Harmoni Kota Berawal dari Rumah: Investasi Sosial Warga Surabaya

investasi ketertiban keluarga
Anggota DPRD Jatim Cahyo Harjo Prakoso dan anggota DPRD Surabaya Azhar Kahfi dalam forum sosialisasi warga di Surabaya. Foto: Istimewa

Infosurabaya.com – Membangun suasana kota yang aman rupanya memerlukan fondasi lebih dari sekadar patroli aparat di lapangan. Di Surabaya, gagasan ini mengemuka dalam diskusi yang menyoroti sinergi aturan formal dengan peran terkecil masyarakat, yakni keluarga. Para wakil rakyat sepakat bahwa kesadaran kolektif warga menjadi kunci utama untuk menciptakan harmoni di tengah heterogenitas Kota Pahlawan.

Gagasan tersebut menjadi benang merah dalam agenda Sosialisasi Wawasan Kebangsaan dan Hukum yang digelar oleh Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Cahyo Harjo Prakoso, Sabtu (21/2/2026). Di hadapan para relawan “Aku Koncomu”, politisi ini menegaskan bahwa hukum mestinya menjadi payung yang melindungi setiap aktivitas sosial warga. Ia menggarisbawahi bahwa pemahaman akan aturan tidak cukup sekadar mengetahui pasal-pasal, melainkan harus menjiwai bahwa setiap sendi kehidupan sudah diatur untuk menciptakan ketertiban.

Dalam kesempatan itu, Cahyo yang akrab disapa CHP mengingatkan tentang asas fundamental dalam hukum, di mana setiap warga negara dianggap paham akan regulasi yang mengikat keseharian mereka. Ia juga menyentil fenomena yang meresahkan, yaitu minimnya rasa cinta tanah air yang kadang terlihat dari perilaku sebagian oknum di media sosial. “Seperti oknum penerima beasiswa negara yang justru merendahkan bangsanya sendiri,” ujarnya kepada para relawan. Ia pun mengajak masyarakat untuk terus bersyukur dan menjaga keguyuban sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa para pendiri bangsa.

Senada dengan Cahyo, anggota Komisi A DPRD Surabaya, Azhar Kahfi, yang turut hadir memberikan perspektif tak kalah menarik. Ia memperkenalkan konsep “investasi ketertiban” yang menurutnya harus dimulai dari unit paling kecil, yaitu keluarga. Azhar berpendapat bahwa lingkungan kota yang aman tidak harus selalu dimulai dari penegakan hukum yang keras, melainkan bisa tumbuh secara alami dari dalam rumah tangga. Ia kemudian memaparkan lebih lanjut mengenai konsepnya tersebut. “Investasi termurah bagi sebuah negara adalah investasi ketertiban di lingkungan keluarga masing-masing,” tegasnya di hadapan peserta diskusi.

Menurut Azhar, investasi ini dimulai dari pembagian peran yang jelas di dalam rumah, di mana anak mengerti tugasnya dan orang tua berusaha memenuhi hak serta kebutuhan anak secara optimal. Kedisiplinan yang dibentuk sejak dini di lingkungan keluarga ini, lanjut Azhar, pada akhirnya akan memberikan dampak besar bagi ketertiban kota secara keseluruhan. Tidak hanya berhenti pada aturan formal, Azhar Kahfi juga mengingatkan tentang pentingnya menjaga norma tidak tertulis atau adat istiadat yang menjadi kesepakatan bersama di lingkungan sekitar. Ia mendorong para generasi tua untuk terus memberikan pengertian kepada generasi muda agar budaya tertib ini tidak punah. “Menjaga keamanan Kota Surabaya secara keseluruhan dimulai dengan memastikan setiap keluarga mencintai lingkungan yang aman dan tertib melalui penanaman nilai budi pekerti yang kuat,” pungkasnya, menegaskan bahwa ketertiban adalah investasi jangka panjang yang harus dirawat bersama.

  • Dipublikasi Pada 21 Februari 2026
  • Baru Saja di Update Pada Februari 21, 2026
  • Temukan Kami di Google News
Follow WhatsApp Channel Infosurabaya
Follow

Trust Verified On Google
Jadikan Infosurabaya sebagai sumber berita tepercaya Anda di Google.
Add as a preferred source on Google
Disclaimer
Konten Harmoni Kota Berawal dari Rumah: Investasi Sosial Warga Surabaya disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).
Powered By Infosurabaya