Infosurabaya – Kematian SN (51), perempuan asal Jombang yang ditemukan tewas di rumah kontrakan kawasan Putat Jaya, Surabaya, masih menyisakan misteri. Polisi kini mengarah pada dugaan pembunuhan setelah menemukan sejumlah luka tusuk pada tubuh korban.
Selain ditemukan bersimbah darah di dalam kamar kontrakan, korban juga ditemukan dalam kondisi setengah telanjang. Polisi masih memburu pelaku dan mendalami motif di balik kematian perempuan yang telah lama tinggal di kawasan tersebut.
Kasus ini pertama kali terungkap pada Kamis (25/6/2026) malam setelah warga merasa curiga karena korban tidak terlihat beraktivitas seperti biasanya. Kecurigaan warga kemudian berujung pada laporan ke layanan darurat 110 hingga akhirnya polisi mendatangi rumah kontrakan korban.
“Betul, Polsek menerima pengaduan dari 110 Polrestabes Surabaya terkait temuan mayat. Setelah menerima laporan, anggota langsung menuju lokasi,” kata Kapolsek Sawahan Kompol Muljono.
Saat petugas tiba di lokasi, saksi melihat adanya bercak darah dari dalam rumah sehingga polisi memutuskan tidak langsung membuka pintu. Polisi kemudian menunggu Tim Inafis Polrestabes Surabaya untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh.
“Saat di lokasi, ada saksi yang melihat di dalam rumah terdapat darah. Karena itu kami tidak langsung membongkar pintu masuk dan memanggil Inafis serta rekan-rekan dari Polrestabes Surabaya,” ujarnya.
Polisi Mengarah ke Dugaan Pembunuhan
Hasil olah tempat kejadian perkara menguatkan dugaan bahwa korban meninggal akibat tindak pidana pembunuhan. Sejumlah luka yang ditemukan pada tubuh korban membuat penyidik mengarahkan kasus tersebut ke dugaan pembunuhan.
“Setelah dilakukan olah TKP oleh Inafis, memang benar diduga terjadi tindak pidana pembunuhan. Korban seorang perempuan berinisial S berusia 51 tahun,” ungkap Muljono.
Korban kemudian dievakuasi ke RS Bhayangkara Polda Jawa Timur untuk dilakukan autopsi. Pemeriksaan medis dilakukan guna mengetahui penyebab pasti kematian dan luka yang dialami korban.
“Korban sudah dibawa ke RS Bhayangkara untuk dilakukan autopsi guna mengetahui luka-luka yang ada di tubuh korban,” pungkas Muljono.
Korban Alami 7 Luka Tusuk
Perkembangan terbaru mengungkap bahwa korban mengalami tujuh luka tusuk yang tersebar di beberapa bagian tubuhnya. Temuan tersebut menjadi salah satu petunjuk penting bagi penyidik untuk mengungkap pelaku dan motif di balik kematian korban.
“Benar, korban mengalami tujuh luka tusuk. Di bagian dada, perut dan tangan,” kata Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Edy Herwiyanto.
Sejauh ini polisi telah memeriksa sejumlah saksi yang diduga mengetahui aktivitas korban sebelum ditemukan meninggal dunia. Keterangan para saksi diharapkan dapat membantu mengungkap kasus tersebut.
“Saat ini yang sudah kami periksa ada empat orang saksi. Diantaranya tetangganya dan pemilik kontrakan,” ungkap Edy.
“Mohon doanya agar kasus ini segera kami ungkap,” pungkas Edy.
Korban Ditemukan Setengah Telanjang
Selain luka tusuk, kondisi korban saat ditemukan juga menjadi perhatian penyidik. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, korban ditemukan dalam kondisi setengah telanjang dan berlumuran darah di dalam kamar kontrakan.
“Benar (dalam kondisi setengah telanjang),” kata Edy Herwinyato.
Polisi juga memperkirakan waktu kematian korban belum mencapai satu hari sebelum jenazah ditemukan warga. Hal tersebut masih didalami melalui hasil autopsi dan pemeriksaan forensik. “Dugaan meninggalnya korban kurang satu kali 24 jam,” ungkap Edy.
