infosurabaya.com-PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) terus memperkuat komitmennya dalam pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat. Melalui kolaborasi dengan Bank Sampah Gotong Royong RW 03 Kelurahan Perak Barat, TPS menggelar edukasi pengelolaan bank sampah bagi warga RW 10 Kelurahan Sidotopo Wetan, Surabaya.
Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Sepak Bola Colombo dan dilanjutkan dengan kunjungan ke Bank Sampah Gotong Royong RW 03 Perak Barat ini menjadi sarana berbagi praktik baik (best practice) pengelolaan sampah yang telah berjalan secara berkelanjutan sejak 2024.
Dalam kegiatan tersebut, perwakilan warga RW 10 Sidotopo Wetan berkesempatan melihat langsung sistem pengelolaan bank sampah berbasis komunitas yang telah tertata rapi dan memberikan manfaat ekonomi nyata bagi masyarakat setempat.
Bank Sampah Gotong Royong RW 03 Perak Barat sendiri merupakan hasil kolaborasi antara TPS dan Subholding Pelindo Terminal Petikemas (SPTP). Seiring waktu, program ini berkembang menjadi model pengelolaan sampah yang produktif, partisipatif, dan berdampak pada peningkatan kualitas lingkungan serta ekonomi warga.
Melalui sesi edukasi dan diskusi interaktif, pengelola bank sampah berbagi pengalaman mulai dari proses pembentukan, tata kelola organisasi, mekanisme pemilahan dan pengumpulan sampah, hingga strategi pengembangan produk daur ulang. Peserta juga mendapatkan pemahaman pentingnya kedisiplinan warga dalam memilah sampah serta pengelolaan administrasi yang transparan.
Sekretaris Perusahaan TPS, Erika Asih Palupi, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan prinsip Environmental, Social and Governance (ESG), khususnya pada aspek lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.
“Kami mendorong terjadinya proses saling belajar antarwarga. Keberhasilan Bank Sampah Gotong Royong RW 03 Kelurahan Perak Barat diharapkan dapat menginspirasi wilayah lain, termasuk RW 10 Kelurahan Sidotopo Wetan, dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang mandiri, terstruktur, dan berdampak ekonomi,” ujarnya.
TPS, lanjut Erika, tidak hanya menyediakan fasilitas dan pendampingan, tetapi juga mendorong terciptanya ekosistem kolaboratif agar praktik pengelolaan bank sampah dapat direplikasi di wilayah lain, khususnya di sekitar kawasan pelabuhan.
Melalui kegiatan ini, warga RW 10 Sidotopo Wetan diharapkan memiliki gambaran menyeluruh terkait langkah pendirian dan pengelolaan bank sampah, mulai dari aspek kelembagaan, operasional, hingga pengembangan nilai tambah dari sampah terpilah.
Dalam jangka panjang, inisiatif ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah dari sumbernya sekaligus memperkuat ekonomi sirkular di tingkat komunitas.
Lurah Perak Barat, Saefudin Zuhri, mengapresiasi kegiatan tersebut sebagai langkah positif dalam mendorong kolaborasi antarwilayah di Kota Surabaya.
“Kami menyambut baik kehadiran warga RW 10 Kelurahan Sidotopo Wetan yang ingin belajar langsung. Bank Sampah Gotong Royong RW 03 Kelurahan Perak Barat berkembang karena keterlibatan aktif warga dan dukungan berbagai pihak. Kami berharap praktik baik ini dapat direplikasi sehingga semakin banyak wilayah yang mampu mengelola sampah secara mandiri, tertib, dan bernilai ekonomi,” tuturnya.
Upaya ini menjadi bagian dari langkah berkelanjutan TPS dalam mendukung terciptanya lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berdaya guna bagi masyarakat sekitar.(bro)
- Dipublikasi Pada 26 April 2026
- Baru Saja di Update Pada April 26, 2026
- Temukan Kami di Google News
