infosurabaya.com – Berawal dari bisnis kopi di pasar lokal, Aryasetya Kanaka Dumadi berhasil membawa potensi kopi petani Indonesia menjangkau pasar internasional. Melalui platform QThink X yang dibangunnya, Aryasetya kini menghubungkan 50 petani kopi lokal dengan pembeli dari luar negeri.
Menariknya, dalam kurun waktu satu tahun, QThink X telah mencatatkan transaksi dengan dua pembeli internasional. Sebanyak tujuh transaksi berhasil dilakukan ke Italia dan satu transaksi ke Uni Emirat Arab.
Platform tersebut hadir untuk menjembatani petani kopi lokal yang memiliki hasil panen berkualitas, tetapi masih menghadapi keterbatasan akses pasar global. Di sisi lain, pembeli internasional membutuhkan informasi yang jelas mengenai asal-usul, mutu, hingga ketersediaan produk kopi.
Aryasetya menjelaskan, QThink X dikembangkan berdasarkan persoalan nyata yang ditemuinya di lapangan. Melalui platform ini, petani diharapkan memiliki peluang lebih besar untuk memasarkan hasil panen, sekaligus memberikan kepastian informasi kepada pembeli internasional.
Perjalanan Aryasetya membangun bisnis kopi tidak hanya melalui QThink X. Ia juga mengembangkan Kazakopi, usaha roastery yang menyasar pasar lokal, serta Essuco, produk perawatan tubuh berupa body scrub berbahan ampas kopi.
Lewat Essuco, ia mencoba mengolah limbah sisa produksi kopi menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi. Pengalaman membangun sejumlah usaha tersebut menjadi bagian dari prosesnya mengembangkan kemampuan kewirausahaan selama menempuh pendidikan di Universitas Ciputra Surabaya.
Sebagai wisudawan program International Business Management–International Class, Aryasetya mengaku banyak mendapatkan pengalaman melalui pembelajaran berbasis proyek, materi ekspor-impor, hingga kesempatan magang di perusahaan asuransi ekspor.
Bahkan, QThink X menjadi fokus penelitian skripsinya. Ia meneliti berbagai faktor yang memengaruhi minat petani kopi skala kecil dalam mengadopsi platform ketertelusuran produk.
Kisah Aryasetya menjadi salah satu gambaran semangat kewirausahaan yang diusung Universitas Ciputra dalam wisuda 2026 melalui tema Innovating Humanity Through Entrepreneurial Leadership.
Rektor Universitas Ciputra Surabaya, Prof. Dr. Wirawan E.D. Radianto, M.ScA, CA., Ak, mengatakan lulusan perguruan tinggi harus mampu menciptakan nilai dan menjawab kebutuhan nyata di tengah perubahan dunia kerja.
Menurutnya, semangat kewirausahaan perlu dimiliki setiap lulusan, baik yang memilih berkarier sebagai profesional maupun membangun usaha sendiri.
Semangat tersebut juga tercermin dari capaian wisudawan Universitas Ciputra tahun 2026. Sebanyak 90 persen lulusan dilaporkan telah memperoleh pekerjaan atau menjalankan bisnis sebelum menyelesaikan pendidikan.
Capaian itu mencakup lulusan yang telah bekerja sebagai profesional, merintis usaha sendiri, hingga meneruskan bisnis keluarga.
Melalui kisah Aryasetya, Universitas Ciputra menunjukkan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari pencapaian akademik, tetapi juga dari kemampuan lulusannya menghadirkan inovasi dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.(bro)
- Dipublikasi Pada 31 Oktober 2026
- Baru Saja di Update Pada Oktober 31, 2026
- Temukan Kami di Google News
Bagikan ke Media Sosial
Unduh slide siap posting untuk Instagram, TikTok, X & Koran digital

