Tangis Bocah 6 Tahun Pecah di Sunatan Massal Surabaya, Gawai Jadi Cara Redakan Rasa Takut

infosurabaya.com-Tangis seorang bocah berusia sekitar enam tahun memecah suasana pelaksanaan sunatan massal di Balai RW IV Kupang Panjaan, Kecamatan Tegalsari, Surabaya, Selasa (30/6/2026). Meski baru saja mendapatkan suntikan obat bius, bocah tersebut tetap berteriak ketakutan hingga membuat orang tua dan tenaga medis berulang kali menenangkannya.


Pemandangan seperti itu menjadi momen yang paling menyita perhatian dalam kegiatan sunatan massal yang digelar Komunitas Selatan Keras. Rasa takut yang dialami anak-anak memang menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi peserta yang baru pertama kali menjalani tindakan medis.


Untuk mengurangi rasa cemas, panitia bersama tenaga medis menyiapkan cara sederhana namun cukup efektif. Anak-anak diberikan gawai untuk menonton video sehingga perhatian mereka teralihkan dan tidak terus berfokus pada proses khitan yang sedang berlangsung.


Cara tersebut membuat sebagian besar peserta lebih tenang. Setelah beberapa menit didampingi orang tua dan petugas, bocah yang sempat menangis histeris itu akhirnya dapat menjalani proses khitan hingga selesai.


Momentum libur sekolah memang menjadi waktu yang paling banyak dimanfaatkan orang tua untuk mengkhitankan anak. Selain tidak mengganggu kegiatan belajar, masa liburan juga memberikan waktu pemulihan yang lebih panjang sebelum anak kembali masuk sekolah.
Pada kegiatan kali ini, sebanyak 25 anak mengikuti sunatan massal gratis yang diselenggarakan di Balai RW IV, Jalan Kupang Panjaan V, Kelurahan Dr. Soetomo, Kecamatan Tegalsari, Surabaya. Seluruh proses khitan ditangani tenaga medis dari RSUD Tingkat II dr. Soewandhie Surabaya.
Selain mendapatkan layanan khitan tanpa dipungut biaya, seluruh peserta juga menerima bingkisan. Panitia turut memberikan santunan kepada anak yatim sebagai bagian dari rangkaian kegiatan sosial.


Ketua Komunitas Selatan Keras, Arif Tiasa, mengatakan kegiatan tersebut lahir dari semangat gotong royong seluruh anggota komunitas.
“Kegiatan ini murni dari semangat gotong royong seluruh anggota Komunitas Selatan Keras. Kami ingin membuktikan bahwa kebersamaan yang kami bangun tidak berhenti di lingkungan komunitas saja, tetapi juga hadir untuk masyarakat, berbagi kebahagiaan, serta memberikan manfaat bagi sesama. Semoga kegiatan ini menjadi ladang amal sekaligus membawa senyum bagi anak-anak dan keluarga mereka,” ujarnya.


Menurut Arif, kekuatan sebuah komunitas tidak diukur dari banyaknya anggota, melainkan dari manfaat yang dapat dirasakan masyarakat. Karena itu, ia berharap kegiatan sosial seperti sunatan massal dapat terus dilaksanakan dan menjangkau lebih banyak warga yang membutuhkan.(bro)

  • Dipublikasi Pada 1 Juli 2026
  • Baru Saja di Update Pada Juli 1, 2026
  • Temukan Kami di Google News
Follow WhatsApp Channel Infosurabaya
Follow

Trust Verified On Google
Jadikan Infosurabaya sebagai sumber berita tepercaya Anda di Google.
Add as a preferred source on Google
Disclaimer
Konten Tangis Bocah 6 Tahun Pecah di Sunatan Massal Surabaya, Gawai Jadi Cara Redakan Rasa Takut disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).
Powered By Infosurabaya