Infosurabaya.com – Tangis seorang bayi pecah di ruang operasi RS Premier Surabaya, Jumat (26/6/2026). Bagi sebagian orang tua, tangisan itu mungkin terdengar biasa. Namun bagi puluhan keluarga yang selama ini hidup dalam kecemasan, suara tersebut menjadi pertanda lahirnya harapan baru.
Hari itu, sebanyak 20 balita dari berbagai daerah di Indonesia menjalani operasi bibir sumbing dan celah langit-langit mulut secara gratis melalui program yang digagas Yayasan Wings Peduli. Anak-anak yang berusia antara dua bulan hingga tiga tahun itu akhirnya mendapatkan kesempatan untuk menjalani tindakan medis yang selama ini sulit dijangkau karena keterbatasan biaya.
Bagi para orang tua, operasi ini bukan sekadar memperbaiki bentuk bibir anak mereka. Lebih dari itu, operasi menjadi pintu bagi masa depan yang lebih baik. Bibir sumbing dan celah langit-langit mulut merupakan kelainan bawaan yang dapat mengganggu kemampuan makan, berbicara, pendengaran, hingga memengaruhi rasa percaya diri anak ketika tumbuh dewasa.
Melihat senyum dan harapan yang terpancar dari wajah para keluarga pasien menjadi alasan Yayasan Wings Peduli terus menjalankan program kemanusiaan ini.
Komitmen tersebut diperkuat melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) penanggulangan craniofacial antara Yayasan Wings Peduli, Yayasan Surabaya CLP Center, RS Premier Surabaya, serta tim medis ahli dari Yayasan CLP Center. Kesepakatan kerja sama itu ditandatangani pada 24 Juni 2026 di Kantor Wings Group Surabaya, kemudian diwujudkan dengan pelaksanaan operasi perdana pada 26 Juni 2026.
Ketua Yayasan Wings Peduli, Luciana Tanoyo, mengatakan setiap anak berhak memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh sehat tanpa dibatasi kondisi ekonomi keluarganya.
“Kami percaya setiap anak berhak memperoleh kesempatan yang sama untuk tumbuh sehat dan meraih masa depan yang lebih baik. Melalui program operasi bibir sumbing dan celah langit-langit ini, kami berharap dapat membantu anak-anak Indonesia memperoleh kualitas hidup yang lebih baik sekaligus meringankan beban keluarga mereka,” ujarnya.
Tidak hanya memberikan layanan operasi secara cuma-cuma, program ini juga mencakup pemeriksaan kesehatan, pendampingan medis, hingga edukasi kepada orang tua mengenai perawatan pascaoperasi. Pendampingan tersebut menjadi bagian penting agar proses pemulihan anak berjalan optimal dan mereka dapat tumbuh seperti anak-anak lainnya.
Program craniofacial yang dijalankan Yayasan Wings Peduli sebenarnya bukanlah program baru. Sejak 2008, lebih dari 200 anak penyandang bibir sumbing dan celah langit-langit mulut telah memperoleh kesempatan menjalani operasi melalui program ini. Bagi banyak keluarga, bantuan tersebut menjadi jawaban atas penantian panjang yang sebelumnya terasa mustahil karena keterbatasan ekonomi.
Melalui berbagai program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), Wings Group terus berkontribusi di bidang kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan kemanusiaan. Program operasi bibir sumbing gratis ini menjadi bukti bahwa kepedulian bukan hanya tentang memberi bantuan, tetapi juga menghadirkan kesempatan agar setiap anak dapat tersenyum, berbicara, makan dengan baik, dan menatap masa depan dengan penuh percaya diri.
Sebab bagi keluarga-keluarga yang hadir hari itu, operasi bukan sekadar tindakan medis. Operasi adalah awal dari kehidupan baru, ketika senyum kecil seorang anak kembali membawa harapan besar bagi seluruh keluarganya.
- Dipublikasi Pada 26 Juni 2026
- Baru Saja di Update Pada Juni 26, 2026
- Temukan Kami di Google News
