Infosurabaya.com – Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kelurahan Kutisari, Surabaya, siap beroperasi setelah proses pembangunan rampung 100 persen. Koperasi yang berdiri di atas lahan seluas 1.000 meter persegi ini dilengkapi fasilitas lengkap, termasuk armada angkutan logistik untuk mendukung distribusi bahan pangan kepada masyarakat.
Pantauan di lokasi, Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita bersama Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) Joao Angelo De Sousa Mota meninjau langsung bangunan koperasi sebelum proses serah terima. Kegiatan tersebut turut didampingi Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Rabu (18/2/2026).
Koperasi Merah Putih Kutisari dibangun oleh TNI di bawah kewenangan Kodam V/Brawijaya sebagai bagian dari program prioritas nasional penguatan ekonomi kerakyatan. Selain gedung utama, koperasi ini telah dilengkapi kendaraan operasional berupa truk, mobil pick up roda empat, serta kendaraan roda tiga untuk mobilisasi logistik.
“Ini adalah bagian dari program nasional kita menata 1.135 KDKMP di seluruh Indonesia yang sudah terbangun 100 persen,” tegas Tandyo.
Secara nasional, pemerintah menargetkan pembangunan hingga 80.000 KDKMP di berbagai daerah di Indonesia. Saat ini percepatan pembangunan terus dilakukan agar capaian signifikan dapat diraih sepanjang 2026.
“Memang masih jauh dari harapan. Namun mudah-mudahan nanti di bulan Agustus 2026 kita bisa mencapai target kurang lebih 30.000 KDKMP bisa terbangun,” ujarnya.
Program KDKMP diharapkan menjadi pelecut kebangkitan ekonomi rakyat. Melalui koperasi ini, masyarakat dapat mengakses bahan pangan murah dan berkualitas, sekaligus memperoleh layanan terpadu seperti toko sembako, apotek, hingga gudang penyimpanan.
“Kita tadi bisa lihat fasilitas di KDKMP ini lengkap dengan kendaraan roda empat, ada truk dan juga kaisar roda tiga. Ini adalah miliknya rakyat sehingga bisa menggerakkan ekonomi di tingkat bawah,” imbuh Tandyo.
Ke depan, pengelolaan koperasi juga akan dibarengi dengan pelatihan bagi para pengurus agar mampu menjalankan operasional secara profesional, menghasilkan keuntungan, dan memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat.
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyebutkan, hingga kini sudah ada 380 KDKMP di Jawa Timur yang beroperasi penuh. Sementara ribuan unit lainnya masih dalam proses pembangunan dengan dukungan Kodam V/Brawijaya.
“Yang sudah terbangun full hampir 400 titik, dan ribuan lokasi juga sudah on progress. Jadi yang di Surabaya ini adalah modul, di manapun lokasinya akan seperti ini bentuknya, dengan memanfaatkan lahan seluas 1.000 meter persegi,” kata Emil.
Ia menambahkan, jika terdapat daerah yang kesulitan menyediakan lahan seluas 1.000 meter persegi, maka desain modul akan disesuaikan dengan kondisi geografis setempat. Di beberapa wilayah seperti Kalimantan, konsep bangunan bahkan menyesuaikan kondisi lahan, termasuk dengan model panggung.
Emil juga mengapresiasi kelengkapan fasilitas KDKMP Kutisari yang tidak hanya menyediakan layanan ritel seperti sembako dan apotek, tetapi juga klinik pelayanan kesehatan.
Dengan hadirnya Koperasi Merah Putih, Pemprov Jatim optimistis distribusi bahan pangan akan lebih efisien. Pemangkasan rantai logistik diharapkan mampu menghadirkan harga yang lebih terjangkau bagi masyarakat sekaligus memberikan harga yang adil (fair price) bagi petani.
Namun demikian, Emil menekankan pentingnya dukungan modal awal operasional, termasuk biaya listrik, pendingin ruangan, hingga sistem berbasis jaringan internet.
“Kita berharap ada bantuan cover juga dari Agrinas. Karena koperasi ini pasti butuh ongkos awal, agar di awal tidak ada kendala working capital atau modal kerja,” pungkasnya.
Dengan kesiapan infrastruktur dan dukungan lintas sektor, Koperasi Merah Putih Kutisari diharapkan menjadi model penguatan ekonomi rakyat di Surabaya sekaligus percontohan bagi pengembangan KDKMP di daerah lain.
- Dipublikasi Pada 18 Februari 2026
- Baru Saja di Update Pada Februari 18, 2026
- Temukan Kami di Google News
