” ujarnya.
Menghadapi kondisi tersebut, masyarakat diimbau menggunakan air secara bijak dan menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran. Warga juga diminta tidak membakar sampah maupun lahan, terutama di area yang rawan terbakar.
Selain itu, masyarakat diharapkan rutin memantau pembaruan informasi cuaca dan iklim dari BMKG. Informasi tersebut penting untuk membantu warga mengantisipasi dampak kekeringan sesuai kondisi wilayah masing-masing.
Daftar 36 Daerah Berstatus Awas Kekeringan di Jatim
Berikut daftar kabupaten/kota di Jawa Timur yang tercantum dalam kategori Awas pada peringatan dini kekeringan meteorologis periode 11-20 Oktober 2026:
Kabupaten Bangkalan
Kabupaten Banyuwangi
Kabupaten Blitar
Kabupaten Bojonegoro
Kabupaten Bondowoso
Kabupaten Gresik
Kabupaten Jember
Kabupaten Jombang
Kabupaten Kediri
Kabupaten Lamongan
Kabupaten Madiun
Kabupaten Magetan
Kabupaten Malang
Kabupaten Mojokerto
Kabupaten Nganjuk
Kabupaten Ngawi
Kabupaten Pacitan
Kabupaten Pamekasan
Kabupaten Pasuruan
Kabupaten Ponorogo
Kabupaten Probolinggo
Kabupaten Sampang
Kabupaten Sidoarjo
Kabupaten Situbondo
Kabupaten Sumenep
Kabupaten Trenggalek
Kabupaten Tuban
Kabupaten Tulungagung
Kota Blitar
Kota Kediri
Kota Madiun
Kota Malang
Kota Mojokerto
Kota Pasuruan
Kota Probolinggo
Kota Surabaya
BMKG Prediksi Musim Hujan Mulai Desember
Maksum menyebut status peringatan kekeringan dapat berubah mengikuti perkembangan kondisi iklim di masing-masing wilayah. Karena itu, masyarakat diminta tidak hanya mengacu pada satu pembaruan informasi.
Berdasarkan prakiraan awal musim hujan yang disampaikan Maksum, wilayah Jawa Timur secara umum diprediksi mulai memasuki musim hujan pada Desember 2026.
“Status ini bisa berubah tergantung wilayahnya, karenanya perlu memperhatikan pembaruan informasi dari BMKG,” jelasnya.
Dengan demikian, potensi kekeringan masih perlu diwaspadai sebelum musim hujan tiba. Masyarakat diminta menghemat air dan menghindari kegiatan yang berisiko memicu kebakaran selama kondisi kering masih berlangsung. ((red))
- Dipublikasi Pada 13 Oktober 2026
- Baru Saja di Update Pada Oktober 13, 2026
- Temukan Kami di Google News
Bagikan ke Media Sosial
Unduh slide siap posting untuk Instagram, TikTok, X & Koran digital

