infosurabaya.com- Bromo KOM 2026 yang akan digelar pada Sabtu (6/6) mendatang, kembali mendapat dukungan penuh dari Kepolisian Daerah Jawa Timur. Event balap sepeda tanjakan paling ikonik di Indonesia itu dipastikan menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-80 Bhayangkara.
Dukungan tersebut disampaikan Wakapolda Jawa Timur Brigjen Pol. Dr. Pasma Royce saat menerima audiensi Founder Mainsepeda, Azrul Ananda, di Mapolda Jatim.
Dalam pertemuan itu, Wakapolda Jatim menyampaikan bahwa Kapolda Jatim Irjen Pol. Nanang Avianto menyambut positif pelaksanaan Bromo KOM 2026. Bahkan, Polda Jatim kembali berharap Mapolda Jatim menjadi titik start event yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 6 Juni 2026.
Tahun ini Bromo KOM memasuki penyelenggaraan ke-12 sejak pertama kali digelar pada 2014. Dari total pelaksanaan tersebut, Mapolda Jatim tercatat sudah 10 kali menjadi lokasi start ajang yang selalu diikuti ribuan pesepeda dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara.
“Bromo KOM ini event yang sangat positif dan memiliki dampak besar, baik untuk olahraga maupun sport tourism. Karena itu kami mendukung penuh pelaksanaannya dan berharap bisa menjadi bagian dari kemeriahan HUT Bhayangkara tahun ini,” ujar Brigjen Pol. Pasma Royce.
Peringatan HUT Bhayangkara sendiri diperingati setiap 1 Juli. Namun, berbagai rangkaian kegiatan telah dimulai sejak awal Juni. Kehadiran Bromo KOM 2026 dinilai sejalan dengan semangat peringatan HUT Bhayangkara yang mengedepankan olahraga, kebersamaan, serta promosi pariwisata.
Tak hanya memberikan dukungan penyelenggaraan, Polda Jatim juga berencana mengundang para cyclist dari berbagai polda di Indonesia untuk ikut ambil bagian dalam event tersebut.
“Agar anggota Polri di berbagai daerah mengetahui adanya event sepeda yang dapat diikuti sebagai bagian dari rangkaian HUT Bhayangkara,” kata Pasma.
Sementara itu, Founder Mainsepeda Azrul Ananda mengungkapkan bahwa Bromo KOM 2026 kembali menghadirkan kategori khusus TNI/Polri. Berbeda dari tahun sebelumnya, kategori tersebut kini dibagi menjadi dua kelompok usia, yakni Men 39 and Under dan Men 40 and Up.
Menurut Azrul, pembagian kategori usia dilakukan untuk menciptakan persaingan yang lebih kompetitif dan adil bagi peserta dari unsur TNI maupun Polri.
Azrul juga mengapresiasi dukungan yang diberikan Polda Jawa Timur terhadap penyelenggaraan Bromo KOM 2026. Dukungan tersebut dinilai menjadi energi positif untuk menyukseskan event yang kembali diproyeksikan diikuti ribuan cyclist dari dalam maupun luar negeri.
Selain itu, Azrul menjelaskan bahwa pelaksanaan Bromo KOM tahun ini sengaja digeser ke bulan Juni. Keputusan tersebut diambil karena sepanjang Mei 2026 terdapat banyak libur panjang yang berpotensi membuat tingkat okupansi hotel sudah tinggi sejak awal.
“Bromo KOM tidak ingin hadir di situasi seperti itu. Justru kami ingin membantu mengisi saat tingkat okupansi hotel sedang turun. Sebab event ini terbukti berkontribusi terhadap pariwisata, termasuk tingkat hunian hotel,” jelas Azrul.
Bromo KOM dikenal sebagai ajang yang menantang para peserta menaklukkan segmen tanjakan menuju Wonokitri, Bromo. Jalur pendakian sejauh 25 kilometer dengan karakter tanjakan yang konstan menjadikan event ini dijuluki sebagai “naik hajinya” para cyclist Indonesia.
Saat ini pendaftaran All Event Mainsepeda 2026 masih dibuka, termasuk registrasi single event. Peserta dapat mendaftar empat event tersisa, yakni Bromo KOM, Ngebel KOM, Nggravel Glenmore, dan West Java Journey (WJJ) melalui aplikasi Mainsepeda. Panitia juga menyediakan paket bundling dengan potongan harga untuk sejumlah kategori event.(bro/*)
- Dipublikasi Pada 4 Juni 2026
- Baru Saja di Update Pada Juni 4, 2026
- Temukan Kami di Google News
Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).
