Infosurabaya.com– Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, melakukan kunjungan ke Gereja Katolik Katedral di Surabaya, Jumat (6/3/2026). Kunjungan tersebut bertujuan memperkuat dialog lintas iman, merawat toleransi, serta memastikan kehadiran negara dalam menjamin kebebasan beribadah bagi seluruh umat beragama, khususnya umat Kristiani.
Kedatangan Menag disambut langsung oleh Uskup Keuskupan Surabaya, Agustinus Tri Budi Utomo yang akrab disapa Romo Didik. Pertemuan berlangsung hangat dan penuh suasana persaudaraan antarumat beragama.
Menag Nasaruddin Umar menjelaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian agenda kerjanya di Jawa Timur setelah sebelumnya mengunjungi sejumlah pondok pesantren serta melaksanakan salat Jumat.
“Setelah mengunjungi beberapa pondok pesantren dan salat Jumat di masjid pondok, kami menyempatkan diri berkunjung ke Katedral Surabaya ini. Katedral ini memiliki makna historis dalam perjalanan bangsa Indonesia,” ujar Nasaruddin.
Ia juga menyampaikan bahwa hubungannya dengan para pemimpin gereja di Surabaya telah terjalin baik sejak lama. Kunjungan tersebut sekaligus menjadi simbol bahwa Indonesia adalah negara yang menjunjung tinggi toleransi dan keberagaman.
Menurutnya, momen kunjungan tersebut juga memiliki makna spiritual karena dilakukan pada hari Jumat yang dalam tradisi Kristiani merupakan hari wafatnya Yesus Kristus.
“Pada jam-jam seperti ini juga ada ibadah di dalam gereja, dan saya sempat menyapa jemaat. Ini simbol bahwa Indonesia adalah negara yang patut dicontoh dari segi toleransi dan keberagaman,” katanya.
Menag menegaskan bahwa di tengah momentum bulan suci Ramadan, masyarakat Indonesia harus terus merawat kerukunan antarumat beragama agar setiap pemeluk agama dapat menjalankan ibadah dengan tenang sesuai keyakinannya.
Ia juga menyinggung sejumlah hari besar keagamaan yang berdekatan dalam waktu yang sama tahun ini, seperti Ramadan, Tahun Baru Imlek, dan Hari Raya Nyepi. Pemerintah, kata dia, telah melakukan pengaturan agar perayaan tersebut dapat berjalan harmonis tanpa saling mengganggu.
“Sebentar lagi juga akan bertepatan dengan Nyepi, bahkan malam takbiran. Semua sudah diatur dengan baik sehingga tidak saling mengganggu. Inilah indahnya Indonesia,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Menag juga menyinggung situasi konflik yang terjadi di Timur Tengah. Ia berharap seluruh pihak dapat mengedepankan hati nurani dan memilih jalan damai.
“Kita berdoa semoga konflik yang terjadi bisa segera berakhir. Kita semua manusia yang memiliki hati nurani, semoga tersentuh untuk memilih perdamaian,” tuturnya.
Sementara itu, Uskup Keuskupan Surabaya, Mgr. Agustinus Tri Budi Utomo, menilai kunjungan Menteri Agama memiliki makna simbolik yang sangat kuat bagi umat Katolik di Indonesia.
Menurutnya, kehadiran Menag di gereja merupakan simbol bahwa negara hadir untuk seluruh umat beragama tanpa membedakan latar belakang keyakinan.
“Kehadiran Menteri Agama di Keuskupan Surabaya adalah simbol kehadiran negara bagi gereja. Ini menegaskan bahwa umat Katolik adalah bagian dari bangsa Indonesia yang bersama-sama menjaga kesatuan Negara Republik Indonesia,” ujarnya.
Romo Didik juga menilai kunjungan tersebut memiliki makna khusus karena berlangsung pada masa puasa, baik bagi umat Islam yang menjalankan Ramadan maupun umat Katolik yang juga menjalani masa puasa dalam kalender liturgi.
“Ini menjadi simbol silaturahmi. Saat puasa kita kembali pada hakikat manusia sebagai ciptaan Tuhan yang memiliki martabat yang sama di hadapan-Nya,” jelasnya.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa pertemuan lintas iman seperti ini juga menjadi pesan kuat bagi dunia bahwa agama tidak pernah mengajarkan permusuhan maupun perang.“Agama-agama tidak ada yang menghendaki perang. Perang hanya membawa penderitaan. Karena itu kita semua adalah komunitas yang mencintai perdamaian,” tegasnya.
Pertemuan tersebut diharapkan semakin memperkuat komitmen bersama dalam menjaga kerukunan antarumat beragama serta menjadikan Indonesia sebagai contoh nyata harmoni keberagaman di dunia.
- Dipublikasi Pada 6 Maret 2026
- Baru Saja di Update Pada Maret 6, 2026
- Temukan Kami di Google News
