Infosurabaya.com – SMA Negeri 19 Surabaya menggelar kegiatan Pondok Ramadhan dan Ramadhan Mubarak yang dirangkaikan dengan santunan kepada anak yatim dan dhuafa. Selama dua hari pelaksanaan, siswa tidak hanya mendapatkan penguatan spiritual, tetapi juga pembinaan praktik ibadah dan kreativitas.
Kegiatan diawali dengan pembelajaran praktik ibadah, mulai dari tata cara bersuci (thaharah) hingga sholat yang benar. Menariknya, pembelajaran sholat dikemas dalam bentuk sholat berskenario. Dalam metode ini, siswa mempraktikkan langsung gerakan dan bacaan sholat sesuai tuntunan, sekaligus memerankan berbagai kondisi yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui pendekatan tersebut, siswa diajak memahami kesalahan-kesalahan umum dalam sholat, cara meluruskannya, serta pentingnya kekhusyukan dan ketertiban dalam beribadah. Guru pembina memberikan arahan langsung agar setiap gerakan dan bacaan sesuai dengan tuntunan syariat.
Selain praktik sholat, materi thaharah juga menjadi perhatian utama. Siswa dibimbing memahami tata cara bersuci yang benar, mulai dari wudhu, tayamum, hingga pentingnya menjaga kebersihan sebagai bagian dari iman. Pembelajaran ini bertujuan agar siswa tidak hanya mengetahui teori, tetapi mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Kepala SMA Negeri 19 Surabaya, Agustina Pertiwiningrum, M.Pd., menegaskan bahwa Pondok Ramadhan bukan sekadar agenda tahunan, melainkan proses pembentukan karakter.
“Ini bukan hanya kegiatan rutin, tetapi bagaimana nilai-nilai yang kalian peroleh selama Pondok Ramadhan benar-benar diwujudkan dalam sikap dan tindakan nyata,” tegasnya Jumat, (27/2/2026).
Menurutnya, kemuliaan Ramadhan harus tercermin dalam perubahan perilaku yang lebih baik, baik dalam hal ibadah, akhlak, maupun kepedulian sosial.
Selain kegiatan keagamaan, Pondok Ramadhan juga diisi dengan lomba Mading (Majalah Dinding) 3D dan pop up antar kelas. Lomba ini menjadi wadah kreativitas siswa dalam menyampaikan pesan-pesan Ramadhan melalui media visual yang inovatif dan edukatif.
Beragam tema diangkat dalam Mading 3D dan pop up, mulai dari pentingnya menjaga sholat, semangat berbagi, hingga kampanye peduli lingkungan. Karya-karya tersebut menampilkan desain tiga dimensi yang menarik dan interaktif, sehingga pesan yang disampaikan lebih mudah dipahami.
Di sisi lain, sekolah juga menekankan kepedulian terhadap isu lingkungan dengan menerapkan kebijakan nol sampah plastik selama kegiatan berlangsung. Siswa diwajibkan membawa tumbler dan wadah makanan sendiri dari rumah. Kantin sekolah pun tidak menyediakan kemasan plastik sekali pakai.
“Kita harus mulai dari diri sendiri. Kurangi sampah plastik dengan langkah sederhana yang bisa kita lakukan,” ujar Agustina.
Santunan kepada anak yatim dan dhuafa menjadi puncak kegiatan sebagai wujud nyata semangat berbagi di bulan suci. Melalui rangkaian kegiatan ini, SMA Negeri 19 Surabaya berharap para siswa semakin kuat secara spiritual, kreatif dalam berkarya, serta memiliki kepedulian sosial dan tanggung jawab terhadap lingkungan.
Nilai-nilai Ramadhan diharapkan tidak berhenti pada kegiatan Pondok Ramadhan semata, tetapi terus hidup dan tercermin dalam keseharian para siswa
- Dipublikasi Pada 27 Februari 2026
- Baru Saja di Update Pada Februari 27, 2026
- Temukan Kami di Google News
