infosurabaya.com-Puluhan warga menyerbu pasar murah baju bekas dan sembako yang digelar di halaman SD Muhammadiyah 16 Surabaya, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu pagi.
Kegiatan yang digelar menjelang Lebaran ini disambut antusias warga. Mereka tampak berdesakan memilih berbagai barang seperti baju, sepatu, tas hingga mainan anak yang masih layak pakai namun dijual dengan harga sangat murah.
Pasar murah yang konsepnya mirip garage sale tersebut merupakan bagian dari kegiatan Ramadan sekolah. Barang-barang yang dijual merupakan sumbangan dari para siswa yang sudah tidak digunakan namun masih dalam kondisi baik.
Setelah dikumpulkan, barang-barang tersebut dipilah oleh panitia sebelum dijual kembali kepada masyarakat dengan harga sangat terjangkau. Baju bekas misalnya dijual mulai dari Rp5 ribu hingga Rp15 ribu per potong.
Selain pakaian, panitia juga menyediakan sepatu, tas wanita, kerudung, baju muslim hingga mainan anak. Bahkan sebagian barang dibagikan secara gratis kepada warga yang membutuhkan.
Antusiasme warga yang datang dari kawasan Baratajaya membuat panitia sedikit kewalahan melayani pembeli yang terus berdatangan sejak pagi.
Salah satu warga, Munika, mengaku senang dengan adanya pasar murah tersebut karena dapat membeli kebutuhan dengan harga yang jauh lebih terjangkau.
“Saya beli baju untuk persiapan Lebaran dan sehari-hari sekaligus beli sembako. Harganya sangat murah dan sangat membantu,” ujarnya.
Tidak hanya menjual baju bekas, panitia juga menyediakan paket sembako murah bagi warga. Setiap paket berisi beras, minyak goreng, gula, sirup hingga roti kaleng.
Paket sembako tersebut dijual dengan harga antara Rp 85 ribu hingga Rp 130 ribu per paket, atau sekitar 30 persen lebih murah dibandingkan harga pasar. Sembako tersebut merupakan sumbangan dari para wali murid yang kemudian dijual kembali untuk kegiatan sosial.
Ketua Komite Sekolah, Anda, mengatakan kegiatan ini bertujuan membantu warga yang membutuhkan sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial.
“Kami ingin membantu warga menjelang Lebaran. Sembako ini merupakan sumbangan dari wali murid kemudian dijual sekitar 30 persen lebih murah dari harga pasar,” katanya.
Nantinya , hasil penjualan sembako dan baju bekas ini, rencannya digunakan untuk kegiatan sosial lainnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah Ely Rhodlifah menjelaskan kegiatan pasar murah ini juga menjadi bagian dari pembelajaran bagi para siswa di bulan Ramadan.
Melalui kegiatan tersebut, siswa dilatih untuk berbagi dan memiliki kepedulian sosial terhadap sesama sejak dini, terutama menjelang hari raya.
“Tentunya kegiatan ini untuk melatih siswa agar memiliki kepedulian sosial terhadap sesama, terutama menjelang Lebaran,” ujarnya.
Antusiasme warga, terlihat dari cepatnya barang yang terjual. Dalam waktu 30 menit, seluruh paket sembako langsung habis dibeli warga. Sementara baju bekas dan barang lainnya ludes dalam waktu sekitar tiga jam.
Seluruh hasil penjualan dalam kegiatan ini rencananya akan digunakan kembali untuk kegiatan sosial serta membantu warga yang membutuhkan.(bro)
- Dipublikasi Pada 15 Maret 2026
- Baru Saja di Update Pada Maret 15, 2026
- Temukan Kami di Google News
