Hilal Ramadan 1447 H Dipantau di 21 Titik Jatim

Infosurabaya.com— Langit senja di ufuk barat menjadi pusat perhatian menjelang Magrib, Selasa (17/2/2026). Semburat cahaya jingga berpadu dengan garis cakrawala yang perlahan meredup, sementara jutaan umat Muslim di Jawa Timur menanti kepastian awal bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.

Di sejumlah titik pantau, tim rukyat tampak bersiaga dengan teleskop dan perangkat optik mengarah ke langit barat. Para ahli falak dan petugas pemantau berdiri khidmat, berburu kemunculan sabit tipis bulan atau hilal yang menjadi penanda resmi dimulainya ibadah puasa. Suasana hening dan penuh harap menyelimuti momen sakral tersebut, menandai ikhtiar ilmiah sekaligus spiritual dalam menentukan awal Ramadan.

Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Jawa Timur menetapkan 21 titik strategis yang tersebar di berbagai kabupaten/kota sebagai lokasi pemantauan. Titik-titik tersebut dipilih di kawasan pesisir hingga perbukitan untuk mendapatkan pandangan langit barat yang paling optimal.

Tim rukyat yang diterjunkan merupakan gabungan tenaga profesional, terdiri dari pakar ilmu falak, akademisi, perwakilan BMKG, hingga hakim Pengadilan Agama yang langsung menyidangkan hasil pengamatan di lokasi.
Berdasarkan data Bidang Urusan Agama Islam Kanwil Kemenag Jatim, 21 titik pemantauan tersebar di Pacitan, Banyuwangi, Probolinggo, Tuban, Madiun, Jombang, Gresik, Lumajang, Blitar (kota dan kabupaten), Jember, Trenggalek, Sampang, Ngawi, Pasuruan, Malang, Bondowoso, Mojokerto, Sumenep, Lamongan, hingga Ponorogo.

Penentuan lokasi tidak dilakukan secara sembarangan. Setiap titik harus memenuhi syarat teknis, seperti minim polusi cahaya dan memiliki jarak pandang luas ke arah barat. Kendati demikian, tantangan utama di lapangan kerap datang dari faktor cuaca, seperti awan tebal atau kabut yang berpotensi menghalangi visibilitas hilal.

Dalam menentukan awal Ramadan, Indonesia kini mengacu pada kriteria baru MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura). Secara astronomis, hilal dinyatakan memenuhi syarat apabila memiliki tinggi minimal 3 derajat dengan sudut elongasi minimal 6,4 derajat.
“Rukyatul hilal ini adalah ikhtiar ilmiah sekaligus syar’i. Kami melakukannya secara profesional dan objektif sesuai kriteria kesepakatan internasional,” ujar Munir, Kepala Bidang Urusan Agama Islam Kanwil Kemenag Jatim.

Selanjutnya, laporan hasil pengamatan dari 21 titik di Jawa Timur akan dikirim secara berjenjang ke pusat. Data tersebut menjadi salah satu rujukan dalam Sidang Isbat Kementerian Agama RI di Jakarta sebelum pemerintah secara resmi menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah.

  • Dipublikasi Pada 17 Februari 2026
  • Baru Saja di Update Pada Februari 17, 2026
  • Temukan Kami di Google News
Follow WhatsApp Channel Infosurabaya
Follow

Trust Verified On Google
Jadikan Infosurabaya sebagai sumber berita tepercaya Anda di Google.
Add as a preferred source on Google
Disclaimer
Konten Hilal Ramadan 1447 H Dipantau di 21 Titik Jatim disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).
Powered By Infosurabaya