Blitar, Infosurabaya.com – Paguyuban Peternak Ayam Petelur (PPAP) Jawa Timur menggelar dialog konsolidasi di Kota Blitar, Rabu (24/6/2026). Agenda utama pertemuan ini adalah memperkuat komitmen bersama menjaga stabilitas harga telur di tingkat peternak.
Ketua PPAP Jawa Timur, Safik, menegaskan bahwa fluktuasi harga yang terjadi setiap tahun harus segera dicarikan solusi permanen. Ia menyebut, tanpa kepastian harga, peternak rakyat akan terus menjadi pihak yang paling dirugikan.
“Kegiatan ini kami gelar bukan sekadar temu kangen, melainkan untuk merumuskan langkah konkret menghadapi fluktuasi harga yang setiap tahun terus berulang. Kita ingin memutus siklus kerugian peternak saat panen raya dan kelangkaan pasokan saat permintaan tinggi,” ujar Safik di sela-sela acara.
Forum yang dihadiri puluhan peternak dari berbagai daerah di Jawa Timur ini menghasilkan sejumlah kesepakatan strategis. Safik memaparkan, salah satu langkah prioritas adalah membentuk tim gugus tugas informasi pasar yang bekerja memantau data secara real-time.
“Kami sudah bersepakat akan membentuk tim gugus tugas informasi pasar. Tugasnya memantau harga pakan, harga telur di tingkat kandang, hingga stok harian. Data ini akan jadi dasar bagi teman-teman peternak untuk menentukan kebijakan produksinya,” jelas Safik.
Tokoh peternak Blitar, H. Dodik, turut menyerukan pentingnya solidaritas antar peternak. Ia menekankan, kualitas telur dan kekompakan adalah kunci menghadapi persaingan pasar yang semakin ketat.
“Kuncinya ada di kualitas telur dan kebersamaan kita. Jangan sampai kita sebagai sesama peternak justru saling menjatuhkan harga. Pemerintah juga harus hadir memastikan tata niaga yang adil, terutama dari hulu ke hilir,” tegas H. Dodik.
Para peserta forum mendorong agar sinergi antara PPAP, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya segera diwujudkan dalam nota kesepahaman bersama. Langkah ini dinilai penting untuk menjamin akses pakan ternak dengan harga wajar serta membuka jalur distribusi yang lebih efisien.
Menutup rangkaian dialog, Safik menyampaikan optimismenya terhadap masa depan peternakan ayam petelur di Jawa Timur. Ia berharap, komunikasi intensif dan aksi kolektif yang berkelanjutan mampu mengangkat kesejahteraan peternak sekaligus memperkuat ketahanan pangan.
“Harapan kami sederhana, peternak sejahtera, masyarakat bisa mengonsumsi protein hewani dengan harga terjangkau, dan ketahanan pangan nasional kita semakin kuat. Itu tujuan besar yang terus kami perjuangkan bersama,” pungkas Safik.
- Dipublikasi Pada 24 Juni 2026
- Baru Saja di Update Pada Juni 24, 2026
- Temukan Kami di Google News
