infosurabaya.com-Bantuan kemanusiaan untuk korban gempa di Nusa Tenggara Timur, NTT, kembali disalurkan. Sebanyak 12 truk bantuan disiapkan untuk menjangkau wilayah terdampak, termasuk kawasan Nagekeo dan sekitarnya yang dinilai masih membutuhkan bantuan. 12 truk bantuan ini di lepas langsung oleh Penasihat PT Dharma Lautan Utama, Bambang Haryo Soekartono, di pelabuhan tanjung Perak Surabaya, Jumat (21/8).
Bambang Hary Soekartono yang merupakan anggota DPR RI Komisi VII, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana, khususnya di wilayah Manggarai, Maumere dan daerah lainnya.
Bantuan dikirim berdasarkan koordinasi langsung dengan posko penanganan bencana dan masyarakat setempat. Dengan demikian, jenis bantuan yang dikirim disesuaikan dengan kebutuhan warga di lokasi terdampak.
Sejumlah bantuan yang disalurkan antara lain susu, obat-obatan, kebutuhan ibu dan anak, selimut, genset, kabel listrik serta berbagai perlengkapan lainnya.
Penasihat Gapasdap (Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan) ini juga menjelaskan, proses distribusi menuju sejumlah wilayah terdampak tidak mudah. Kondisi infrastruktur masih mengalami kerusakan, termasuk jalan dan sejumlah jembatan yang mengalami keretakan.
Karena itu, bantuan diangkut menggunakan truk berukuran sedang dengan mempertimbangkan kondisi jalan dan kemampuan tonase jembatan. Langkah tersebut dilakukan agar distribusi bantuan dapat berlangsung aman hingga ke lokasi tujuan.
Di salah satu wilayah sasaran, tercatat lebih dari seribu kepala keluarga terdampak bencana dan mengalami trauma.
Selain bantuan logistik, Bambang menilai kebutuhan tenaga trauma healing juga mendesak, terutama bagi anak-anak dan keluarga yang terdampak langsung bencana.
Ia berharap pemerintah daerah dan pemerintah pusat dapat memperkuat layanan trauma healing, dengan melibatkan tenaga dari kepolisian, rumah sakit serta unsur terkait lainnya.
Bantuan untuk anak-anak juga disiapkan berupa mainan. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu mengalihkan perhatian anak-anak dari trauma akibat bencana.
Sementara itu, kerusakan fasilitas pendidikan membuat aktivitas belajar mengajar di sejumlah wilayah terdampak terganggu.
Bambang mendorong percepatan perbaikan sekolah di wilayah bencana, termasuk melalui program pemerintah yang tengah berjalan untuk memperbaiki fasilitas pendidikan di berbagai daerah.
Menurutnya, pemulihan pascabencana tidak hanya membutuhkan bantuan kebutuhan pokok, tetapi juga pemulihan psikologis dan pendidikan agar kehidupan masyarakat dapat kembali berjalan normal.
Bambang menegaskan, penyaluran bantuan akan terus dilakukan dengan menyesuaikan kebutuhan masyarakat di lokasi terdampak, melalui koordinasi dengan posko dan warga setempat.(bro)
- Dipublikasi Pada 22 Agustus 2026
- Baru Saja di Update Pada Agustus 22, 2026
- Temukan Kami di Google News
