infosurabaya.com-Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Brian Yuliarto, menghadiri agenda “Bincang Pagi” di Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura), Sabtu (9/5/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia membahas sejumlah isu strategis pendidikan tinggi sekaligus mengapresiasi inovasi dosen dan mahasiswa.
Kegiatan yang berlangsung di At-Tauhid Tower Umsura ini juga diisi dengan peninjauan puluhan produk riset yang telah dihasilkan sivitas akademika. Berbagai inovasi ditampilkan, mulai dari bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, teknik, hingga teknologi tepat guna.
Dalam sambutannya, Brian menyoroti tantangan pemerataan pendidikan di Indonesia yang masih dipengaruhi faktor ekonomi masyarakat. Selain itu, ia menegaskan bahwa anggaran riset nasional tidak mengalami penurunan, meski persaingan semakin ketat.
“Dana riset sebenarnya tidak turun. Yang mendaftar meningkat tiga sampai empat kali lipat, sehingga kompetisinya lebih ketat,” ujarnya.
Brian juga menyinggung kebijakan penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi negeri (PTN) yang dibatasi hingga akhir Juli. Kebijakan ini, menurutnya, memberi ruang lebih luas bagi perguruan tinggi swasta (PTS) untuk membuka pendaftaran hingga September atau awal Oktober.
Di sisi lain, ia menekankan pentingnya pengelolaan sampah di lingkungan kampus agar dapat diselesaikan secara mandiri oleh masing-masing institusi pendidikan.
Usai agenda utama, Brian bersama Rektor Umsura Mundakir berkeliling melihat langsung berbagai hasil riset yang telah memperoleh Hak Kekayaan Intelektual (HAKI). Inovasi tersebut berada di bawah naungan Center for Impactful Innovation (CII).
Brian mengapresiasi capaian tersebut, namun mengingatkan agar arah riset kampus tetap selaras dengan kebutuhan daerah.
“Riset dan inovasi harus disesuaikan dengan kebutuhan daerah agar hasilnya benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Rektor Umsura Mundakir menyambut baik perhatian pemerintah terhadap penguatan perguruan tinggi swasta. Ia menilai pengembangan kurikulum, transformasi digital, serta dukungan terhadap riset menjadi kunci kemajuan kampus.
Menurutnya, berbagai inovasi yang ditampilkan merupakan bagian dari implementasi konsep “Kampus Berdampak” yang diusung Umsura.
Sebagai contoh, Umsura telah bekerja sama dengan Pemerintah Kota Surabaya dalam pemanfaatan panel surya untuk rumah pompa air. Program ini dinilai sebagai bentuk nyata kontribusi kampus bagi masyarakat.
“Kami ingin riset yang dilakukan benar-benar memberikan manfaat langsung bagi lingkungan sekitar,” ujar Mundakir.
Selain itu, Umsura juga terus mengembangkan program studi yang adaptif terhadap kebutuhan industri dan perkembangan zaman. Hingga saat ini, kampus tersebut disebut tidak pernah menutup program studi, melainkan terus melakukan penyesuaian.
Dalam pengembangan energi terbarukan, Umsura telah memulai kerja sama pemanfaatan panel surya di beberapa rumah pompa milik Pemerintah Kota Surabaya, dengan rencana pengembangan lebih lanjut setelah tahap awal berjalan optimal.(bro)
- Dipublikasi Pada 9 Mei 2026
- Baru Saja di Update Pada Mei 9, 2026
- Temukan Kami di Google News
