Infosurabaya.com – Suasana hangat penuh rasa hormat mewarnai kunjungan Anggota DPR RI Komisi VII Fraksi Partai Gerindra,Bambang Haryo Soekartono (BHS) saat bersilaturahmi ke Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Surabaya di Markas Cabang Pemuda Panca Marga (PPM) Kota Surabaya, Jalan Raya Mastrip Kedurus No. 45, Surabaya, Kamis (26/3/2026).
Kunjungan tersebut bukan sekadar agenda formal, melainkan bentuk sowan penuh penghormatan kepada para pejuang bangsa yang telah mengorbankan masa muda demi kemerdekaan Indonesia. Dalam pertemuan itu, BHS didampingi delapan pengurus PPM Surabaya dan disambut jajaran pengurus cabang bersama Wakil Ketua PPM Surabaya, Suratman Aryanto.“Ini kebetulan saya sowan, bersilaturahmi menghadap Bapak-Bapak Veteran Kota Surabaya. Mereka adalah orang-orang yang memberikan kemerdekaan dan kebebasan luar biasa kepada kita semua, sehingga hari ini kita bisa hidup seperti sekarang,” ujar BHS dengan penuh penghargaan.
Dalam dialog yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan, BHS menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan hak-hak veteran, khususnya terkait tunjangan yang hingga kini masih tersisa sekitar 25 persen yang belum terealisasi.
Ia menjelaskan bahwa perjuangan peningkatan tunjangan veteran telah dimulai sejak 2012–2013 dan berlanjut pada 2017 hingga akhirnya terealisasi sebesar 50 persen melalui dukungan pemerintah pusat saat itu.
“Sekarang tinggal 25 persen lagi. Ini yang akan terus kami perjuangkan agar bisa direalisasikan, karena beliau-beliau inilah yang sudah memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara,” tegasnya.
BHS berharap aspirasi para veteran Surabaya tersebut dapat sampai ke pemerintah pusat, khususnya Kementerian Pertahanan, sehingga penyelesaian tunjangan dapat segera diwujudkan.
Selain persoalan tunjangan, BHS juga menyampaikan sejumlah aspirasi penting yang menjadi kebutuhan para veteran, antara lain.Pembebasan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).Diskon listrik minimal 50 persen.Keringanan atau pembebasan biaya air.Diskon transportasi umum minimal 50 persenPenambahan lahan Taman Makam Pahlawan (TMP)
Menurutnya, jumlah veteran yang semakin berkurang menjadi alasan kuat bagi negara untuk memberikan perhatian maksimal kepada para pejuang kemerdekaan yang masih tersisa.
“Kalau di luar negeri seperti Amerika, fasilitas veteran itu ditanggung negara. Paling tidak kita bisa mulai dengan memberikan keringanan yang layak,” ujarnya.
Ia juga menyoroti keterbatasan lahan makam pahlawan di beberapa daerah, termasuk Surabaya yang saat ini diperkirakan masih memiliki sekitar 800 orang veteran tersisa, sementara jumlah veteran yang ada masih cukup banyak.
Dalam kesempatan tersebut, BHS turut mengusulkan agar para veteran dilibatkan secara aktif dalam pendidikan karakter kebangsaan bagi pelajar SD, SMP hingga SMA.
Menurutnya, pengalaman langsung para veteran merupakan warisan berharga untuk menanamkan nilai bela negara, cinta tanah air, dan semangat menjaga keutuhan NKRI kepada generasi muda.“Veteran bisa menjadi pengajar bela negara bagi siswa. Ini penting agar generasi muda memahami bahwa kemerdekaan tidak datang begitu saja,” katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua PPM Surabaya, Suratman Aryanto, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kepedulian BHS terhadap aspirasi para veteran.“Kami berterima kasih kepada Pak BHS yang sudah mengusahakan keluhan-keluhan veteran untuk disampaikan ke Dewan. InsyaAllah perjuangan ini bisa terlaksana,” ujarnya.
Ia menambahkan, para veteran berharap aspirasi tersebut dapat terus diperjuangkan melalui jalur legislatif agar perhatian negara terhadap para pejuang kemerdekaan semakin nyata.Pertemuan sederhana namun penuh makna itu menjadi pengingat bahwa kemerdekaan yang dinikmati hari ini merupakan hasil pengorbanan generasi pejuang terdahulu dan menjadi tanggung jawab bersama untuk memastikan mereka tetap dihormati dan dimuliakan sepanjang hayat.
- Dipublikasi Pada 26 Maret 2026
- Baru Saja di Update Pada Maret 26, 2026
- Temukan Kami di Google News