Tetangga Sempat Curiga Korban Menghilang
Warga sekitar mengaku mulai curiga karena korban yang dikenal aktif dan telah lama tinggal di kawasan tersebut mendadak tidak terlihat beraktivitas. Kecurigaan semakin besar ketika korban tidak bisa dihubungi hingga akhirnya warga mendatangi rumah kontrakan.
“Sebelum Isya, pas saya pukul ngaji sudah banyak orang disini,” ungkap Tarmi, tetangga korban.
Menurut Tarmi, korban sudah bertahun-tahun tinggal di rumah kontrakan tersebut dan dikenal cukup dekat dengan warga sekitar. Ketika pesan yang dikirim tidak mendapat respons, warga mulai khawatir terjadi sesuatu.
“Korban ngontrak. Di sini kamarnya banyak. Tapi yang terisi hanya kamar mbaknya, puluhan tahun,” ungkap Tarmi.
“Saya curiga kok mbak ini ga pulang-pulang. Ke mana orang ini. Saya sempat WA, kok dereng mantuk. Lha kok centang satu,” ungkap Tarmi.
Hingga kini, Satreskrim Polrestabes Surabaya masih memburu pelaku dan mendalami motif pembunuhan. Polisi berharap hasil autopsi dan pemeriksaan para saksi dapat mengungkap secara terang kasus kematian SN yang menggegerkan warga Putat Jaya.
Polisi masih menyelidiki kasus pembunuhan dengan korban SN, 51, perempuan yang tinggal di rumah kontrakan Jalan Putat Jaya Lebar A, Surabaya. Sejumlah saksi telah diperiksa mulai dari saksi yang menemukan, tetangga dan keluarga korban. Korban mengalami tujuh luka tusuk.
“Masih lidik. Mohon doanya biar bisa terungkap pelakunya,” ujar Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Edy Herwiyanto, Sabtu (27/6).
Edy mengatakan, korban mengalami tujuh luka tusuk. Di antaranya di bagian dada, perut dan tangan. “Yang sudah kami periksa ada empat orang saksi diantaranya tetangganya dan pemilik kontrakan,” terangnya.
Pembunuhan di Jalan Putat Jaya Gang Lebar Surabaya
Korban SN, 51, warga asal Jarak Kulon, Jogoroto Jombang. Kapolsek Sawahan Kompol Muljono mengatakan awalnya mayat korban ditemukan R (kerabat pemilik kontrakan) bersama dua warga atau tetangganya.
Saksi melihat melalui jendela bahwa ada darah di kamar korban. Saksi ketakutan lari lalu melapor ke RT dan RW. Kemudian warga juga melapor ke 110. Anggota Reskrim Polsek Sawahan yang menerima laporan 110 dari Polrestabes Surabaya lalu menuju ke lokasi.
Sesampainya di lokasi, ada saksi yang menjelaskan bahwa di dalam kamar korban ada darah. Anggota Polsek Sawahan tidak bisa membongkar pintu atau masuk dan langsung menghubungi Tim Inafis Polrestabes Surabaya.
“Setelah dilakukan olah TKP rekan Inafis betul memang terjadi pembunuhan. Korban adalah wanita inisial S (SN) kelahiran tahun 1975 asal Jombang,” ungkapnya, Jumat (26/6) dini hari.
Dia menambahkan, dari keterangan Tim Inafis Polrestabes Surabaya sepintas memang ada luka tusukan di tubuh korban. “Kalau sepintas dari rekan Inafis betul ada (luka tusukan).
Tapi secara detail nanti otopsi yang bisa menjelaskan,” tegasnya.Pihaknya menuturkan untuk barang atau perhiasan korban masih dipakai dan tidak ada yang hilang. Usai dilakukan olah TKP, mayat korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan otopsi. “Saat ini masih lidik. Mohon doanya semoga segera terungkap,” tandasnya
- Dipublikasi Pada 28 Juni 2026
- Baru Saja di Update Pada Juni 28, 2026
- Temukan Kami di Google News
