Surabaya | Kasus dugaan penggelapan dana pembelian mobil yang melibatkan seorang sales di dealer resmi Wuling Surabaya akhirnya menemukan penyelesaian. Wuling Motors secara resmi menuntaskan permasalahan yang dialami oleh Nancy (Nensi Natalia), seorang konsumen yang sebelumnya mengaku dirugikan setelah melunasi pembayaran kendaraan sebesar Rp423,8 juta, tetapi unit yang dipesan tidak kunjung diserahkan.
Pada tanggal 5 September 2026, manajemen Wuling Motors bertemu langsung dengan Nancy dan memberikan sejumlah opsi penyelesaian. Nancy memilih solusi berupa penyerahan satu unit Wuling Darion, yang langsung diserahterimakan pada hari yang sama.
Kasus Wuling Surabaya
Berawal dari Pelunasan Rp423,8 Juta, Berujung pada Dugaan Penggelapan
Kasus ini berawal dari transaksi pembelian mobil yang dilakukan Nancy pada Desember 2025 di dealer Wuling Kenjeran, Surabaya. Setelah membayar uang muka, Nancy melunasi sisa pembayaran secara tunai pada awal Januari 2026 sebesar Rp423,8 juta. Pembayaran dilakukan melalui transfer ke rekening PT Putra Perdana Indoniaga atas arahan supervisor sales bernama Raditya Febrianto atau Radit.
Masalah muncul ketika setelah pembayaran lunas, unit kendaraan yang dipesan Nancy tidak kunjung dikirim. Kecurigaan timbul saat pihak finance dealer, Bu Devi, meminta bukti pembayaran.
Dari pemeriksaan, ditemukan kejanggalan bahwa kuitansi bermeterai dan berstempel basah resmi yang dipegang Nancy ternyata palsu. Hasil investigasi internal juga menemukan indikasi manipulasi nomor Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) milik Nancy, yang diduga dialihkan untuk mengacu pada dua konsumen berbeda.
Dana pelunasan Nancy diduga dialihkan oleh pelaku untuk membayar kendaraan konsumen lain. Kasus ini mendapat perhatian lebih setelah Nancy melaporkannya ke Rumah Aspirasi Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji atau Cak Ji.
Armuji kemudian mendatangi dealer Wuling Kenjeran untuk mediasi, yang sempat diwarnai perdebatan dengan manajemen dealer. Armuji menegaskan bahwa dealer bertanggung jawab penuh karena transaksi terjadi di dalam area kantor resmi dealer.
Sementara itu, Operation Manager Wuling Perdana Group Jatim, Adi, menyatakan bahwa pihak dealer telah melaporkan Raditya Febrianto ke polisi atas dugaan pemalsuan dokumen dan penggelapan.
Sempat Beralih ke Eksion, Nancy Akhirnya Menerima Wuling Darion
Sebelum penyelesaian akhir, Nancy sempat mengambil opsi kompromi dengan beralih ke model Wuling Eksion yang lebih murah. Ia telah menerima pengembalian selisih dana sebesar Rp55 juta pada 22 Juni 2026. Namun, unit Eksion yang dijanjikan juga tidak kunjung datang. Nancy lalu melayangkan somasi resmi hingga akhirnya pada 5 September 2026, masalah tersebut terselesaikan.
Setelah bertemu langsung dengan manajemen Wuling Motors, Nancy memilih menerima unit Wuling Darion sebagai bentuk penyelesaian. Wuling Motors juga menyampaikan permohonan maaf resmi atas kerugian dan ketidaknyamanan yang dialami konsumen.
Sebagai langkah perbaikan, Wuling berkomitmen memperketat pengawasan terhadap standar operasional prosedur (SOP) dealer, melakukan pembinaan kepada wiraniaga, serta mengoptimalkan layanan Customer Care 24 jam melalui nomor 0800-100-5050.
Puluhan Konsumen Lain Mulai Bersuara
Setelah kasus Nancy viral di media sosial, sejumlah konsumen lain mulai bermunculan dan melaporkan modus penipuan serupa. Puluhan korban baru dilaporkan menyampaikan pengaduan ke Rumah Aspirasi Armuji, dengan modus yang diduga melibatkan oknum sales yang sama.
Kemunculan korban baru menunjukkan bahwa persoalan ini lebih luas dan tidak hanya menyangkut satu konsumen. Pihak berwenang kini menyiapkan langkah hukum lebih lanjut untuk mengusut perkara secara menyeluruh.
Bagi Wuling, penyelesaian kasus Nancy menjadi langkah awal memulihkan kepercayaan konsumen. Namun, munculnya dugaan korban lain menjadikan evaluasi sistem pengawasan dealer semakin mendesak.
Kasus ini juga menjadi pengingat bahwa transaksi kendaraan, meskipun di dealer resmi, tetap memerlukan pengawasan dan verifikasi ketat di setiap tahap pembayaran hingga serah terima unit. (red)
- Dipublikasi Pada 7 September 2026
- Baru Saja di Update Pada September 7, 2026
- Temukan Kami di Google News

