infosurabaya.com-Kompetisi bola voli tertinggi di Indonesia, Proliga 2026, memasuki fase menentukan. Betapa tidak, pada putaran pertama, Final Four yang digelar di Surabaya pada 2 hingga 5 April 2026, mempertemukan delapan tim terbaik yang bersaing memperebutkan tiket menuju grand final.
Sebanyak empat tim putra dan empat tim putri akan bertarung dalam fase penentuan ini. Di sektor putra, juara bertahan Jakarta Bhayangkara Presisi mendapat tantangan dari Jakarta LavAni Livin’ Transmedia, Garuda Jaya, dan Surabaya Samator.
Sementara di sektor putri, persaingan tak kalah ketat dengan kehadiran Jakarta Pertamina Enduro, Jakarta Electric PLN Mobile, Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia, serta Jakarta Popsivo Polwan.
Wakil Ketua Proliga, Reginald Nelwan, menyebut kompetisi tahun ini dipastikan berlangsung lebih kompetitif. Tingginya antusiasme penonton juga terlihat dari penjualan tiket yang mencapai ribuan setiap harinya.
“Kenapa digelar di Surabaya, ini karena animo penggemar bola voli, di Surabaya, Sidoarjo hingga Gersik sangat tinggi. dan kami menyediakan 3000 tiket,” katanya.
Panitia menyediakan sekitar 3.000 tiket per hari yang dapat diakses melalui sistem pembelian online untuk mengakomodasi tingginya minat masyarakat menyaksikan langsung pertandingan Final Four di Surabaya.
Memasuki fase ini, sejumlah tim melakukan perubahan komposisi pemain guna memperkuat performa. Surabaya Samator tetap mempertahankan filosofi pembinaan pemain lokal dengan hanya melakukan pergantian terbatas tanpa perubahan besar dalam skuad.
Manajer tim Hadi Sampurno menegaskan bahwa pihaknya tetap percaya pada kualitas pemain binaan sendiri meski menghadapi lawan-lawan dengan pengalaman lebih matang.
Di sisi lain, Garuda Jaya melakukan penyesuaian karena faktor cedera. Tim tersebut mendatangkan spiker baru untuk menggantikan pemain yang harus absen, demi menjaga kekuatan tim tetap kompetitif.
Jakarta LavAni Livin’ Transmedia tampil agresif dengan merekrut pemain asing asal Jerman, George Grozer. Kehadiran pemain berpengalaman tersebut diharapkan mampu membawa tim kembali meraih gelar juara.
Sementara itu, Jakarta Bhayangkara Presisi sebagai juara bertahan memastikan kondisi tim dalam keadaan stabil, meski melakukan satu pergantian pemain asing untuk menjaga keseimbangan skuad.
Di sektor putri, perombakan pemain asing menjadi strategi utama sejumlah tim. Jakarta Pertamina Enduro mengganti pemain kunci guna mempertahankan gelar juara, sementara Jakarta Electric PLN Mobile juga melakukan pergantian untuk meningkatkan soliditas tim.
Berbeda dengan tim lainnya, Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia memilih mempertahankan pemain asing dan hanya melakukan perubahan pada pemain lokal. Sedangkan Jakarta Popsivo Polwan tetap melakukan rotasi pemain asing meski tidak memasang target tinggi.
Dengan berbagai strategi dan perubahan komposisi pemain, Final Four Proliga 2026 dipastikan menghadirkan persaingan sengit. Setiap tim berambisi tampil maksimal demi mengamankan tiket menuju partai puncak.(bro)
- Dipublikasi Pada 1 April 2026
- Baru Saja di Update Pada April 1, 2026
- Temukan Kami di Google News
